Terkini Nasional

Terungkap Motif Pembunuhan terhadap Brigadir J, Polri: Ferdy Sambo Mengaku Marah dan Emosi

Jumat, 12 Agustus 2022 07:49 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Berikut ini update kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J setelah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka.

Polri memberikan update terbaru pascapenetapan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Di antaranya mengenai pengakuan Ferdy Sambo soal motif pembunuhan.

Di sisi lain, daftar perwira polisi yang ditempatkan di tempat khusus karena diduga melakukan pelanggaran kode etik juga bertambah.

Berikut update kasus pembunuhan Brigadir J, Kamis (11/8/2022).

1. Pengakuan Ferdy Sambo soal motif pembunuhan

Irjen Ferdy Sambo diperiksa untuk pertama kalinya sebagai tersangka pada Kamis (11/8/2022).

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan Ferdy Sambo diperiksa sebagai tersangka di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Baca: Ferdy Sambo Ngaku Karang Cerita Tembak Menembak Brigadir J, Lewat Kuasa Hukum Minta Maaf

Pemeriksaan berlangsung dari pukul 11.00 hingga 18.00 WIB.

Menurut Brigjen Andi, salah satu keterangan yang didapat dari Ferdy Sambo adalah soal motif pembunuhan terhadap Brigadir J.

Dalam keterangannya, Ferdy Sambo mengaku marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, Putri Chandrawathi yang mengaku mendapat tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga oleh Brigadir J di Magelang.

"Dalam keterangannya, tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, PC, yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh almarhum Brigadir Joshua," kata Brigjen Andi Rian dikutip dari tayangan KompasTV.

Setelah itu, Irjen Ferdy Sambo memanggil tersangka RR dan RE untuk melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Sayangnya, polisi tidak merinci apa yang dimaksud dengan tindakan melukai harkat dan martabat yang disebut Ferdy Sambo.

Brigjen Andi mengatakan hal itu nantinya akan dibuka di pengadilan.

“Secara spesifik ini hasil pemeriksaan dari tersangka FS. Untuk nanti menjadi jelas tentunya nanti dalam persidangan akan dibuka semunya,” ujarnya.

2. Daftar polisi yang ditempatkan di tempat khusus bertambah

Dalam kesempatan yang sama, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan daftar polisi yang ditempatkan di tempat khusus karena diduga melakukan pelanggaran kode etik atau pidana bertambah menjadi 12 orang.

Sebelumnya, pada konferensi pers Selasa (9/8/2022) malam, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan ada 11 polisi yang ditempatkan di tempat khusus.

Baca: Diperiksa soal Kasus Brigadir J, 1 Anggota Polda Metro Jaya Berpangkat AKBP Ditahan di Mako Brimob

Irjen Dedy mengatakan, terbaru, polisi yang ditempatkan di tempat khusus menjadi 12 orang atau bertambah satu orang.

Satu orang yang ditempatkan di tempat khusus itu yakni Perwira dari Polda Metro Jaya yang bertugas sebagai penyidik.

Dari hasil pemeriksaan Inspektur Khusus (Irsus) hari ini, satu Perwira berpangkat AKBP itu diduga melakukan pelanggaran kode etik dan kini ditempatkan di tempat khusus.

"Dari Irsus sudah memeriksa satu penyidik dari Polda Metro Jaya. Dari hasil pemeriksaan, selesai pemeriksaan langsung ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob. Sore hari ini, pangkat AKBP, dikirim langsung ke Mako Brimob." ujarnya.

Irjen Dedi menegaskan, kini jumlah polisi yang ditempatkan di tempat khusus menjadi 12 orang.

Enam orang ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob dan sisanya di Mabes Polri.

"Patsus di sini (mako brimob ada 6), yang di Provost ada 6, jadi 12. Kemarin kan pak Kapolri menyampaikan 11 orang," ujarnya.(*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul UPDATE Kasus Brigadir J: Kata Ferdy Sambo soal Motif Pembunuhan hingga Perwira AKBP Dibawa ke Brimob

# Brigadir J # Pengakuan Ferdy Sambo # Ferdy Sambo # Brigjen Andi Rian Djajadi # Mako Brimob  

Editor: Unzila AlifitriNabila
Video Production: Tegar Melani
Sumber: Tribunnews.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved