Sabtu, 18 April 2026

LIVE UPDATE

Mahfud MD Bongkar Grup Sambo Sengaja ke Jakarta hingga Kini Diundang DPR Bahas Kasus Brigadir J

Kamis, 18 Agustus 2022 20:47 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Isu kelompok atau grup Irjen Ferdy Sambo sengaja bergerak dari daerah ke Jakarta beredar.

Kelompok tersebut ternyata punya keinginan untuk menghalang-halangi pengusutan kasus terbunuhnya Brigadir J.

Hal ini diungkap oleh Menko Polhukam Mahfud MD.

Seperti diketahui, pengusutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J berlarut-larut.

Hingga kini motif pembunuhan dari empat tersangka, termasuk Ferdy Sambo masih belum jelas.

Termasuk simpang siur tentang sejumlah barang bukti dinyatakan hilang.

Hingga istri Sambo, Putri Candrawathi yang masih terus menerus bungkam dan baru diperiksa besok Jumat (19/8/2022).

Padahal peristiwa tewasnya Brigadir J sudah sebulan lebih tepatnya pada (8/7/2022) lalu.

Mahfud MD mengatakan anak buah Irjen Ferdy Sambo sempat menghalangi penyidikan kasus tewasnya Brigadir J.

Mahfud mengaku hal tersebut yang membuat penyidik agak lama untuk membongkar kasus Brigadir J ditembak di rumah dinas Sambo.

"Yang saya dengar memang di Polri itu terjadi tarik-menarik yah. Bahkan grupnya Sambo itu konon dari daerah-daerah meskipun enggak ada tugas di Jakarta datang ngawal ke situ menghalang, upaya menghilangkan jejak itu dan menghalang-halangi penyidikan," kata Mahfud, dikutip dari YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (18/8/2022).

Mahfud menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun akhirnya memanggil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, lalu disusul dirinya bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Terus presiden memanggil Kapolri diberi tahu supaya selesaikan. Sesudah Kapolri berikutnya saya, terpisah. Saya dengan Pak Pramono Anung," ujarnya.

Saat menemui Jokowi, Mahfud mengaku diminta agar meminta Kapolri segera mengumumkan kasus tersebut.

"Ada petunjuk Pak? 'Iya. Itu soal Kapolri itu kenapa lama-lama gitu. Sampaikan ke Kapolri bahwa saya percaya kepada Kapolri bisa menyelesaikan ini masalah sederhana kok, tapi jangan lama-lama, segera diumumkan, gitu kan," ungkap Mahfud menirukan ucapan Jokowi.

Atas perintah Jokowi, Mahfud pun langsung meminta Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, untuk mengkomunikasikan arahan tersebut ke Kapolri.

Sementara itu Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memutuskan akan mengundang Menkopolhukam Mahfud MD dan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, terkait kasus pembunuhan Brigadir J yang menjerat mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Keputusan itu diambil dalam rapat pleno yang diadakan MKD DPR, Kamis (18/8/2022).

Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman mengatakan, undangan tersebut terkait pemberitaan yang mengaitkan Ferdy Sambo dan DPR.

MKD DPR bakal mendalami pernyataan Sugeng yang mengatakan ada informasi soal aliran dana ke DPR.

Lantaran jika hal tersebut terbukti benar, maka termasuk pelanggaran hukum dan etika DPR.

"Rapat Pimpinan dan Rapat Pleno MKD DPR RI pagi ini memutuskan untuk mengundang Ketua Indonesia Police Watch (IPW) dan Menkopolhukam Mahfud Md terkait kasus Ferdy Sambo," kata Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman dalam keterangan tertulis, Kamis.

"Kami baca di media online Pak Sugeng mengatakan ada informasi soal aliran dana ke DPR. Kami mau mendalami informasi yang dia maksud itu darimana. Karena jika hal tersebut benar, maka itu merupkan pelanggaran hukum dan etika DPR," imbuhnya.

Selain itu, MKD DPR juga akan meminta penjelasan terkait pernyataan Mahfud soal skenario Sambo di kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

Pasalnya MKD ingin mendapat informasi apakah ada anggota DPR yang terlibat merancang skenario yang dibuat Ferdy Sambo.

"Sementara Menkopolhukam/Ketua Kompolnas di media menyatakan Sambo rancang skenario dengan menghubungi Kompolnas hingga anggota DPR RI. Kami ingin mendapat informasi apakah ada anggota DPR yang terlibat merancang skenario yang dibuat Ferdy Sambo," pungkasnya.(*)


Host : Mei Sada Sirait
Video Editor : Sigit Setiawan

# Ferdy Sambo # Mahfud MD # Brigadir J # Putri Candrawathi

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Sigit Setiawan
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved