Senin, 20 April 2026

Metropolitan

Keputusan Anies Baswedan Ubah Nama dan Logo RSUD di Jakarta: Ide Itu Sempat Terhambat Pandemi

Rabu, 3 Agustus 2022 20:46 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menjadi sorotan tatkala membuat keputusan mengubah nama RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta.

Setelah sempat membuat kontoversi dengan mengubah sejumlah ruas nama jalan di Jakarta, kini Anies Baswedan kembali melakukan perubahan nama pada RSUD di Jakarta.

Tak hanya nama rumah sakit, Anies Baswedan juga berencana untuk mengubah logo RSUD menjadi seragam.

Anies mengatakan, penjenamaan atau umum dikenal dengan istilah branding pada RSUD ini sudah dirancang sejak lama.

Di mana, ide gagasan ini sudah mulai dibahas pada tahun 2019 lalu. Namun harus terhenti lantaran adanya pandemi Covid-19.

Baca: Pipa Air PAM Jebol di Jakarta Timur, Terdampak Proyek Revitalisasi Jembatan Cibubur

"2020 mulai awal, mulai kita siapkan langkah-langkahnya lalu muncul pandemi sehingga ini terhenti, baru kemudian diaktifkan lagi setelah kita bisa suasananya lebih memungkinkan," katanya di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/8/2022).

Ia juga mengungkapkan, penjenamaan ini berlaku untuk seluruh RSUD milik Pemprov DKI Jakarta.

“Kita ingin warga Jakarta hidup sehat dan berorientasi kesehariannya untuk bisa lebih sehat. Itulah sebabnya, penjenamaan ini dilakukan,” kata Anies Baswedan.

Dengan mengganti nama rumah sakit jadi rumah sehat, diharapkan Rumah Sehat menjadi tempat yang memberikan pelayanan dengan keramahan, kenyamanan, dan kepuasaan bagi pasien.

“Sehingga, benar-benar ini menjadi sebuah tempat yang memberikan hospitality. Hospitality itu adalah keramahan, kenyamanan, kepuasaan. Itulah sebabnya kalau dalam Bahasa Inggris namanya hospital karena disitulah kita merasakan sebuah pengalaman yang nyaman . Ini yang menjadi harapan kita,” terang Anies Baswedan.

Alasan RSUD diganti jadi Rumah Sehat untuk Jakarta

Adapun alasan penjenamaan ini turut dibeberkan oleh eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Selama ini rumah sakit selalu berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif.

Sehingga mereka yang sakit bakal datang ke rumah sakit dengan harapan dapat sembuh.

Baca: Kondisi Siswi SMP di Jakarta yang Diminta Guru Pakai Jilbab: Merasa Tertekan & Enggan Masuk Sekolah

Secara rinci, mereka yang datang ke rumah sakit haruslah mengidap penyakit lebih dulu.

"Nah di sisi lain pada saat pandemi kemarin kita menyaksikan pentingnya menjaga kesehatan, karena itu kita ingin agar rumah ini menjadi rumah di mana perannya ditambah," lanjutnya.

Penambahan peran ini pun diakuinya dalam berbagai aspek, yakni aspek promotif dan aspek preventif.

Sehingga datang ke 'Rumah Sehat' untuk menjadi lebih sehat.

"Jadi rumah sehat ini dirancang untuk benar-benar membuat kita berorientasi pada hidup yang sehat, bukan sekedar berorientasi untuk sembuh dari sakit, karena itulah kemudian konsepnya disusun sebagai sebuah rumah sehat untuk Jakarta," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anies turut melakukan penyeragaman logo untuk seluruh rumah sakit se-Jakarta.

Pasalnya selama ini logos rumah sakit berbeda-beda seakan bukan kesatuan.

"Padahal semuanya adalah institusinya pemerintah yang memberi pelayanan kepada seluruh warga, yang warga bisa datang ke mana pun juga. Jadi, satu sisi adalah memperluas aspeknya, dari hanya dua, kuratif, rehabilitatif, ditambah dengan promotif dan preventif. Kemudian menyeragamkan semuanya," ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Setelah Nama Jalan, Anies Baswedan Kini Ubah Nama dan Logo RSUD Jadi Rumah Sehat untuk Jakarta

Editor: winda rahmawati
Video Production: Damara Abella Sakti
Sumber: TribunJakarta

Tags
   #Anies Baswedan   #RSUD   #Jakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved