Terkini Nasional
Ternyata Ancaman Pembunuhan ke Brigadir J Itu Datang dari Kuat Maruf, Sempat Curhat ke Kekasih
TRIBUN-VIDEO.COM - Brigadir J disebut pernah menerima ancaman pembunuhan dari 'skuad lama' sebelum tewas ditembak.
Belakangan diketahui, sosok 'skuad lama' yang dimaksud bukanlah sesama ajudan atau sopir dari kalangan anggota Polri.
Sosok itu adalah sopir dan ART istri Irjen Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf.
Adalah Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Choirul Anam yang mengungkap 'skuad' yang mengancam akan membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Anam menyebut 'skuad' yang dimaksud bukanlah skuad lama ajudan Irjen Ferdy Sambo, melainkan ART Sambo yang menjadi tersangka, yakni Kuat Ma'ruf.
Tak hanya itu, Kuat Maruf juga ikut bersama Ferdy Sambo merencakanan pembunuhan terhadap polisi asal Jambi tersebut.
Baca: Sosok Pengancam Pembunuhan terhadap Brigadir J Sebelum Insiden Penembakan, Ternyata Kuat Maruf
Walau hanya sebagai asisten rumah tangga yang merangkap sopir, Kuat Maruf diikutsertakan Ferdy Sambo dalam menyusun rencana jahat.
H-1 tewas, Brigadir J memang disebut curhat kepada sang kekasih, Vera Simanjuntak mendapatkan ancaman.
Sambil menangis, Brigadir J bahkan sempat meminta kekasihnya untuk mencari pria lain.
Vera mengira Brigadir J sakit hingga akhirnya muncul lah pengakuan tentang ancaman pembunuhan tersebut.
Brigadir J menyebut istilah 'skuat atau squad lama ' yang mengancamnya.
Sebutan 'skuat' yang dimaksud bukanlah 'squad lama' melainkan Kuat Maruf.
Hal itu diungkap HAM Choirul Anam setelah melakukan pemeriksaan terhadap Vera Simanjuntak.
Pengakuan dari Vera Simanjuntak menjadi pegangan Komnas HAM dalam penyidikan kasus kematian Brigadir J saat ini.
Informasi yang didapat Komnas HAM dari Vera yakni terkait ancaman pembunuhan terhadap Brigadir J.
Choirul Anam menyebut, Vera Simanjuntak menjelaskan bahwa tanggal 7 Juli sempat berkomunikasi dengan Brigadir J.
Baca: Terungkap Alasan Kuat Maruf Ancam Brigadir J Sehari Sebelum Insiden, Takut Brigadir J Buat Sakit PC?
Brigadir J mendapatkan ancaman pembunuhan, berdasarkan pengakuan Vera Simanjuntak.
"Jadi, Yosua dilarang naik ke atas menemui ibu P, karena membuat Ibu P sakit,"
"Kalo naik ke atas akan dibunuh" ungkap Choirul Anam, menjelaskan informasi yang didapat Komnas HAM dari Vera Simanjuntak di rapat bersamma Komisi III DPR RI pada Senin (22/08/2022).
"Kalo naik ke atas akan dibunuh" ungkap Choirul Anam, menjelaskan informasi yang didapat Komnas HAM dari Vera Simanjuntak di rapat bersamma Komisi III DPR RI pada Senin (22/08/2022).
Vera menjawab, sosok tersebut merupakan 'skuat' seperti yang beredar luas sebelumnya.
Setelah diselidiki, pengancam yang disebut squat itu ternyata Si Kuat Maruf, sopir keluarga Ferdy Sambo, yang juga merupakan tersangka pembunuhan Brigadir J.
"Ujungnya nanti, kita tahu squad itu yang dimaksud itu adalah Kuat Maruf. Ternyata si Kuat ( Kuat Maruf ), bukan squad, penjaga begitu" jelas Choirul Anam.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ancaman Pembunuhan ke Brigadir J Itu Datang dari Kuat Maruf: Kalau Naik ke Atas Yosua akan Dibunuh
Video Production: Danar Pamungkas Sugiyarto
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Istri Pembunuhan Karyawati Koperasi Pasangkayu Bersaksi di Sidang Keempat, Keluarga Korban Ngamuk
Selasa, 7 April 2026
Terkini Daerah
Rekam Jejak Yogi Iskandar Otak Pengeroyokan Ayah Pengantin di Purwakarta yang Seorang Residivis
Selasa, 7 April 2026
Tribunnews Wiki Update
Sosok Yogi Pelaku Utama Pengeroyokan Ayah Pengantin di Purwakarta, Ternyata Eks Napi Curat
Selasa, 7 April 2026
Terkini Daerah
Tampang Yogi Iskandar Pelaku Utama Pengeroyokan Ayah Pengantin di Purwakarta Ditangkap Polisi
Selasa, 7 April 2026
Terkini Daerah
Polisi Tembak Kaki Yogi Iskandar Pelaku Utama Pengeroyokan Ayah Pengantin di Purwakarta
Selasa, 7 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.