Minggu, 12 April 2026

TERKINI NASIONAL

Bharada E Menyesal Ikut Skenario dari Atasannya, Cerita Keterlibatan Ferdy Sambo

Selasa, 9 Agustus 2022 12:46 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Bharada Richard Eliezer Lumiu atau Bharada E buka suara terkait keterlibatan Irjen Ferdy Sambo pada kematian Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Bharada E berencana mengajukan Justice Collaborator ke LPSK untuk membongkar pelaku utama pembunuhan Brigadir J.

Ia merasa lebih lega saat ini. Apalagi, publik dan sejumlah pengacara mendukungnya untuk mengungkap fakta yang sesungguhnya.

Titik terang kasus Brigadir J segera terlihat.

Namun, pada hari ini Senin (8/8/2022), Bharada E melalui kuasa hukumnya Deolipa Yumara membeberkan sedikit keterlibatan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Namun ia memastikan Bharada E menembak Brigadir J tanpa motif.

Sebab penembakan yang dilakukan Bharada E adalah atas perintah atasannya.

Baca: Bharada E Mengajukan Diri sebagai Justice Collaborator, Dinilai Langkah Cerdas oleh Kriminolog

Saat ditanya siapa atasan yang dimaksud, Deolipa mengatakan pimpinan utama dan kelompok lain diatas Bharada E.

"Ya pimpinan utamalah, masa harus dijelaskan, yang memerintahkannya. Ini masuk ranah penyidikan," kata Deolipa di Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Senin (8/8/2022).

Terkait apakah Bharada E bercerita tentang keterlibatan Irjen Ferdy Sambo dalam kasus meninggalnya Brigadir J, Deolipa tidak membantahnya.

"Tentunya ada cerita itu. Ini kan satu paket, karena Bharada E ajudannya (Irjen Ferdy Sambo). Jadi ada cerita itu," tegas Deolipa.

Ia mengatakan keterlibatan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadi J, karena disuruh atau diperintahkan menjalankan skenario yang disiapkan.

"Satu hal keterlibatan dia tanpa motif. Jadi bila terjadi pembunuhan oleh dia itu, tanpa motif karena penembakan atas dasar perintah. Siapa yang memerintah, ini dalam wilayah penyidikan," kata Deolipa.

Ia mengatakan Bharada E sebelumnya mengalami tekanan akibat perintah atau tekanan masa lalu. Tekanan ini kata Deolipa termasuk permintaan pembuatan skenario.

Baca: Respons Keluarga Brigadir J soal Surat Bharada E Memaafkan namun Proses Hukum Tetap Berjalan

"Seolah-olah kejadiannya begini, padahal dalam kenyataannya kejadiannya tidak begini, tapi begitu. Dia berubah dari posisi dimana saat tekanan begini begini begini, dia harus bercerita apa adanya. Jadi ada perubahan," kata Deolipa.

Menurut Deolipa tidak ada peristiwa tembak menembak seperti cerita terdahulu.

"Skenario terdahulu kan cerita omong kosong sebenarnya. Tidak ada tembak menembak sebenarnya, walaupun ada penembakan. Bharada E tetap menembak tapi tidak seperti skenario sebelumnya terdahulu," ujarnya.

Saat ini kata Deolipa, Bharada E siap sekali menjadi justice collaborator dan akan bercerita apa adanya atau kejadian yang sebenarnya hingga kematian Bang Yos panggilan Bharada E ke Brigadir J.

"Supaya dia tidak dipersangkakan yang terlalu buruk juga. Ini untuk kepentingan dia juga, karena dia perlu mendapat pendampingan hukum yang baik," katanya.

"Bharada E akan mengungkap kejadian yang sebenar-benarnya yang terjadi, yang dialami, dilihat langsung dan dilakukan beliau," katanya.

Menurut Deolipa saat ini Bharada E merasa lebih tenang dan nyaman karena sudah mau berniat membuka kejadian yang sebenarnya.

"Setelah dia berdoa, dia merasa nyaman dan tenang. Dia merasa bahwasanya, selama ini dimanfaatkan oleh pimpinannya. Sehingga dia sadar, dia menyesali perbuatannya dan mau terus terang semuanya. Sebab juga ada rasa bersalah dia kepada korban, kemudian juga kepada masyarakat, termasuk juga kepada Institusi Polri didamaikan," katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Bharada E Nyesal Ikut Skenario, Ngaku Salah ke Bang Yos hingga Cerita Keterlibatan Ferdy Sambo

# Bharada E # Ferdy Sambo # Brigadir J

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Muh Rosikhuddin
Sumber: Tribun Medan

Tags
   #Bharada E   #Ferdy Sambo   #Brigadir J

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved