Selasa, 14 April 2026

Terkini Nasional

BHARADA E Cerita Sebenarnya, Lihat Sambo Pegang Pistol Di Samping Jasad Brigadir J

Senin, 8 Agustus 2022 17:35 WIB
Tribun Sumsel

TRIBUN-VIDEO.COM - Bharada E ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir J akhirnya menguak fakta sebenarnya.

Bharada E nyatakan tidak ada kontak tembak antara dirinya dengan Brigadir J.

Bahkan Bharada E mengaku saat dia turun dari lantai dua rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo itu, ia melihat Brigadir J sudah terkapar di lantai.

Dan Melihat Irjen Ferdy Sambo berada di samping jasad memegang pistol.

Bharada E melalui Kuasa Hukum baru Deolipa Yumara dengan tegas mengatakan jika kliennya tidak ada motif melakukan penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabara alias Brigadir J.

Baca: Pistol Glock 17 yang Digunakan untuk Menembak Mati Brigadir J ternyata Milik Bharada E Sendiri

Deolipa Yumara dalam siaran langsung Kompas TV Petang menjelaskan, jika kliennya, Bharada E saat ini sudah merasa tenang dan sudah siap menceritakan semua kejadian sebenarnya terhadap penyidik.

"Bharada E merasa bersalah dan berdosa karena kejadian ini. Dia berdoa kepada Tuhannya dan meminta pengampunan dan dari situ dia sudah merasa lega," ujarnya.

Bharada E pun melalui kuasa hukumnya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, kepada orang tuanya, kepada keluarga Brigadir Yosua, dan kepada institusi Polri.

Menurut Deolipa, Bharada E sudah siap menjelaskan semua kepada penyidik.

"Bharada E sudah merasa tenang. Sehingga ia sudah bisa menceritakan kejadian sebenarnya,” ungkap kuasa hukum.

Saat ini, terang Deolipa, Bharada E tidak lagi takut karena sudah berserah pada Tuhan apa pun terjadi.

Bahkan, Bharada E pun saat ini telah dikawal ketat oleh Bareskrim Polri.

Baca: Bharada E Bantah Kronologi Baku Tembak yang Mengakibatkan Brigadir J Terbunuh

Deolipa lagi-lagi menyebut, secara prinsip, Bharada E tak punya motif atau alasan membunuh Brigadir Yosua, apalagi di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo yang saat itu menjabat Kadiv Propam.

"Kita bisa simpulkan tentunya ada perintah kepadanya," ungkap Deolipa Yumara, Minggu (7/8/2022).

Sumber perintah untuk membunuh Brigadir Yosua Hutabarat juga diungkap oleh Bharada E.

"Sudah dikatakan yang bersangkutan, untuk penyidikan, kita tidak akan buka. Kita biarkan penyidik bekerja dan yang menjelaskan," terangnya.

Lalu, apakah benar Bharada E ikut menembak Brigadir Yosua?

Deolipa menyatakan kliennya telah mengatakan pernyataan jujur soal perintah melakukan tindak pidana pembunuhan.mengakui bahwa ia melakukan hal tersebut karena diperintah oleh atasannya.

"Ya. Dia diperintah oleh atasannya langsung. Atasan yang dia jaga," ujar Deolipa

"Perintahnya, ya, untuk melakukan tindak pidana pembunuhan," tambahnya.

Adapun Bharada E mengakui bahwa keterangan yang selama ini ia sampaikan dalam penyidikan ternyata banyak kebohongan.

"Salah satunya disampaikan skenario tembak-menembak, Bharada E karena bela paksa, ditembak oleh Brigadir J, kemudian dia membalas. Itu salah satunya, ternyata tidak begitu kejadiannya," jelas Deolipa.

Baca: Bharada E Sebut Atasan yang Menyuruhnya untuk Menembak Brigadir J Ada di TKP, Mengaku Diberi Tekanan

Namun menurut Deolipa, bukan tanpa sebab kliennya membuat pengakuan bohong selama pemeriksaan.

Hal tersebut terpaksa ia lakukan karena ada tekanan dari luar yang mengharuskan Bharada E untuk mengikuti skenario yang telah dibuat oleh atasan. Lebih lanjut Deolipa juga menjelaskan bahwa Bharada E situasinya dalam tekanan.

Oleh karena itu, kliennya tersebut tak berani mengungkapkan kebenaran.

Selain itu, Deolipa juga menjelaskan bahwa sebenarnya Bharada E memang bukan polisi yang mahir dalam menembak.

“Yang kedua Bharada E dibilang jago tembak, ndak begitu juga kejadiannya.

Jadi banyak hal yang tidak konsisten, ya, kalau kejahatan ya begitu, tidak konsisten kalau ditutup-tutupi,” jelasnya.

Dalam keterangan lain, Deolipa menyatakan kliennya telah mengatakan pernyataan jujur soal perintah melakukan tindak pidana pembunuhan.mengakui bahwa ia melakukan hal tersebut karena diperintah oleh atasannya.

"Ya. Dia diperintah oleh atasannya langsung. Atasan yang dia jaga," ujar Deolipa seusai dikonfirmasi, Minggu (7/8/2022).

"Perintahnya, ya, untuk melakukan tindak pidana pembunuhan," tambahnya.

Baca: Pengakuan Terbaru Bharada E saat Kejadian Ternyata Irjen Ferdy Sambo Berada di TKP Rumah Dinas

Minta Bharada E Dilindungi

Menko Polhukam, Mahfud MD meminta Polri dan LPSK agar menjaga ketat Bharada E karena sudah menceritakan yang sebenarnya terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Kata Mahfud MD, kalau tidak bisa menjaga Bharada E dengan baik, maka kedua lembaga itu akan tercoreng.

Mahfud MD mengapresiasi kejujuran Bharada E dan siap menjadi Justice Collaborator.

Sekadar informasi, Justice Collaborator adalah orang yang memberikan kerja sama substansial dalam penyelidikan atau penuntutan (Justice Collaborator) dalam suatu tindak pidana, sebagaimana yang telah disebutkan pada Pasal 37 Ayat 3 dalam Konvensi PBB.

Dalam siaran live Kompas TV Petang, Mahfud MD juga melihat pengacara Bharada E yang baru ditunjuk Negara (Bareskrim) sangat baik dalam menjelaskan dan mendorong Bharada E untuk berbicara dengan terus terang.

Mahfud MD sedikit menjelaskan, bahwa Bharada E ada mendengar suara tembakan dan sudah melihat Brigadir J duluan terkapar.

Informasinya, dia (Bharada E) disuruh menembak dua kali untuk memastikan kematian Brigadir J.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul BHARADA E Akhirnya Cerita Fakta Sebenarnya, Tak Ada Adu Tembak Brigadir J, Lihat Sambo Pegang Pistol

#Ferdy Sambo #Bharada E #Brigadir J #saksi #pistol #penembakan

Baca Artikel Lainnya di Sini

Video Production: Arie Setyaga Handika
Sumber: Tribun Sumsel

Tags
   #Ferdy Sambo   #Bharada E   #Brigadir J   #saksi   #pistol   #penembakan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved