Selasa, 14 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Muncul Kabar Pejabat Rusia Diam-diam Dekati Barat Ingin Akhiri Perang Ukraina, Elite Kremlin Panik?

Selasa, 16 Agustus 2022 22:05 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Konflik Rusia dan Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Hal ini mempengaruhi kondisi global di segala bidang.

Kabar terbaru yang berhembus, seorang pejabat senior Rusia berusaha mendekati diplomat dan kepala intelijen Barat.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengakhiri konflik Rusia dan Ukraina.

Sumber itu dikatakan mengklaim bahwa sebagian besar elite Kremlin sangat prihatin tentang kelanjutan rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk invasi Rusia ke Ukraina, dan khawatir dengan luasnya dampak sanksi yang dikenakan oleh Barat sebagai tanggapan.

"Seorang perwakilan lingkaran dalam Putin mengirim sinyal tentang keinginan untuk bernegosiasi," menurut sebuah dokumen, yang konon diedarkan ke badan-badan intelijen Barat dan dilihat oleh The Mirror, sebagaimana dilansir dari Daily Mail pada Senin (15/8/2022).

“Suasana elit Kremlin panik.”

Baca: Pesawat Inggris Diusir oleh Jet MiG-31BM Rusia, Dianggap Mata-mata & Jadi Pelanggaran Ke-2

Tidak jelas anggota pejabat tinggi Kremlin mana, yang kemungkinan telah merusak rencana Putin.

Tetapi dokumen itu diduga menggambarkan orang dalam itu sebagai "pilar rezim" di Rusia.

Menanggapi kabar tersebut, diplomat Ukraina mengaku tidak terkejut mendengar bahwa pejabat tinggi Kremlin berusaha terhubung dengan badan-badan intelijen Barat di belakang Putin.

"Sering terjadi seperti pada tahap penutupan Perang Dunia Kedua, bagaimana para pejabat di pihak yang peduli dengan masa depan mereka membuat pendekatan (diam-diam) untuk memastikannya," kata sumber itu kepada The Mirror.

Jika seorang politisi terkemuka di Moskwa secara terbuka menyatakan keinginan untuk perdamaian di Ukraina atau mengkritik Putin, hidup mereka akan berada dalam bahaya besar bersama dengan keluarga mereka.

Sebelumnya pada Maret, Anatoly Chubais, mantan wakil perdana menteri yang mengawasi transformasi Rusia dari komunis ke ekonomi kapitalis, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai utusan khusus Putin untuk organisasi internasional.

Pejabat tinggi Rusia itu juga memilih meninggalkan negaranya untuk tinggal di pengasingan sebagai protes atas perang tersebut.

Akhir bulan lalu, pria berusia 67 tahun itu tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit dan dilaporkan sakit parah, setelah mengalami mati rasa pada anggota tubuhnya.

Baca: Putin Klaim Senjata Rusia Lebih Modern daripada Barat, Pilot Pesawat Tempur Terbaik Ukraina Tewas

Sekarang dia diyakini berada dalam perawatan intensif karena menderita kelainan neurologis yang langka.

Daily Mail mewartakan, Chubais merupakan kasus terbaru dari serangkaian penyakit misterius dan kematian akibat kekerasan, yang menimpa lebih dari selusin pengusaha, pejabat, dan keluarga dekat Kremlin, sejak “operasi militer khusus” Putin di Ukraina dimulai dan sanksi Barat diberlakukan.

Pada 25 Februari - sehari setelah invasi Ukraina dimulai - seorang pejabat senior raksasa energi Rusia Gazprom Alexander Tyulakov, ditemukan tewas di garasinya.

Pejabat senior keuangan dan keamanan setingkat deputi direktur jenderal itu tewas tergantung.

Sebuah “catatan bunuh diri” ditemukan di dekatnya, yang isinya belum diungkapkan.

Laporan mengatakan dia telah “dihajar habis-habisan” sebelum meninggal.

Pada 18 April, mantan pejabat Kremlin dan wakil presiden Gazprombank Vladislav Avayev (51 tahun), ditemukan tewas oleh putrinya Anastasia di flat keluarganya yang senilai 2 juta euro di Moskwa.

Dan tidak hanya Avayev, tetapi istrinya Elena (47 tahun), dan putri mereka yang lain Maria (13 tahun), semua ditembak dan pistol ditemukan di tangan pria yang tewas itu.

Sementara itu, jutawan Sergei Protosenya (55 tahun), mantan wakil ketua Novatek (perusahaan gas swasta terbesar Rusia di mana Gazprom adalah pemegang saham utamanya) juga ditemukan gantung diri di kebun vilanya.

Jenazah istrinya Natalia dan putrinya yang berusia 18 tahun juga ada di dalam rumah.

Mereka dilaporkan dibunuh dengan kapak saat tidur.

Menurut laporan Daily Mail, kasus-kasus itu hanyalah beberapa contoh dari banyak kasus dalam beberapa bulan terakhir di mana elit Rusia dan keluarga mereka secara misterius menemui ajal sebelum waktunya setelah invasi Putin ke Ukraina.

tidak jelas jenis bantuan apa yang ditawarkan orang dalam Kremlin kepada badan-badan intelijen Barat untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pejabat Senior Rusia Dilaporkan Diam-diam Dekati Barat untuk Akhiri Invasi ke Ukraina"

# Konflik Rusia Vs Ukraina # Kremlin # rusia ukraina perang # Vladimir Putin # aktivitas intelijen

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Eftian Rio Prayoga
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved