TRIBUNNEWS UPDATE
Update Hari Ke-190: Gempuran Ukraina ke Enerhodar Hancurkan 3 TK, Prancis Sindir Turki soal Rusia
TRIBUN-VIDEO.COM - Operasi militer khusus Rusia ke Ukraina terus bergulir hingga hari ke-190 pada Kamis (1/9/2022).
Ada sederet peristiwa di antaranya serangan Ukraina ke Kota Enerhodar yang dikuasai Rusia membuat tiga taman kanak-kanak (TK) dan rumah budaya hancur.
Hingga, Prancis tak mau kalah dengan Turki untuk menjaga hubungan dengan Rusia.
Baca: Ukraina Serang Balik Rusia di Kherson, 102 Tentara Moskow Tewas dan Peralatan Perang Hancur
Dikutip dari Kompas.com, belakangan ini serangan balasan terus dilancarkan Ukraina.
Terutama ke daerah-daerah milik Ukraina yang jatuh ke tangan Rusia.
Hal ini karena Ukraina tak terima bila wilayahnya dicaplok Rusia.
Terkini, Kota Enerhodar yang dikuasai Rusia mendapat serangan dari Ukraina.
Baca: Bos Minyak Rusia Ditemukan Tewas Mengenaskan setelah Terjun dari Lantai 6 Rumah Sakit
Hal ini dikonfirmasi oleh gubernur oblast Zaporizhzhia yang ditempatkan di Rusia, Yevgeny Balitsky.
Namun, akibat serangan itu mengakibatkan sebanayk tiga TK dan rumah kebudayaan hancur.
Tak hanya itu ada tiga orang tewas dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, terkait kabar tersebut, Asisten presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mengklaim Rusia melakukan rekayasa kejadian di Kota Enerhodar untuk menyalahkan Ukraina.
Dalam hari ke-190 ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyindir Turki soal hubungan dengan Rusia.
Kepala Negara Prancis itu tak mau kalah dengan Turki dalam menjalin komunikasi dengan Moskwa.
Hal ini Macron sampaikan dalam pertemuan duta besar Parancis di Istana Elysee.
Baca: Militer Rusia Dapat Bantuan dari Sekutu, 500 Ribu Tentara Tambahan akan Diterjunkan ke Ukraina
Macron mengatakan, Turki seharusnya tidak menjadi satu-satunya kekuatan dunia yang berbicara dengan Rusia.
"Siapa yang ingin Turkiye menjadi satu-satunya kekuatan dunia yang terus berbicara dengan Rusia?" tukasnya.
"Tugas seorang diplomat adalah berbicara dengan semua orang, terutama dengan orang-orang yang tidak kita setujui," tambahnya.
Seperti diketahui, Macron menuai kritik pada awal perang Rusia dan Ukraina.
Hal itu lantaran upaya Macron gagal untuk membujuk Vladimir Putin agar tidak menyerang Ukraina.
Ia sempat berkomunikasi lagi dengan Putin pada 19 Agustus lalu.
Pembicaraan keduanya dilakukan setelah jeda yang panjang menyusul klaim yang meluas soal kejahatan perang Rusia di Ukraina.
Dalam hari ke-190 ini pula, tim dari Badan Nuklir PBB (IAEA) akan menetap di PLTN Zaporizhzhia.
Tim tersebut beranggotakan 14 inspektur nuklir PBB.
Baca: Ukraina Bisa Imbangi Rusia di Kherson karena Campur Tangan AS, Pejabat AS Bantu Persiapkan Serangan
Agenda mereka bertemu dengan Presiden Zelensky dan mengunjungi PLTN Zaporizhzhia yang diduduki Rusia di Ukraina selatan.
Kunjungan tim tersebut untuk memastikan keamanan PLTN di tengah perang di dekatnya yang dapat memicu kecelakaan nuklir. (Tribun-Video.com/ Kompas.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Rangkuman Hari Ke-190 Serangan Rusia ke Ukraina, Penembakan di Energodar, IAEA Putuskan Menetap di PLTN Zaporizhzhia
# TRIBUNNEWS UPDATE # Operasi Militer # Rusia # Ukraina # Prancis # Turki
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Kompas.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Rudal Meluncur di Tel Aviv saat Gencatan Senjata, Wacana Sanksi 50% Trump
3 hari lalu
Tribunnews Update
Wacana Trump Berlakukan Sanksi 50 Persen bagi Negara Pemasok Senjata Iran Selama Gencatan Senjata
3 hari lalu
Mancanegara
Israel Terancam Lumpuh! Rusia Bocorkan Data Rahasia Israel Kepada Iran untuk Serangan lanjutan
3 hari lalu
Tribunnews Update
Netanyahu Dihujat Oposisi seusai Dukung Gencatan Senjata AS-Iran, Dinilai Bakal Buat Bencana Politik
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
TAUD Bawa Bukti dari Investigasi, Laporkan soal Dugaan Keterlibatan Sipil di Kasus Aktivis KontraS
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.