Mancanegara
PLTA Kakhovka Berstatus Darurat Berbahaya, Sekali Bendungannya Hancur Bisa Bencana
TRIBUN-VIDEO.COM – Satu lagi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Ukraina yang berstatus darurat berbahaya, setelah PLTN di Zaporizhia kini PLTA Kakhovka juga menjadi sangat rawan bencana.
Hal ini setelah diklaim terus ditembaki oleh pasukan Ukraina yang berusaha merebut kembali ke pangkuan mereka.
Arseniy Zelensky, wakil direktur fasilitas Kakhovka untuk rekonstruksi, mengatakan, penembakan pembangkit listrik tenaga air Kakhovka oleh pasukan Ukraina berisiko "bencana nuklir" .
Menurut Zelensky, seperti dikutip TASS, Kakhovka kini beroperasi dalam mode darurat yang "sangat berbahaya".
Pabrik Kakhovka terletak di Wilayah Kherson di Ukraina selatan, yang direbut oleh pasukan Rusia pada tahap awal operasi militer Moskow.
Bersama dengan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhia yang dikendalikan Rusia, yang terbesar di Eropa, telah diserang oleh pasukan Kiev – dengan menggunakan senjata yang dipasok Barat – menurut otoritas regional.
“Jika ada masalah dengan bendungan pembangkit listrik tenaga air Kakhovka, akan ada masalah besar di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye. Ini dapat menyebabkan bencana nuklir,” kata wakil direktur pabrik Kakhovka, Sabtu (13/8/2022).
Dia menjelaskan kepada wartawan bahwa jika bendungan itu dihancurkan, fasilitas nuklir akan kekurangan air yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktornya.
Dia mengungkapkan bahwa stasiun telah bekerja dalam mode darurat "sejak hari-hari pertama permusuhan."
Baca: Update Hari ke-171, Pasukan Kyiv Hantam Depot Amunisi Rusia, Tank Kiriman Inggris Tiba di Ukraina
Baca: Situasi Konflik Mencekam! Pasukan Rusia Membombardir Kota Sumy di Ukraina 200 Kali dalam Sehari
“Kebutuhan stasiun itu sendiri, cadangan 6 kV, hilang, kami bekerja dalam mode yang sangat berbahaya,” katanya, seraya menambahkan bahwa salah satu turbin harus dimatikan setelah serangan roket Ukraina.
Jika aksi militer berhenti, kata Zelensky, pabrik tersebut dapat “dipulihkan dalam waktu seminggu.”
“Untungnya, stasiun tersebut belum mengalami kerusakan parah, kecuali pembangkit listrik tenaga air nomor tiga yang terbakar pada Maret lalu, butuh waktu 1,5 tahun untuk menyelesaikan pekerjaannya,” katanya.
Pernyataan Zelensky datang sehari setelah Kirill Stremousov, wakil kepala administrasi militer-sipil Wilayah Kherson, mengungkapkan bahwa kota Novaya Kakhovka telah kembali diserang oleh “nasionalis Ukraina” tetapi “tidak ada kerusakan nyata” yang ditimbulkan. “Pembangkit listrik tenaga air tidak rusak,” katanya.
Pada hari Kamis, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa bencana nuklir dapat terjadi “setiap saat” di tengah penembakan “sembrono” terhadap pabrik Zaporozhye oleh pasukan Kiev.
"Serangan kriminal Kiev terhadap fasilitas infrastruktur nuklir mendorong dunia ke ambang bencana nuklir yang akan menyaingi Chernobyl," kata Nebenzia.
Menanggapi klaim Kiev bahwa Rusia adalah yang menargetkan pabrik dalam dugaan plot untuk mendiskreditkan Ukraina, diplomat tersebut mengatakan bahwa Rusia tidak memiliki alasan untuk menargetkan fasilitas atau pasukannya sendiri, dan bahwa beberapa serangan terhadap fasilitas tersebut telah didokumentasikan dari Ukraina- memegang wilayah di Wilayah Dnepropetrovsk.
Departemen Luar Negeri AS, bagaimanapun, memihak Kiev dengan mendukung permintaan untuk zona demiliterisasi di sekitar pembangkit nuklir Zaporozhye dan menyerukan penarikan pasukan Rusia yang mengendalikan daerah tersebut.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Selain di PLTN Zaporizhzhia, PLTA Ini 'Gawat Darurat' Sekali Bendungannya Hancur Bisa 'Kiamat'
# PLTA # Ukraina # Pasukan Kiev # nuklir
Video Production: Eftian Rio Prayoga
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Zelensky Tiba-tiba Ancam Israel dengan Sanksi, Tuduh Tel Aviv Beli Gandum Ukraina Hasil Curian Rusia
11 jam lalu
Berita Terkini
Respons Keras Trump soal Kanselir Jerman yang Sebut Iran Permalukan AS: Dia Tidak Tahu Apa-apa!
14 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Prabowo Singgung Perang Iran-AS hingga Rusia-Ukraina: Kita Gak Ikutan tapi Berpengaruh ke Indonesia
15 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Disebut Instruksikan Persiapan Blokade Jangka Panjang Iran di Tengah Macetnya Diplomasi Nuklir
15 jam lalu
Tribunnews Update
Balasan Santai Trump ke Friedrich Merz, Tegaskan Sikap Keras AS terhadap Iran dan Senjata Nuklir
16 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.