TRIBUNNEWS UPDATE
Merah Menyala, Ini Makna Tersembunyi Baju Adat Dolomani yang Dipakai Jokowi di HUT ke-77 RI
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Rabu (17/8).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden Jokowi mengenakan busana adat.
Tahun ini, Presiden Jokowi memilih memakai baju Dolomani dari Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara.
Busana ini dibuat langsung oleh penjahit asal Kota Baubau dan memakan waktu dua hari pengerjaan.
Presiden Jokowi terlihat mengenakan baju Dolomani yang terdiri dari baju, celana panjang, sarung, dan kopiah yang didominasi warna merah.
Busana adat ini dibuat langsung oleh penjahit asal Kota Baubau.
Baca: Rayakan HUT ke 77 RI, Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Dolomani dari Buton
Penjahit bernama Husain tersebut mengatakan, proses pengerjaan baju ini memakan waktu dua hari satu malam.
Padahal normalnya baju ini dikerjakan selama dua hingga tiga minggu karena butuh kecermatan.
Meski begitu, penjahit memastikan kualitas dari baju Dolomani yang dibuatnya.
Ketua Dekranasda Kota Baubau, Wa Ode Nursanti Monianse mengatakan, baju Dolomani adalah pakaian kebesaran Sultan Buton saat menghadiri upacara-upacara resmi di Kesultanan Buton.
Tentunya pakaian ini memiliki makna dan filosofi.
ulaman bermotif bunga rongo yang melambangkan perjalanan seorang pemimpin.
Bermula dari bawah, lalu naik ke atas menjadi seorang pemimpin.
Kemudian akan turun lagi ke bawah menjadi rakyat biasa.
Baca: Presiden Joko Widodo Kenakan Pakaian Adat Dolomani dari Buton saat Upacara Detik-detik Proklamasi
Beberapa motif yang disulam dengan benang emas atau perak menunjukan kebesaran dan keagungan yang dimiliki pemimpin akan berkilauan menerangi negeri.
Sulaman renda bermotif ake pada sisi kanan dan kiri baju menggambarkan dua ekor burung, satu memandang ke kiri dan satunya ke kanan.
Bermakna seorang pemimpin senantiasa waspada terhadap bahaya yang mengancam negeri dari manapun datangnya.
Kopiah Dolomani dihiasi ornament bakena uwa, merupakan buah dari tumbuhan yang indah dipandang, tetapi gatal ketika tersentuh.
Hal ini menujukkan negeri yang indah akan dikuasai musuh, wajib kiranya seorang pemimpin bersama rakyatnya melakukan perlawanan.
Bagian depan kopiah Dolomani disulam kaligrafi “MAULANA” pemimpin harus memiliki sifat kepemimpinan mengutamakan kepentingan rakyat bukan pribadi.
Sementara pada bagian atas kopiah Dolomani terdapat sulaman kamba manuru merupakan nama bunga dalam bahasa setempat (Wolio), “kamba” berarti bunga dan “manuru” berarti “sejahtera”.
Hal ini mengandung makna seorang pemimpin memiliki tugas utama untuk mensejahterakan rakyatnya.
(Tribun-Video.com)
#hutri
#jokowi
#upacarabendera
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Sumber: Tribun Video
Local Experience
Benteng Keraton Buton di Baubau Sulawesi Tenggara Warisan Abad ke 16 dengan Luas 23 Hektare
Kamis, 26 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Viral Wabup Buton Selatan Ngamuk di Rujab Bupati, Pintu Ditendang Gegara Mobil Dinas
Kamis, 12 Maret 2026
Live Tribunnews Update
Detik-detik Wabup Buton Selatan Ngamuk di Rujab Bupati, Minta Mobil Dinas Dikembalikan
Kamis, 12 Maret 2026
Terkini Daerah
Heboh Rekaman Video Wabup Buton Selatan Ngamuk hingga Tendang Pintu di Rumah Jabatan Bupati
Kamis, 12 Maret 2026
LIVE UPDATE
LIVE UPDATE SIANG: Ayah di Buton Setubuhi Anak Sambung, Sosok Sirajuddin ABK Musaffah 2
Selasa, 10 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.