Minggu, 12 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Kriminolog Ragukan Temuan Komnas Perempuan soal Rudapaksa PC, Buktinya Ada Hubungan Konsensual

Senin, 5 September 2022 15:13 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kriminolog Australian National University, Leopold Sudaryono angkat bicara soal temuan Komnas Perempuan yang mengungkapkan adanya dugaan rudapaksa oleh Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Ia meragukan temuan dugaan rudapaksa tersebut.

Dikutip dari Tribunnews.com, Leo menilai tidak ada kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi.

"Saya meyakini tidak ada kekerasan seksual oleh seorang brigadir ataupun pembantu terhadap Bu PC (Putri Candrawathi)," tukasnya.

Menurutnya, hal ini lantaran adanya kedekatan hubungan khusus Brigadir J dan Putri Candrtawathi.

Leo menjelaskan, hubungan keduanya itu bersifat konsensual.

Hubungan khusus yang ada bersifat konsensual,” kata Leo.

Hal tersebut terlihat saat Brigadir J meminta Putri agar memerintahkan ajudan Sambo lainnya, Bripka Ricky Rizal, untuk mengembalikan senjatanya.

Sebagaimana diketahui, pasca-keributan di rumah singgah milik Sambo di Magelang, senjata Brigadir J disita oleh Bripka Ricky.

“Namun karena kekhawatiran terhadap kemarahan FS (Ferdy Sambo) diakui sebagai pemaksaan,” ujar Leo.

Selain itu, Brigadir J sempat menggendong Putri.

Kejadian ini pernah disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM, M Chairul Anam.

Menurut Leo, temuan dugaan rudapaksa ini tidak memiliki legal standing dalam proses pidana.

"Temuan Komnas hanya bersifat kesimpulan, tidak ada legal standing-nya di dalam proses peradilan pidana terkecuali diminta sebagai saksi ahli," tutur Leo.

Selain Leo, aktivis perempuan, Irma Hutabarat juga meyakini, dugaan rudapaksa dianggap janggal bahkan mustahil dilakukan.

Ia menilai dugaan rudapaksa yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri Candrawathi tidak masuk akal.

Menurut Irma, dugaan rudapaksa tersebut mengabaikan relasi kuasa.

Hal ini merujuk pada Putri telah dianggap sebagai ibu bagi Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.

Ia menerangkan, karakter Brigadir J kerap dilupakan.

“Tidak masuk akal, baik dari sisi relasi kuasa maupun karakter Yosua yang kerap dilupakan,” ujarnya.

Irma menambahkan, dari sejumlah fakta, dugaan rudapaksa justru tidak ada kecocokan.

Secara tegas ia berujar, Brigadir J adalah korban bukan pelaku.

“Yang mati itu Yosua, jelas korban. Sekarang mau dibalik supaya PC sebagai korban,” ujar Irma.

Sebagaimana informasi sebelumnya, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mengungkapkan bentuk kekerasan seksual yang dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi saat di Magelang, Jawa Tengah.

Diduga Brigadir J melakukan rudapaksa terhadap Putri.

Hal ini dikatakan Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi yang memberikan penjelasan pada Jumat (2/9/2022).

“Yang disampaikan kepada kami yang terjadi di Magelang adalah perkosaan,” terang Siti.

Siti membeberkan, pelecehan seksual berupa pemerkosaan yang dialami Putri terjadi pada sore harinya tanggal 7 Juli.

“Nah kekerasan seksualnya berbentuk perkosaan atau persetubuhan itu terjadi di sore hari,” imbuh Siti.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kriminolog Tak Yakin Brigadir J Rudapaksa Putri Candrawathi, Beberkan Alasannya


#brigadirj #rekonstruksi #beritaterkini #kasusferdysambo #putricandrawathi #rumahsambo #beritapopuler #bharadae #rekonstruksibrigadirj

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved