TRIBUNNEWS UPDATE
Dokter yang Pertama Kali Autopsi Brigadir J Didesak agar Diperiksa, Polri Tegaskan Tak Ada Rekayasa
TRIBUN-VIDEO.COM - Hasil autopsi pertama jenazah Brigadir J sebelumnya sempat diragukan oleh pihak keluarga.
Lantaran ditemukan sejumlah kejanggalan, keluarga akhirnya mendesak untuk dilakukan autopsi ulang.
Terkait hal ini, Polri menegaskan bahwa tidak ada rekayasa pada hasil autopsi yang pertama.
Baca: Bharada E Akui Tembak Brigadir J Sambil Pejamkan Mata, akan Dieksekusi Jika Tak Lakukan Penembakan
Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo memastikan bahwa dokter forensik dari RS Polri bekerja secara profesional.
Dikutip dari Kompas.com, para dokter memegang teguh kode etik profesi dan melakukan tugasnya sesuai SOP yang berlaku.
"Ya sesuai SOP, keilmuan, metode, dan kode etik profesi mereka melakukan otopsi tersebut," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Rabu (10/8/2022).
Selain itu, mereka juga menyampaikan hasil autopsi jenazah Brigadir J berdasarkan keilmuan.
Sehingga, Dedi menegaskan tidak ada rekayasa dalam autopsi pertama.
Baca: Sosok Brigjen Ahmad Ramadhan yang Disorot karena Sampaikan Kronologi Awal Kasus Tewasnya Brigadir J
"Tidak ada rekayasa autopsi," ucapnya.
Sementara itu, Dedi mengatakan hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Hasil autopsi nantinya akan disampaikan oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).
"Tunggu hasil dari PDFI yang dalam waktu dekat akan disampaikan hasil autopsi kedua," imbuh Dedi.
Dikutip dari TribunJambi.com, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Ramos Simanjuntak sebelumnya meminta dokter forensik yang mengautopsi jenazah Brigadir J pertama kali agar diperiksa.
"Dokter yang memeriksa seharusnya juga diperiksa, karena mereka yang awal mula turut serta menghalang-halangi dan menutupu hal tersebut," kata Ramos, Selasa (9/8/2022).
Pasalnya, Ramos menilai Kapolri hanya menyebut pihak-pihak yang diduga tidak profesional dari kalangan Bareskrim, Propam, Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan.
Baca: Seusai Bernyanyi Soal Tewasnya Brigadir J Kini Bharada E Minta Tunangan dan Keluarganya Dilindungi
Menurutnya, keterlibatan tim dokter dalam proses autopsi harus dipastikan benar-benar mematuhi kode etik.
Ramos kembali menekankan, bahwa semua dokter yang terlibat harus menyampaikan hasilnya secara jujur.
"Mereka ada sumpah kedokteran, dan mereka harus menyampaikan secara jujur, tidak boleh menutup-nutupi," katanya. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
# TRIBUNNEWS UPDATE # autopsi # jenazah # Brigadir J # Polri # Irjen Dedi Prasetyo
Reporter: Agung Tri Laksono
Sumber: Kompas.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Buntut soal Kasus Izin WNA, Prabowo Resmi Copot Silmy Karim dari Jabatan Wamen IMIPAS
10 jam lalu
Tribunnews Update
Nanik S Deyang Tegas! Dapur Baru Makan Bergizi Gratis Disetop Dulu, Program MBG Dievaluasi
10 jam lalu
Tribunnews Update
Geger! KPK Bongkar Dugaan Setoran Jatah Jumat Rp 100 Juta dalam Kasus Izin Tinggal WNA
10 jam lalu
Tribunnews Update
Draf Kesepakatan AS-Iran Terungkap, Ada Empat Tahap Gencatan Senjata dan Penarikan Pasukan AS
10 jam lalu
Tribunnews Update
Rubio Bantah Trump Sering Tertidur saat Rapat, Tetap Membela Meski Ditunjukkan Bukti Video Viral
10 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.