Senin, 27 April 2026

Terkini Nasional

Pemerintah Harus Siapkan Rp 195 Triliun bila BBM Tak Naik, Segini Harga BBM Subsidi yang Ideal

Minggu, 28 Agustus 2022 12:40 WIB
Tribun papuabarat

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 195 triliun untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Anggaran Rp 195 Triliun itu harus digelontorkan bila pemerintah tidak menaikan harga BBM bersubsi Pertalite dan Solar.

Kementerian Keuangan mencatat saat ini alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi pada 2022 dipatok Rp 502,4 triliun.

Anggaran itu membengkak dari anggaran semula sebesar Rp 152,1 triliun.

Pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, harga jual Pertalite idealnya Rp 10.000 per liter.

Sedangkan harga Solar berkisar Rp 7.500 per liter.

“Angka ideal untuk pengurangan beban subsidi sehingga pertalite berubah menjadi Rp10.000 per liternya. Angka ini saya kira cukup ideal ditambah untuk solar menjadi Rp 7500-Rp 8000 per liter,” ujar Mamit saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (27/8/2022).

Baca: Bila Dihitung Sri Mulyani Sebut Subsidi BBM Bisa Buat Bangun Ribuan Rumah Sakit hingga Sekolah

Ia menambahkan, naiknya harga BBM Subsidi akan berdampak terhadap inflasi harga konsumen.

Namun, akan menyesuaikan harga baru tersebut tidak memberikan kontribusi lebih dari dua persen kepada tingkat inflasi nasional.

“Hal ini memang akan berdampak terhadap inflasi yang kami perkirakan di angka maksimal 2 persen. Jika lebih besar dari angka-angka tersebut, saya khawatir inflasi di atas 2 persen. Hal ini akan berdampak cukup besar bagi ekonomi masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, sebelum adanya kebijakan pengurangan subsidi, pemerintah wajib memberikan bantuan sosial terlebih dahulu kepada masyarakat terdampak terutama kelompok rentan.

"Jika tidak diberikan bantalan (bansos) kelompok rentan ini akan merasakan dampaknya. Padahal untuk mobil mereka sudah pasti tidak punya, motor juga jarang-jarang yang punya," ujarnya.

“Karena yang menikmati BBM subsidi selama ini adalah masyarakat yang mampu. Padahal hakikatnya subsidi adalah untuk masyarakat miskin," katanya.

Baca: APBN Membengkak untuk Subsidi BBM, Akademisi Menilai Kebijakan Menaikkan Bahan Bakar Dinilai Tepat

Negara Importir Minyak Mentah

Indonesia merupakan negara importir minyak mental dunia. Tren harga minyak mentah terus mengalami kenaikan.

Apalagi, kurs rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar AS.

Jadi, cara anggaran negara tidak terlalu terbebani dengan melakukan penyesuaian harga BBM subsidi.

Kementerian Keuangan mengungkapkan, harga keekonomian Pertalite seharusnya dijual dikisaran Rp14.450 per liter.

Namun saat ini harga jual Pertalite di SPBU hanya dibanderol Rp7.650 per liter.

Sementara, untuk harga keekonomian solar senilai Rp13.950 per liter, sedangkan harga jual di SPBU saat ini hanya Rp5.150 per liter.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpapuabarat.com dengan judul Pemerintah Harus Siapkan Rp 195 Triliun Bila BBM tak Naik, Segini Harga BBM Subsidi yang Ideal

#Kenaikan Harga BBM #Pemerintah #anggaran #BBM

Baca Artikel Lainnya di Sini

Sumber: Tribun papuabarat

Tags
   #kenaikan harga BBM   #Pemerintah   #anggaran   #BBM

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved