Jumat, 24 April 2026

Nasional

Guna Cek Kebenaran Dugaan Pelecehan Seksual PC, Komnas HAM Sarankan Polri untuk Pakai 'Lie Detector'

Senin, 5 September 2022 11:23 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Komnas HAM meminta polisi menindaklanjuti temuan mereka soal dugaan adanya pelecehan seksual pada Putri Candrawathi.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyarankan polisi mendatangkan ahli-ahli tertentu untuk mendalami kebenaran dan keterangan para saksi dan tersangka dalam kasus Brigadir J.

"Kalau perlu pakai lie detector segala macam. Justru rekomendasi kami itu (menelusuri isu pelecehan seks) ingin mencari kebenaran sesungguhnya," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, Jumat (2/9/2022), dikutip dari Kompas.com.

Usai didalami, ujar Taufan, maka baru ketahuan apakah isu pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi itu gugur atau tidak.

Lie detector umumnya digunakan dalam investigasi kriminal, yang dapat mendeteksi kebohongan pada seseorang.

Cara kerjanya adalah dengan mendeteksi reaksi fisiologis subjek berdasarkan jawaban yang diberikan atas pertanyaan.

Yakni, jika seseorang mengatakan kejujuran atau hal yang sebenarnya, maka mereka akan cenderung tetap bersikap tenang.

Apa itu Lie Detector ? Bagaimana cara kerjanya ?

Dilansir dari https://student-activity.binus.ac.id/bslc, dijelaskan bahwa di beberapa film, tentu kita sering melihat adanya adegan interogasi.

Pada saat menginterogasi, terkadang terdapat sebuah alat yang digunakan yakni Lie Detector.

Baca: Putri Candrawathi Curhat ke KM Telah Dirudapaksa Brigadir J, saat Bharada E dan Bripka RR Tak Ada

Di dalam film, alat ini berfungsi sebagai pendeteksi kebohongan sehingga ketika seseorang bisa diketahui sedang berbohong apa tidak.

Lie Detector atau alat pendeteksi kebohongan pada dasarnya bekerja dengan cara mencatat dan merekam reaksi seseorang dalam bentuk gelombang magnetik ketika ia diberi sejumlah pertanyaan secara berkelanjutan.

Lie Detector adalah sebuah mesin poligraf yang dirancang dengan sensor khusus guna mendeteksi kebohongan pada manusia. Alat ini awalnya ditemukan pada awal tahun 1902.

Seiring perkembangan zaman, Lie Detector sudah memiliki banyak versi yang lebih modern dan lebih canggih.

Alat ini akan memiliki beberapa sensor yang ditempelkan ke beberapa tempat di tubuh orang yang sedang ditanya, untuk mendeteksi kondisi kulit, detak jantung, dan pernapasan.

Ketika menjawab sebuah pertanyaan, reaksi psikologis yang muncul tanpa disadari sesungguhnya mempengaruhi cara kerja organ tubuh yang ada.

Sehingga, sensor dapat mendeteksi apabila ada perubahan yang abnormal dari tubuh Anda. Hasil tracking mengenai tubuh Anda pun akan langsung tertera pada sebuah kertas grafis.

Lie Detector memiliki tiga jenis sensor

Baca: 7 Polisi Jadi Tersangka Obstruction of Justice Kasus Brigadir J, Sidang Etik akan Dilanjutkan Besok

Pertama, Sensor Pneumonograph. Berfungsi mendeteksi detak napas yang ditempel di dada dan perut. Sensor ini berkerja ketika ada kontraksi di otot dan udara di dalam tubuh.

Kedua, Blood Pressure Cuff. Sensor ini fungsinya untuk mendeteksi adanya perubahan tekanan darah dan detak jantung.

Sensor kabel ini ditempelkan pada bagian lengan. Cara kerjanya dideteksi lewat suara denyut jantung atau aliran darah.

Ketiga, Sensor Skin Resistance. Fungsinya untuk melihat dan mendeteksi keringat yang ada di tangan.

Kabel sensor ini umumnya juga ditemplekan pada jari-jari tangan, sehingga tahu seberapa banyak keringat yang keluar ketika seseorang sdang dalam keadaan terpojok dan berbohong.

Meskipun fungsinya terlihat sudah optimal, ternyata masih belum bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Penyebabnya adalah karena yang dideteksi merupakan perubahan psikologi, apabila yang sedang ditanya memang sedang tidak fokus atau terkejut secara tak sadar, maka bisa saja dideteksi sebagai sebuah kebohangan.

Apakah efektif hasil uji Lie Detector? Dilansir dari https://hellosehat.com, dijelaskan bahwa pemeriksaan melalui Lie Detector umumnya akurat hingga 90 persen.

Tapi ini belum tentu berlaku untuk semua kasus.

Pasalnya, alat ini hanya memonitor dan menunjukkan reaksi perubahan psikologis ketika Anda mengucapkan sesuatu.

Gelagat fisik dan tanda-tanda "aneh" yang seringnya menandakan orang sedang berbohong, seperti gagap, berkeringat, atau gerak bola mata yang tidak fokus tidak selalu menjadi petunjuk kebohongan.

Karakteristik ini mungkin saja menandakan Anda sedang gugup, stres, atau merasa tidak nyaman dalam suatu kondisi tertentu.

Dalam hal ini, menjadi "obyek" penelitian. Pada umumnya tiap orang punya gaya bicara yang beragam, belum lagi memperhitungkan kelihaian orang-orang untuk menutupi kebohongan.

Disampaikan bahwa mendeteksi kebohongan bukanlah tugas yang mudah, bahkan cenderung tidak bisa dilakukan dengan mata telanjang.

Bagaimana Cara Mengetahui Orang Berbohong Menggunakan Lie Detector?

Lie Detector dapat mendeteksi kebohongan pada seseorang.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apa Itu Lie Detector ? Tes Uji Kebohongan untuk Cari Kebenaran Dugaan Rudapaksa Putri Candrawathi

# Pelecehan Seksual # Komnas HAM # Lie Detector # Brigadir J 

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved