Terkini Nasional
Teka-teki Rumah Pribadi Ferdy Sambo Didatangi Brimob & Inafis Terjawab, Ini Penjelasannya
TRIBUN-VIDEO.COM - Rumah Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan digeruduk anggota Brimob, Tim Inafis Polri dan Provos, pada Selasa (9/8/2022).
Anggota Brimob bersenjata lengkap tersebut tak menjawab sama sekali pernyataan wartawan terkait maksud dan tujuannya datang ke rumah Ferdy Sambo.
Sambil diam seribu bahasa, Brimob memasang garis polisi mengitari rumah Ferdy Sambo.
Tak cuma itu, Tim Inafis Polri dan beberapa anggota Brimob juga terlihat memasuki rumah Ferdy Sambo, yang di dalamnya ada Putri Candrawathi.
Teka-teki kedatangan Brimob, Provos, dan Tim Inafis Polri perlahan terjawab.
Mantan Kapolda Jawa Barat, Anton Charliyan memberikan penjelasan tegas.
Hal tersebut disampaikan Anton saat menjadi narasumber di Kompas Petang.
Anton menduga di rumah pribadi Ferdy Sambo tersebut dapat dipastikan terjadi peristiwa kriminal yang berhubungan dengan tewasnya Brigadir J.
"Peristiwa pidana terjadi, tidak mungkin misalkan warung atau pasar di pasang garis polisi," tegas Anton.
Baca: Detik-detik Pengumuman Tersangka Baru Pembunuhan Brigadir J, Rumah Ferdy Sambo Dijaga Ketat
"Itu artinya ada persitiwa pidana apalagi datang Inafis, " imbuhnya.
Anton menegaskan kedatangan Inafis karena ingin melakukan olah TKP.
"Ini ingin mengetahui jejak-jejak apa di TKP tersebut," ucap Anton.
"Apakah ada jejak darah, sisa rambut, kulit, dan lainnya,"
"Intinya di tempat tersebut tejadi peristiwa pidana! Baik di kediaman, baik di rumah dinas Ferdy Sambo," imbuhnya.
Anton Charliyan juga menjelaskan, bahwa Tim Inafis dengan tekologi lebih baru dan modern, mungkin bisa mendeteksi adanya bekas peluru atau darah di rumah pribadi Ferdy Sambo.
"Kalau masih 30 hari Insyallah masih bisa kelacak, begitu juga kalau ada bekas peluru," kata Anton.
Putri Baru Selesai Diperiksa LPSK
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) rampung memeriksa psikologis istri mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Pemeriksaan psikolgis itu dilakukan di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022).
Tim asesmen dari LPSK keluar dari rumah pribadi Ferdy Sambo sekitar pukul 13.30 WIB.
Mereka menumpangi dua mobil yang dipasangi stiker LPSK.
LPSK tidak menyampaikan pernyataan apa pun setelah memeriksa psikologis Putri Candrawathi.
Pemeriksaan psikologis itu berlangsung selama sekitar tiga jam.
Selama pemeriksaan berlangsung, beberapa orang berbadan tegap berjaga di depan rumah pribadi Ferdy Sambo.
Sejumlah polisi juga ikut melakukan penjagaan.
Kapolsek Pancoran Kompol Rudi dan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ruslan terlihat berada di depan rumah pribadi Ferdy Sambo.
Setelah tim asesmen LPSK meninggalkan lokasi, awak media diminta untuk menjauh dari kediaman Ferdy Sambo.
"Tolong agak ke sana ya, jangan menutupi jalan," kata salah satu anggota polisi.
Baca: Dijaga Ketat, Rumah Pribadi Ferdy Sambo Dipasang Garis Polisi, Jelang Kapolri Umumkan Tersangka Baru
Sebelumnya, Juru Bicara/Tenaga Ahli LPSK Rully Novian mengatakan langkah jemput bola dengan mendatangi rumah Putri Candrawathi dilakukan karena berdasar keterangan tim penasihat hukum istri Ferdy Sambo itu mengalami trauma.
Trauma tersebut membuat Putri tidak dapat datang langsung ke kantor LPSK untuk menjalani pemeriksaan psikologis dengan tim psikolog LPSK untuk proses permohonan perlindungan.
"Dalam menangani permohonan perlindungan LPSK bisa melakukan analisis terkait psikologis atau asesmen psikologis di mana saja, tentu bukan tempat yang menjadi orientasi LPSK," kata Rully, Rabu (3/8/2022).
Asesmen psikologis tersebut yang menjadi bahan pertimbangan pimpinan LPSK untuk menentukan apakah menerima atau menolak permohonan perlindungan yang diajukan istri Ferdy Sambo.
Dalam hal ini Putri mengajukan permohonan perlindungan sebagai korban kasus dugaan pelecehan dan pengancam dilakukan Brigadir J yang kasusnya kini ditangani Bareskrim.
"Untuk jadwal sendiri LPSK sedang mengagendakan. Tentu kita harus memahami situasi dan dinamika yang terjadi dalam kasus ini. LPSK sudah menjadwalkan agenda tersebut," ujarnya.
Sebagai informasi, Putri Candrawathi sudah beberapa kali mangkir dari panggilan LSPK terkait permohonannya untuk mendapat perlindungan.
Pada Senin (1/8/2022), pengacara dan tim psikolog pribadi Putri mendatangi LPSK untuk menginformasikan bahwa kliennya masih trauma hingga tak bisa hadir.
Bahkan, pihak Putri dikabarkan memberi tawaran pada LPSK untuk memakai hasil asesmen dari tim psikologisnya sendiri.
"Kemarin pengacaranya sudah datang, bahkan psikolog yang menangani selama ini juga ikut hadir, tapi kami tetap menyatakan bahwa LPSK tetap harus melakukan asesmen psikologis sendiri kepada yang bersangkutan," tegas Hasto.
"Kita mencoba berkomunikasi lebih lanjut, kita belum tahu," imbuhnya terkait jadwal pertemuan dengan PC.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Terjawab Teka-teki Rumah Ferdy Sambo Digeruduk Brimob dan Inafis, Eks Kapolda: Ada Peristiwa Pidana
Video Production: Damara Abella Sakti
Sumber: TribunJakarta
LIVE UPDATE
Penutupan Kejuaraan Menembak Brimob Xtreme 2026: Ajang Menembak Internasional Sarat Prestasi
6 hari lalu
Nasional
Misterius! Lokasi Penemuan Jasad Pria Terkubur di Lahan Kosong Dekat Brimob Cikeas Disorot Publik
Jumat, 27 Maret 2026
Tribunnews Update
Pengakuan Ibu Bhayangkari Korban KDRT Brimob hingga Kritis di Ternate, Ungkap Penganiayaan Brutal
Kamis, 26 Maret 2026
Tribunnews Update
Tampang Oknum Brimob Penganiaya Istri hingga Pendarahan Otak di Ternate, Terancam Pasal Berlapis
Kamis, 26 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Oknum Brimob di Ternate Lakukan KDRT, Istri Alami Pendarahan Otak hingga sang Anak Turut Dianiaya
Rabu, 25 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.