TRIBUNNEWS UPDATE

Gugat Negara Rp 15 T karena Kuasa Dicabut Bharada E, Deolipa Yumara akan Pakai Uang untuk Apa Saja?

Sabtu, 13 Agustus 2022 21:41 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara akan menggugat negara sebesar Rp 15 triliun.

Deolipa menuntut biaya sebesar itu atas kerja lima harinya sebagai pengacara Bharada E.

Ia kemudian menjelaskan uang Rp 15 triliun tersebut akan dibagikan ke banyak pihak.

Baca: Kejanggalan Pengakuan Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Sebut Masih Menutupi Sesuatu

Deolipa menyebutkan ada lima pihak yang nantinya akan menerima uang tersebut seandainya gugatan dikabulkan.

Pertama adalah para petani di Indonesia, kedua para wartawan, ketiga untuk orang yang tidak mampu.

Kemudian untuk pembangunan SDM Polri, dan terakhir akan diberikan kepada keluarga Brigadir J.

“Saya mau foya-foya kan 5 hari Rp 3 triliun saya kasih ke petani-petani di Indonesia Rp 3 triliun saya bagi ke wartawan, Rp 3 triliun ke semua orang susah, Rp 3 triliun SDM Polri jadi bagus, Rp 3 triliun saya mau kasih ke keluarga korban," kata Deolipa Yumara, Sabtu (13/8).

Sementara ia sendiri tak akan mengambil jatah sepeser pun.

"Saya cuma ambil nol rupiah, satu rupiah kan gak ada,” imbuhnya.

Baca: Penampakan Rumah Bripka RR Tersangka Pembunuhan Brigadir J di Banyumas, Ditempati Ibu Seorang Diri

Dikutip dari Tribunnews.com, Deolipa sebelumnya mengumumkan akan menggugat Presiden hingga Kapolri buntut pencopotannya sebagai pengacara Bharada E.

"Kapolri kita gugat, semua kita gugat. Presiden menteri kapolri, wakapolri, semuanya kita gugat supaya kita dapat sebagai pengacara secara perdata Rp 15 triliun," kata Eks Kuasa Hukum Bharada E, Deolipa Yumara saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Gugatan itu nantinya akan didaftarkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Perdata bisa ke PTUN, bisa secara perdata negara. Kan kita ditunjuk negara, negara kan kaya, masa kita minta Rp 15 triliun nggak ada. Ya kalau nggak ada kita gugat," pungkasnya.

Sebagai informasi, Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin dicabut kuasanya sebagai pengacara Bharada E.

Hal ini diketahui dalam surat pencabutan kuasa yang tersebar di media sosial.

Pencabutan surat kuasa tersebut berupa foto surat pencabutan yang ditandatangani Bharada E dan ditandatangani di atas materai.

Baca: Dipanggil Ferdy Sambo & Istrinya seusai Tembak Brigadir J, Bharada E & Bripka RR Disodori Uang Dolar

Bharada E telah mencabut kedua kuasa hukum itu terhitung sejak Rabu (10/8/2022).

Namun, Deolipa menganggap pencabutan kuasa itu akibat adanya intervensi pihak lain.

Ia pun menduga Bharada E ditekan sehingga mencabut kuasanya sebagai pengacara.

Sementara itu, Bareskrim telah memberikan penjelasan terkait hal ini.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan, keputusan itu murni dari Bharada E sendiri.

Menurutnya, Bharada E selaku pemberi kuasa berhak memilih pengacara yang diinginkan.

Baca: Sosok Briptu Martin Gabe, Polisi yang Laporkan Brigadir J atas Dugaan Percobaan Pembunuhan Bharada E

"Ya namanya juga ditunjuk. Kalau penunjukannya ditarik kan terserah yang nunjuk," ujar Andi saat dimintai konfirmasi, Jumat (12/8/2022). (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Eks Kuasa Hukum Bharada E Gugat Presiden Hingga Kapolri Rp 15 T Buntut Pencopotan Sebagai Pengacara

# kuasa hukum # Bharada E # Brigadir J # Deolipa Yumara # TRIBUNNEWS UPDATE

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribunnews.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved