Tribunnews Update
Ini Cara Ferdy Sambo 'Hipnotis' Bawahannya untuk Percayai Skenarionya hingga Tak Bisa Menolak
TRIBUN-VIDEO.COM - Puluhan anggota Polri ikut terseret dalam skenario yang dibuat Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir J.
Setelah mengetahui kebenarannya, banyak yang merasa kecewa bahkan menangis dalam persidangan.
Terungkap cara Ferdy Sambo meyakinkan anak buahnya bahwa sang istri Putri Candrawathi menjadi korban pelecehan seksual.
Dikatakan Anggota Kompolnas, Yusuf Warsyim, Ferdy Sambo sempat bertanya kepada anak buahnya bila hal tersebut terjadi pada keluarga mereka.
Baca: Terungkap Putri Candrawathi & Ferdy Sambo Bicarakan Peristiwa di Magelang saat Duduk Berdua di Sofa
"Terus ditanya lagi (ke) bawahannya, 'Itu kalau terjadi kepada kamu, bagaimana posisinya?'. Menyampaikan istrinya itu (dengan sebutan) mbakmu. 'Itu kalau terjadi itu bagaimana? Apa yang terjadi pada mbakmu terjadi?" ujar kata Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim.
Selain itu, Ferdy Sambo juga berusaha meyakinkan adanya baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir J di rumah dinasnya.
Dalam aksi baku tembak itu, Brigadir J akhirnya tewas.
Kemudian, mantan Kadiv Propam Polri itu juga memerintahkan kepada anak buah agar menyampaikan ke publik bahwa Bharada E merupakan penembak nomor satu.
Baca: Alasan Istri Ferdy Sambo Tak Langsung Lapor Kasus Pelecehan, Ngaku Sempat Malu & Ingin Akhiri Hidup
"Kan waktu itu ada rilis soal sebutan (Bharada E) penembak nomor satu. Itu ada perintah dari FS," kata Yusuf.
Kalimat-kalimat yang disampaikan Ferdy Sambo, disebut Yusuf, seolah menghipnotis anak buahnya.
Oleh karena itu, bawahannya tersebut mempercayai adanya insiden pelecehan serta baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo.
"Itu jadi disugesti apakah hipnotis dan sebagainya. Itu yang muncul di keterangan saksi pada waktu kemarin mereka pada waktu itu memercayai apa yang dikatakan oleh FS," kata Yusuf.
Mereka, dikatakan Yusuf, tak kuasa menolak perintah Ferdy Sambo yang merupakan atasannya.
Baca: Strategi Polri Agar PC Istri Sambo Tak Kabur saat Jalani Proses Hukum, Statusnya Kini Sudah Dicekal
Meskipun, kode etik Polri telah mengatur bahwa anggota kepolisian harus menolak perintah atasan jika itu bertentangan dengan norma hukum, agama, dan susila.
Diketahui, banyak anggota polisi yang terseret kasus pembunuhan Brigadir J.
Total ada 34 polisi yang dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke Yanma Polri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengungkap, sudah 97 polisi yang diperiksa terkait kasus ini.
(Tribun-Video.com/TribunJakarta.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Ucapan Ferdy Sambo ''Kalau Terjadi ke Mbakmu?'' Bikin Anak Buah Terhipnotis dan Karier Hancur
Host: Tini Afshin
VP: Januar Imani
# Cara # Ferdy Sambo # hipnotis # Bawahan # Percaya # skenario # penembakan
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Januar Imani Ramadhan
Sumber: TribunJakarta
Mancanegara
ULTIMATUM IRAN jika AS Nekat Serang Situs Energi Teheran, Siapkan Skenario Serangan 'Lubang Hitam'
Rabu, 8 April 2026
Regional
Anggota KKB Penembak Rombongan Tito Karnavian pada 2012 Ditangkap Polisi, Pelaku Dilumpuhkan
Sabtu, 4 April 2026
Tribun Video Update
80 Lembaga Think Tank Percaya AS-Israel Telah Gagal dalam Perangnya Melawan Iran & Poros Perlawanan
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Bantah Terlibat Penembakan yang Menewaskan 2 TNI di Maybrat, KNPB: Aparat Jangan Sasar Warga Sipil
Rabu, 25 Maret 2026
LIVE: CCTV Pantauan Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Diprediksi Tembus 285 Ribu Kendaraan
Selasa, 24 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.