Terkini Nasional
Update Covid-19 Indonesia, Kasus Positif Tambah 4.425, Total 6.249.403
TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan adanya peningkatan kasus pada Senin (8/8/2022).
Satgas Covid-19 mencatatkan adanya penambahan jumlah kasus positif sebanyak 4.425 kasus, pada Senin ini.
Jumlah peningkatan ini lebih banyak dibandingkan dengan peningkatan hari sebelumnya, yakni 4.279 kasus.
Kini total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 6.249.403 terhitung mulai 2 Maret 2020.
Tingkat kesembuhan dari Covid-19 juga mengalami peningkatan, yakni sebanyak 4.919 orang dinyatakan sembuh.
Baca: Dinyatakan Positif Covid-19, Kang Ki Young Batal ke Bali Bersama Pemain Extraordinary Attorney Woo
Dengan penambahan itu, maka total orang yang sembuh berjumlah 6.042.657 jiwa.
Satgas Covid-19 juga mencatatkan sebanyak 18 orang dinyatakan meninggal dunia.
Sehingga menambah daftar panjang total orang meninggal dunia akibat virus Covid-19 menjadi 157.113 orang.
Update informasi data sebaran kasus Covid-19 pada tiap provinsi dapat di akses di sini.
Epidemiolog dan peneliti dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan Indonesia masih berada di gelombang empat Covid-19 dengan puncaknya mungkin di akhir bulan Agustus atau September 2022 mendatang.
Meski dmeikian, kasus kematian akibat Covid-19 masih tergolong rendah.
"Masa rawan kita, saya prediksi sampai Oktober. Bukan berarti banyak kematian. Tapi kalau kita lemah testing, tracing, dan treatment (3 T), mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5 M), serta vaksinasi, pada gilirannya akan memakan jiwa kelompok paling rawan, seperti lansia, tenaga kesehatan, komorbid, ibu hamil dan anak."
"Di Indonesia kelompok rawan banyak, karena jumlah penduduk kita besar. Ini harus disadari semua pihak," kata Dicky dalam pernyataannya, Senin (8/8/2022).
Pergerakan menuju puncak Covid-19 varian BA.5, kata Dicky, lebih lamban karena banyak masyarakat sudah memiliki imunitas.
Namun, Dicky mengimbau agar masyarakat mewaspadai dan mengamati dampak yang hadir di tengah gelombang empat.
Menurut DIcky, varian BA.275 belum menggeser dominasi BA.5.
Setidaknya 2 persen dari yang dites Covid-19 harus menjadi genome sequencing.
Baca: Bahagia dengan Kelahiran Anak Ketiga, Eza Gionino Sempat Stres saat sang Istri Terpapar Covid-19
Dengan melihat virus Covid-19 yang terus bermutasi, Dicky mengakui sulit mengatakan kapan Covid-19 akan jadi penyakit biasa.
Menurut dia, ada banyak yang mempengaruhi peralihan Covid-19 jadi penyakit biasa.
Seperti di antaranya soal stigma, obat, karakter dan sifat virus.
Kehadiran obat juga mempengaruhi perubahan Covid-19 jadi penyakit biasa.
"Tidak ada kematian, karena obatnya ada. Sekarang obat selain mahal, masih terbatas dan belum memadai," jelas Dicky.
Masalahnya, kata Dicky, kalau Covid-19 terus bermutasi melahirkan varian baru akan mengurangi efikasi vaksin.
Kondisi ini tidak bisa diatasi hanya dengan vaksinasi dan obat.
Sangat diperlukan pendekatan dengan meningkatkan 3T dan 5M.
"Perilaku hidup bersih dan sehat harus jadi budaya baru. Itu yang mengurangi potensi virus bermutasi," kata Dicky.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/ Johnson Simanjuntak)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS Covid-19 Indonesia 8 Agustus 2022, Tambah 4425, Total 6.249.403 Kasus
# Covid-19 # Indonesia # kasus # Epidemiolog
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Relawan Minta Kepastian Hukum Kasus Roy Suryo dkk: Jokowi Siap Bawa Ijazah ke Sidang
2 hari lalu
SUPERSKOR
Moto2 Spanyol: Mario Suryo Aji Lolos Q2 Pecahkan Rekor, Target 10 Besar Jadi Misi Besar
2 hari lalu
Tribunnews Update
Indonesia Kutuk Keras Israel atas Gugurnya Praka Rico Pramudia, Anggap sebagai Kejahatan Perang
2 hari lalu
Internasional
Pakar Bongkar Kelemahan Diplomasi Indonesia! hingga 2 Kapal Pertamina Terjebak di Hormuz
3 hari lalu
Terkini Nasional
Kronologi Maut! Kakek 4 Cucu di Surabaya Tewas Ditusuk Teman Sendiri, Cekcok Subuh Berujung Maut
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.