Terkini Nasional
Profil Ibu Fatmawati, sang Penjahit Sang Saka Bendera Merah Putih atau Bendera Pusaka
TRIBUN-VIDEO.COM - Simak profil dan sejarah yang menjahit sang saka bendera merah putih dalam artikel ini.
Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir Soekarno pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.
Pada saat yang sama, dikibarkan Bendera Merah Putih dan dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan WR Supratman.
Sebelum dikibarkan, bendera merah putih dijahit oleh Ibu Fatmawati dengan ukuran yang sangat besar.
Bendera merah putih yang dijahit Ibu Fatmawati dikenal dengan bendera pusaka.
Sejak tahun 1969, bendera tersebut tidak lagi dikibarkan dan diganti dengan bendera duplikat.
Lalu siapakah Ibu Fatmawati?
Profil Ibu Fatmawati, yang Menjahit Bendera Merah Putih
Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, berikut profil penulis naskah proklamasi:
Fatmawati adalah anak dari pasangan Hasan Din dan Chadijah.
Pada usia 6 tahun, Fatmawati bersekolah di Sekolah Gedang (Sekolah Rakyat).
Akan tetapi, pada tahun 1930 dipindahkan ke sekolah berbahasa Belanda (HIS).
Baca: Potret Rumah Bersejarah di Rengasdengklok, Saksi Bisu Penculikan Soekarno-Hatta sebelum Kemerdekaan
Saat menduduki kelas 3, Fatmawati dipindahkan lagi oleh ayahnya ke sekolah HIS Muhammadiyah.
Hal tersebut membuat Hasan Din harus meninggalkan pekerjaannya di Borsumij.
Setelah itu, Hasan Din mengalami keadaan ekonomi yang cukup berat.
Mengetahui itu, Fatmawati membantu meringankan beban orang tuanya dengan berjualan kacang bawang yang digoreng oleh ibunya atau menunggui warung kecil di depan rumahnya.
Kemudian, keluarga Fatmawati memutuskan untuk pindah ke ke kota Palembang.
Lalu, pada suatu hari, Fatmawati diajak oleh ayahnya untuk bersilaturahmi dengan Ir. Soekarno.
Saat itu, Ir. Soekarno merupakan seorang tokoh pergerakan yang dibuang ke Bengkulu.
Kesan pertama Fatmawati saat bertemu dengan Ir. Soekarno adalah sosok yang tidak sombong, memiliki sinar mata berseri-seri, berbadan tegap serta tawanya lebar.
Kemudian, hubungan kedua keluarga tersebut terjalin sangat baik.
Mereka memiliki kesamaan pikir untuk memajukan serta merubah kehidupan bangsa yang semakin hari semakin tertindas.
Fatmawati juga mendapat bantuan dari Ir. Soekarno untuk bersekolah di RK Vakschool.
Namun, saat Fatmawati meminta pandangan Soekarno tentang pinangan seorang pemuda anak Wedana, raut wajah Soekarno berubah dan dengan suara pelan dan berat Soekarno mengeluarkan isi hatinya.
Mendengar penyataan Soekarno, Fatmawati sangat terkejut.
Baca: Monumen Nani Wartabone Saksi Bisu Sejarah, Sosoknya Jadi Proklamator Kemerdekaan RI di Gorontalo
Setelah mendengar pernyataan Soekarno, Fatmawati gelisah.
Ia tidak mau mengkhianati kaumnya karena Soekarno telah beristri .
Akhirnya, kegelisahan tersebut disampaikan Fahmawati kepada ayahnya.
Beberapa waktu kemudian, Fatmawati mendengar rumah tangga Soekarno dan istrinya, Inggit Garnasih berakhir.
Mereka sempat berpisah sebentar karena suasana peralihan yang cepat dari kekuasaan penjajah Belanda kepada tentara Jepang.
Lalu, Bung Karno memberi kabar serta mengatur jalan menuju keperkawinan melalui teman-temannya.
Kemudian, saat Fatmawati berusia 20 tahun, ia memutuskan untuk menikah dengan Bung Karno.
Setelah menikah, Fatmawati meninggalkan kota Bengkulu dengan diiringi kedua orang tuanya menuju kota Jakarta.
Hubungan keduanya sangat harmonis.
Pada tahun 1994, Fatmawati melahirkan putra pertamanya yang diberi nama Muhammad Guntur Soekarno Putra.
Pada 17 Agustus 1945, Fatmawati melihat banyaknya orang berkumpul di rumahnya.
Mereka memanggil Bung Karno untuk segera mengambil tindakan.
Lalu, sekitar pukul 09.00 pagi, dibacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Saat Bung Karno hijrah ke Yogyakarta, Fatmawati mendampinginya dan melahirkan anak keduanya yaitu Megawati Soekarno Putri.
Pada tanggal 27 September 1951 Fatmawati melahirkan anak perempuan lagi yang diberi nama Dyah Permana Rachmawati.
Kemudian, anak keempat Fatmawati lahir dan diberi nama Dyah Mutiara Sukmawati.
Pada 13 Januari 1953, Fatmawati melahirkan anak laki-laki bernama Muhammad Guntur Irianto Sukarno Putra.
Beberapa waktu kemudian, setelah menunaikan ibadah Umroh, Fatmawati terkena serangan penyakit jantung.
Ia meninggal dunia dan dikebumikan di pemakaman umum Karet Jakarta.
(Tribunnews.com/Farrah Putri)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Siapa yang Menjahit Sang Saka Bendera Merah Putih? Inilah Profil dan Sejarahnya
# Proklamasi Kemerdekaan Indonesia # Soekarno # Jakarta # WR Supratman # Fatmawati # bendera Pusaka # Palembang # Bengkulu
Sumber: Tribunnews.com
Local Experience
Liburan Kece Tanpa Boros di OPI Water Fun Jakabaring Palembang
Selasa, 23 Desember 2025
Tribunnews Update
Rumahnya di Jakarta Utara Kerap Kebanjiran, Aktris Eriska Rein Harap Ada Perhatian dari Pemerintah
Selasa, 23 Desember 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
8 Lokasi Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta, Berpusat di Bundaran HI Tak Ada Pesta Kembang Api
Senin, 22 Desember 2025
Viral di Medsos
Viral! Penumpang TransJakarta Dimaki Ibu-ibu, Manajemen Minta Maaf & Jelaskan soal Kursi Prioritas
Senin, 22 Desember 2025
Live Update
Sebagian Ruas Jalan Tol Palembang-Betung Dibuka Fungsional saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Trafik
Senin, 22 Desember 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.