Kamis, 9 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Terbaru Rusia dan Ukraina Saling Tuduh atas Serangan yang Tewaskan 53 Tentara

Jumat, 5 Agustus 2022 09:08 WIB
Tribun Sultra

TRIBUN-VIDEO.COM - Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Kamis (4/8/2022) terhitung telah berlangsung 162 hari lamanya.

Kabar terbaru di antaranya adalah Rusia dan Ukraina saling tuding atas penyerangan barak militer di Olenivka, Donetsk, Ukraina Timur, yang tewaskan 53 tawanan perang.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

Serangan ini disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Konflik di antara negara bertetangga tersebut hingga kini terus berlangsung dan belum tampak akan segera berakhir.

Bahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut perang Rusia-Ukraina dapat berlangsung selama beberapa tahun.

Baca: Rusia Mulai Targetkan Kampung Halaman Presiden Zelensky di Kryvyi Rih, Kelompok Penyerang Terbentuk

Kabar Terkini Perang

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-162 perang Rusia dengan Ukraina:

- PBB sedang melakukan misi pencarian fakta sebagai tanggapan atas permintaan dari Rusia dan Ukraina setelah 53 tawanan perang Ukraina tewas dalam ledakan di sebuah barak di Olenka yang dikuasai separatis.

Rusia dan Ukraina saling menuduh melakukan serangan itu.

Ukraina mengklaim itu adalah operasi khusus yang direncanakan sebelumnya oleh Kremlin dan dilakukan oleh tentara bayaran Rusia dari Grup Wagner.

Sedangkan Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim militer Ukraina menggunakan roket yang dipasok Amerika Serikat untuk menyerang penjara tersebut.

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ingin berbicara langsung dengan Presiden China Xi Jinping dengan harapan Cina bisa menggunakan pengaruhnya agar Rusia mengakhiri perang.

Menurut sebuah laporan di South China Morning Post, Zelensky mengatakan:

“Ini adalah negara yang sangat kuat. Ini adalah ekonomi yang kuat. Jadi (itu) secara politik, ekonomi dapat mempengaruhi Rusia. Dan Cina (juga) anggota tetap dewan keamanan PBB."

Sejauh ini Cina telah menolak untuk mengutuk invasi Rusia.

Baca: Sosok Pejabat Senior Rusia yang Mundur karena Tak Setuju Perang Putin, Kini Lumpuh & Terbaring di RS

Xi Jinping juga mengatakan kepada Putin bahwa pihaknya akan mendukung “kedaulatan dan keamanan” Rusia.

- Senat AS telah meratifikasi aksesi Finlandia dan Swedia ke NATO, dengan suara 95-1 mendukung.

AS adalah negara anggota ke-23 yang meratifikasi apa yang akan menjadi ekspansi paling signifikan dari aliansi 30-anggota sejak 1990-an saat menanggapi invasi Rusia ke Ukraina.

"Pemungutan suara bersejarah ini mengirimkan sinyal penting dari komitmen bipartisan AS yang berkelanjutan kepada NATO, dan untuk memastikan aliansi kami siap menghadapi tantangan hari ini dan besok," kata Presiden AS Joe Biden, dalam sebuah pernyataan.

Semua 30 anggota NATO harus ratifikasi aksesi sebelum Finlandia dan Swedia dapat menjadi anggota.

- Ukraina menarik 40 pasukan penjaga perdamaiannya dari misi yang dipimpin NATO di Kosovo, yang berjumlah 3.800 anggota, menurut berita Ukraina.

Pada bulan Maret, Zelensky mengeluarkan dekrit agar semua misi kembali ke Ukraina untuk mendukung perang.

- Seorang pejabat Rusia di Ukraina mengklaim pasukan Ukraina menggunakan senjata barat untuk menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.

Pembangkit nuklir terbesar di Eropa itu kini dikendalikan oleh pasukan Rusia dan digunakan sebagai pangkalan militer, menurut Reuters.

Namun, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pasukan Ukraina tidak menembaki pasukan Rusia "kalau tidak ada kecelakaan mengerikan yang melibatkan pembangkit nuklir".

Reuters belum dapat memverifikasi kabar penyerangan tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Update Perang Hari Ke-162: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh atas Serangan yang Tewaskan 53 Tentara

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Riko Pulanggeni
Sumber: Tribun Sultra

Tags
   #Rusia   #Ukraina   #Donetsk   #Vladimir Putin

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved