Terkini Daerah
Kuliner Enak di Solo: Es Puter Pak Warijo Klaten, Jajanan Legend dari Zaman Belanda, Segernya Nampol
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUN-VIDEO.COM - Tribunners, Es puter sudah bukan jadi kuliner asing untuk banyak orang.
Karena kuliner ini masuk dalam satu di antara makanan tempo dulu yang masih eksis hingga saat ini.
Menurut data yang dihimpun berbagai sumber, jika es krim dulunya hanya ada di negara-negara Eropa.
Sejak masa penjajahan Belanda, es krim kemudian dibuat di Tanah Air, namun masyarakat pribumi tak bisa menikmatinya.
Tak habis akal, diceritakan bahwa warga pribumi kemudian menciptakan es krim sendiri dengan cara diputar-putar yang sekarang disebut es puter.
Baca: Minuman Segar di Palembang, Es Puter dengan Aneka Isian Hanya Rp 6.000, Harus Rela Antri saat Beli
Seperti namanya, es puter dibuat secara manual dengan cara diputar dalam kurun waktu sekitar 2 hingga 3 jam.
Tidak hanya caranya saja yang sederhana, namun bahan yang digunakan membuat es puter terbilang simpel.
Bahan utamanya yakni kelapa tua dibuat santan dan kelapa muda jadi isian serta pewarna.
Sedangkan bahan pendukungnya yaitu es batu dan garam yang digunakan untuk membuat adonan itu menjadi es krim.
Di antara banyaknya penjual es puter di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah satu di antaranya adalah Warijo (62).
Warijo merupakan warga Bugel, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten yang sudah puluhan tahun berjualan es puter.
“Dulu awalnya diajak adik saya tahun 1977 merantau ke Jakarta, Di sana saya diajari membuat es puter,” ujar Warijo.
Sejak sudah mantap menguasai cara membuat es puter, Warijo pun mulai menjadi pedagang es keliling kampung-kampung di daerah Ibu Kota.
Namun, lambat laun satu per satu warga yang merantau dan berjualan es puter memilih pensiun dan pulang kampung diantaranya lantaran faktor usia.
Biasanya Warijo memulai membuat adonan sekira pukul 02.30 WIB.
Sehingga sekira pukul 07.00 WIB es tersebut sudah siap untuk dijual.
Baca: Joie Gelato Bandar Lampung Godaan Penikmat Es Krim, Ambience Cantik Buat Huting Foto atau Ngonten
Warijo mulai mengolah berbagai bahan untuk membuat es puter dan mulai mengaduk adonan selama 2,5 jam.
Diungkapkan Warijo jika dirinya hanya menggunakan bahan-bahan alami untuk diolah menjadi es puter.
Di mana bahan bakunya yakni dari tepung sagu, tepung maizena dan tepung hunkwe.
Sedangkan untuk mencairkan tepung itu pakai santan.
"Kalau bahan baku itu dari tepung sagu, tepung maizena dan tepung hunkwe. Sedangkan untuk mencairkan tepung itu pakai santan," ungkapnya.
Termasuk pewarna es puter yang olahannya dari buah-buahan.
Di antaranya seperti nangka untuk warna kuning, alpukat untuk warna hijau dan buah naga untuk mendapatkan warna ungu.
Diketahui, untuk saat ini dirinya membuat warna merah-putih menyambut HUT Kemerdekaan RI.
Dijelaskan Warijo jika warna merah berasal dari Stroberi.
Sedangkan warna putih adalah warna asli santan tanpa pewarna tambahan.
Bagi Tribunners yang penasaran dengan es puter buatan Warijo cukup merogoh kocek mulai dari Rp 1 ribu.
Bahkan yang termahal hanya Rp 5 ribu dengan varian kemasan.
Di antaranya menggunakan gelas plastik, cone hingga roti.
Sedangkan untuk taburannya bisa dengan mutiara hingga roti yang sudah dipotong dadu yang dirinya jual untuk gelas kecil Rp 1 ribu.
Sedangkan untuk gelas besar dengan harga Rp 5 ribu.
(Tribun-Video.com/TribuSolo.com)
# Es Puter # kuliner # jajanan # Belanda
Sumber: TribunSolo.com
Local Experience
Nekat Resign dari Startup, Novi Buktikan Ayam Salto Bisa Tembus Omzet Fantastis
3 hari lalu
SUPERSKOR
Anak Patrick Kluivert Tunjukkan Perkembangan Pesat, Mimpi ke Piala Dunia 2026 Terbuka
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.