Tribunnews Update

Unsur Pembunuhan Berencana Irjen Ferdy Disebut Belum Terlihat, Pakar: Peluang Hukuman Mati Kecil

Kamis, 11 Agustus 2022 07:03 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo terancam hukuman mati seusai ditetapkan terjangka kematian Brigadir J.

Namun, salah seorang pakar hukum menilai, vonis hukuman mati kepada Irjen Ferdy dinilai kecil.

Hal itu diungkapkan oleh Pakar hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Profesor Suparji Ahmad.

Ia pun mengungkap alasannya mengapa peluang hukuman mati tersebut kecil.

Menurutnya, mengkonstruksikan pembunuhan berencana harus ada persiapan.

Baca: Keluarga Bharada E Tinggalkan Kampung Halaman hingga Ganti Nomor HP: Khawatir Terjadi Apa apa

Terutama jeda waktu antara perencanaan dan aksi.

"Tetapi itu peluang (hukuman mati) yang tidak besar gitu loh. Karena apa? Mengkonstruksikan pembunuhan berencana ini kan tidak mudah gitu. Harus ada persiapan, harus ada perencanaan yah yang itu punya jeda waktu antara perencanaan dengan kejadiannya itu," kata Suparji kepada Tribunnews.com, Rabu (10/8/2022).

Sedangkan dalam kasus penembakan Brigadir J, menurutnya merupakan sebuah reaksi spontanitas, bukan melalui perencanaan.

"Sementara kalau dilihat dari kejadiannya ini kan sebagai suatu spontanitas, sebagai suatu reaksi yang terjadi tanpa rencana gitu loh yah," ujarnya.

Ia menjelaskan, dijadikannya Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana belum kelihatan unsur-unsurnya.

Baca: Mahfud MD Sebut Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J Sensitif: Hanya Boleh Didengar Orang Dewasa

Kendati demikian, Suparji menyebut, peluang Sambo divonis hukuman mati ada lantaran dikenakan Pasal 340 KUHP.

"Tapi untuk pembunuhan berencana ini sementara belum kelihatan unsur-unsurnya. Namun peluang (hukuman mati) itu ada mengingat disangkakan dengan 340 (KUHP) tadi," ucapnya.

Diketahui, saat ini kepolisian telah menetapkan empat orang tersangka dalam insiden ini.

Empat tersangka tersebut diantaranya, Bharada RE, Bripka RR, KM, dan Irjen Pol FS.

Pembunuahn itu terjadi lantaran adanya perintah dari Irjen Ferdy Sambo.

Para tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yakni pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara selama-lamanya 20 tahun

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebut Peluang Ferdy Sambo Hukuman Mati Kecil, Pakar Hukum Al-Azhar: Itu Reaksi Spontanitas!

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Johnson Simanjuntak

Host: Tini Afshin
VP: Jalu Setyo Nugroho

#BrigadirJ
#BharadaE
#KadivPropam

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Jalu Setyo Nugroho
Sumber: Tribunnews.com

KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved