Senin, 11 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Hari ke-175, Ukraina Ngotot Hancurkan Jembatan Krimea, Siap-siap 3 Bulan Mendatang Perang Sengit

Kamis, 18 Agustus 2022 19:03 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Operasi militer khusus Rusia ke Ukraina terus bergulir hingga hari ke-175 pada Rabu (17/8/2022).


Ada sederet peristiwa di antaranya Pemerintah Ukraina sangat getol untuk merencanakan Jembatan Krimea yang menjadi penghubung pasokan Rusia.


Hingga, Pemerintah Ukraina memperingatkan perang semakin sengit pada dua hingga tiga bulan mendatang.


Dikutip dari Kompas.com, pihak Ukraina terus merancang strategi baru untuk melawan Rusia.


Serangan balasan ini disampaikan oleh Pembantu Presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak.


Ia menyerukan Jembatan Krimea harus dihancurkan.


Diketahui, jembatan sepanjang 19 kilometer (12 mil) itu telah diresmikan pada 2018 oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.


Fungsi jembatan itu sangat penting bagi Rusia.


Hal ini lantaran jembatan Krimea menjadi koridor darat militer dan sipil utama Moskwa ke semenanjung itu.


Sebagaimana diketahui, Krimea awalnya merupakan daerah milik Ukraina.


Namun, pada 2014 lalu Krimea berhasil dicaplok Rusia.


Hingga kini kawasan tersebut dibawah penguasaan Rusia.


Namun, terkini, Ukraina ingin merebut kembali daerah itu.


Podolyak menegaskan, Jembatan Krimea menjadi target militer bagi pasukan Ukraina.


"Karena itu harus dihancurkan. Tidak penting bagaimana - sukarela atau tidak," katanya.


Dalam hari ke-175 ini juga, Podolyak memprediksi adanya serangan yang makin sengit untuk dua hingga tiga bulan mendatang.


Hal ini serupa dengan serangan yang terjadi di Krimea.


Podolyak menerangkan, serangan balasan yang dilancarkan pasukan Ukraina bertujuan agar terjadi kekacauan dalam pasukan Rusia.


Hal ini diwujudkan dengan penyerangan terhadap jalur pasokan pasukan Putin jauh ke dalam wilayah yang dikuasai Rusia.


Ukraina sebelumnya mengisyaratkan adanya serangan balik.


Hal ini terjadi pada ledakan dua kali secara misterius di Krimea yang diduduki Rusia.


Pertama di pangkalan militer dan persimpangan kereta api.


Lantas, yang kedua gudang amunisi dan gardu listrik.


Pihak Rusia mengungkapkan, peristiwa itu terjadi karena adanya aksi sabotase.


Dalam hari ke-175 ini pula, Sekjen NATO Jens Stoltenberg mendesak agar Badan Energi Atom Internasional memeriksa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina.


Hal ini buntut serangan Rusia di kawasan itu.


Dikhawatirkan terjadi kecelakaan nuklir yang membahayakan penduduk Ukraina, negara-negara tetangga, dan masyarakat internasional.


Terlebih, PLTN itu merupakan pembangkit listrik nuklir terbesar di Eropa.


Sebagaimana diketahui, PLTN itu kini jatuh ke tangan Rusia.


(Tribun-Video.com/ Kompas.com)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rangkuman Hari Ke-175 Serangan Rusia ke Ukraina, Inspeksi Mendesak di PLTN Zaporizhzhia, Jembatan Crimea Jadi Target"

# NATO # Ukraina # Rusia # Konflik Rusia Vs Ukraina

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Januar Imani Ramadhan
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Konflik Rusia Vs Ukraina   #Rusia   #Ukraina   #NATO

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved