Kamis, 23 April 2026

HUT ke-77 RI

Saat Awal Proklamasi Kemerdekaan Banyak Terjadi Pemberontakan, Mengapa?

Selasa, 16 Agustus 2022 13:03 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, muncul berbagai pemberontakan di Tanah Air.

Pemberontakan ini dipicu oleh berbagai macam faktor, seperti sentimen kedaerahan dan ideologi tertentu.

Adapun pemberontakan yang terjadi pada masa awal kemerdekaan Indonesia di antaranya adalah DI/TII, PKI Madiun, PRRI/Permesta, RMS, Andi Aziz, dan GAM. 

Namun, pemberontakan tersebut kemudian berhasil dipadamkan oleh pemerintah Indonesia.

Penyebab pemberontakan di awal kemerdekaan Indonesia

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, banyak terjadi pemberontakan karena beberapa golongan atau kelompok ingin mendirikan negara sendiri.

Baca: Sambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Ini Nilai Positif Perlombaan Makan Kerupuk

Beberapa pemberontakan yang terjadi di Indonesia adalah DI/TII di Jawa Barat pada 7 Agustus 1946, PKI Madiun pada 18 September 1948, APRA di Bandung pada 1949, Pemberontakan RMS di Maluku pada 1950, dan PRRI/Permesta pada 1957-1958.

Pemberontakan yang terjadi pada masa awal kemerdekaan Indonesia terjadi akibat oleh beberapa faktor.

Salah satu faktor penyebab pemberontakan adalah sentimen kedaerahan.

Sentimen kedaerahan kemudian memicu munculnya negara boneka bentukan Belanda, seperti Republik Maluku Selatan (RMS) dan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) yang bertujuan melemahkan posisi NKRI.

Selain itu, pemberontakan juga dilatarbelakangi faktor ideologis yang dipicu oleh ketidakpuasan atas politik di pusat pemerintahan.

Baca: Ucapan Kemerdekaan HUT ke-77 Republik Indonesia, Bisa Dibagikan di Media Sosial

Hasil perjanjian Renville yang tidak menguntungkan pihak Indonesia menjadi salah satu faktor penting munculnya pemberontakan di berbagai daerah.

DI/TII di bawah kepemimpinan Kartosoewirjo memberontak dengan mendirikan Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1946.

Mundurnya Perdana Menteri Amir Sjarifuddin dan digantikan Hatta juga membuat adanya propaganda untuk menghancurkan NKRI melalui pemberontakan PKI di Madiun pada 1948.

Pemberontakan terjadi juga disebabkan oleh faktor kebijakan ekonomi yang dianggap kurang merata pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang disebabkan kurangnya perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah di luar Pulau Jawa.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengapa Banyak Terjadi Pemberontakan pada Awal Kemerdekaan Indonesia?

# HUT ke-77 RI # proklamasi # kemerdekaan # pemberontakan

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Nurul Ashari
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved