Terkini Nasional
Lulus dari Kampus ITB, Berikut Biografi Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia Ir Soekarno
TRIBUN-VIDEO.COM - Berikut biografi dan sejarah perjuangan Ir Soekarno sang proklamator kemerdekaan Indonesia.
Soekarno adalah tokoh yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Dikutip dari Buku Siswa SD/MI Kelas IV Tema 5 Pahlawanku (2017) oleh Angi St Anggari, Soekarno menyelesaikan Sekolah Dasar di Mojokerto dan Sekolah Menengah Pertama di Surabaya.
Setelah tamat dari sekolah menengah pertama, ia melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung.
Selain itu, Soekarno atau yang lebih akrab disapa Bung Karno adalah pejuang pemersatu bangsa.
Ia merupakan pejuang melawan kolonialisme, imperealisme, dan merupakan proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia serta presiden pertama Republik Indonesia.
Baca: Lebih Mengenal Benteng Fort Rotterdam Makassar, Bangunan Bersejarah dengan Corak Eropa yang Kental
Bung karno selalu dikenal dan dihormati bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia.
Bung Karno selalu menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mempersatukan bangsa Indonesia agar menjadi bangsa besar yang hidup dalam masyarakat berkeadilan dan berkemakmuran bebas dari penindasan.
Biografi Soekarno
Soekarno atau Bung Karno lahir di Blitar pada 6 Juni 1901.
Dikutip dari ditsmp.kemdikbud.go.id masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar.
Semasa sekolah dasar hingga tamat, ia berada di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang merupakan plotisi kawakan pendiri Syarikat Islam.
Kemudian, ia melanjutkan sekolah di HBS (Hogere Burger School).
Saat belajar di HBS, Soekarno telah memupuk rasa nasionalisme dalam sanubarinya.
Setelah lulus HBS pada tahun 1920, ia pindah ke ibukota Jawa Barat dan melanjutkan ke THS (Technische Hoogeschool) atau Sekolah Teknik Tinggi yang disebut Institut Teknologi Bandung.
Soekarno berhasil meraih gelar insinyur pada 25 Mei 1926.
Selanjutnya ia berkiprah di bidang politik.
Ia merumuskan ajaran Marhaenisme serta mendirikan sebuah partai yang bernama PNI (Partai Nasional Indonesia) pada 4 Juli 1927.
Tujuan didirikan partai adalah untuk menuju Indonesia merdeka.
Kompeni yang tidak senang dengan pergerakan Soekarno mengambil tindakan agar pemerintah Hindia-Belanda masih bisa berdiri kokoh di tanah jajahannya.
Akibatnya, Belanda menjebloskan Soekarno ke penjara Sukamiskin yang berada di Bandung pada 29 Desember 2021.
Setelah delapan tahun di penjara, ia pun disidangkan.
Baca: Sejarah Singkat Sayuti Melik, Pengetik Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pada pidato pembelaannya yang berjudul "Indonesia Menggugat", ia menggambarkan kondisi politik internasional dan keadaan rakyat Indonesia di bawah belenggu kolonialisme.
Pembelaannya tersebut membuat Belanda semakin marah sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan setelah bebas pada tahun 1931.
Ia bergabung dengan Partindo sekaligus memimpinnya.
Hal itu membuat Soekarno kembali ditangkap Belanda dan diasingkan ke Ende, Flores pada tahun 1933.
Empat tahun kemudian ia dipindahkan ke Bengkulu.
Pada bulan Agustus 1945 ia bersama Moh. Hatta dan tokok nasional lainnya menyusun naskah proklamasi yang akhirnya dibacakan pada 17 Agustus 1945.
Pembacaan naskah ini sekaligus mengukuhkan kedaulatan Republik Indonesia.
(Tribunnews.com/Devi Rahma)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Biografi Ir Soekarno, Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia Pejuang Pemersatu Bangsa
# Proklamator # Ir Soekarno # biografi # Mojokerto # Institut Teknologi Bandung # Blitar # nasionalisme
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Penyebab Odong-odong Bawa 21 Orang Rombongan Halal Bihalal Terguling di Mojokerto, 1 Penumpang Tewas
Minggu, 29 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
2 Pelajar Alami Luka Bakar saat Racik Mercon di Belakang Musala Blitar, Korban Dilarikan ke RS
Rabu, 18 Maret 2026
Tribunnews Update
Detik-detik Ledakan Petasan di Musala Udanawu Blitar, 2 Pelajar Alami Luka Bakar saat Racik Mercon
Selasa, 17 Maret 2026
LIVE UPDATE
Bahan Pokok di Mojokerto Jawa Timur Kian Murah Sepekan Jelang Hari Raya Idulfitri, Turun Drastis
Senin, 16 Maret 2026
LIVE UPDATE
H-7 Idul Fitri, Penjualan Jajanan di Pasar Legi Blitar Alami Penurunan, Masih Sepi Pembeli
Sabtu, 14 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.