HUT ke-77 RI
Sejarah Pahlawan Maluku di Era Penjajahan Belanda, Kapitan Pattimura alias Thomas Matulessy
TRIBUN-VIDEO.COM - Kapitan Pattimura adalah pahlawan Indonesia yang berasal dari Maluku.
Pattimura memiliki nama lengkap Thomas Matulessy.
Sebutan Kapitan merupakan gelar kepangkatan yang digunakan oleh Belanda untuk menyebut pemimpin dalam satuan militer di tingkatan perwira.
Kapitan Pattimura lahir pada tanggal 8 Juni 1783 di Haria, Saparua, Maluku, Hindia Belanda, dikutip dari Gramedia.
Ayahnya bernama Antoni Matulessy yang merupakan anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy.
Kapitan Pattimura merupakan pahlawan dari keturunan bangsawan dari Nusa Ina atau Seram, yaitu Raja Sahulau.
Kerajaan yang dipimpin Raja Sahulau merupakan kerajaan yang berada di Teluk Seram Selatan.
Kapitan Pattimura memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Yohanis.
Pattimura merupakan pahlawan Indonesia yang berjuang untuk daerah Maluku dalam melawan VOC Belanda.
Sebelumnya, ia pernah menjadi bagian dari sersan militer Inggris.
Perlawanan pada masa Belanda yang masih bersifat kedaerahan membuatnya kalah dari Belanda.
Kapitan Pattimura meninggal pada tanggal 16 Desember 1817, tepat saat umurnya masih 34 tahun.
Meskipun Kapitan Pattimura telah wafat ratusan tahun yang lalu, akan tetapi nama dan perjuangannya tetap dikenang.
Kapitan Pattimura mendapatkan gelar kehormatan sebagai pahlawan pada tanggal 6 November 1973.
Gelar kehormatan pahlawan adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi yang ada di Indonesia.
Baca: HUT ke-77 RI: Sosok Samanhudi, Pahlawan Pergerakan Nasional Asal Solo, Pendiri Sarekat Dagang Islam
Perlawanan Kapitan Pattimura
Perjuangan Kapitan Pattimura berlangsung selama penjajahan Belanda (VOC) sejak abad ke-17 dan 18.
Belanda melakukan praktik penindasan dalam bentuk monopoli perdagangan, pelayaran hongi, kerja paksa dan sebagainya, dikutip dari Kemdikbud.
Rakyat Maluku pada masa itu mengalami penderitaan, baik segi sosial ekonomi, politis dan segi sosial psikologis.
Selama dua ratus tahun rakyat Maluku mengalami perpecahan dan kemiskinan.
Rakyat Maluku memproduksi cengkeh dan pala untuk pasar dunia.
Namun mayoritas masyarakat tidak ada keuntungan dari sisi ekonomi yang dirasakan.
Belanda justru menerapkan pajak berat berupa penyerahan wajib (Verplichte leverantien) dan contingenten serta blokade ekonomi yang mengisolasi rakyat Maluku dari pedagang-pedagang Indonesia lain.
Sebelumnya, Maluku dijajah oleh Inggris pada tahun 1810 – 1817 dan berakhir pada tanggal 25 Maret 1817 saat Belanda kembali menguasai wilayah Maluku.
Rakyat Maluku menolak tegas kedatangan Belanda dengan membuat “Proklamasi Haria” yang disusun oleh Pattimura dan “Keberatan Hatawano”.
Belanda mulai menerapkan strateginya menguasai Maluku melalui Gubernur Van Middelkoop clan Residen Saparua Johannes Rudolf van der Berg.
Sejak itu, pecahlah perlawanan bersenjata rakyat Maluku.
Baca: Sosok sang Pahlawan KH Masykur, Pendiri Pembela Tanah Air dan Sempat Jadi Menteri Agama Indonesia
Pengukuhan Pattimura sebagai Kapitan
Untuk mengatasi kondisi yang semakin tak terkendali, rakyat mengadakan musyawarah dan menyetujui Pattimura sebagai kapten besar yang memimpin perjuangan.
Pattimura dikukuhkan sebagai "Kapitan Besar" dalam rapat upacara adat di Baileu negeri Haria pada 7 Mei 1817.
Setelah dilantik sebagai kapten, Pattimura memilih beberapa orang pembantunya yang juga berjiwa ksatria, yaitu Anthoni Rhebok, Philips Latimahina, Lucas Selano, Arong Lisapafy, Melchior Kesaulya dan Sarassa Sanaki, Martha Christina Tiahahu, dan Paulus Tiahahu.
Kapitan Pattimura bersama Philips Latumahina dan Lucas Selano melakukan penyerbuan ke benteng Duurstede.
Berita tentang jatuhnya benteng Duurstede ke tangan pasukan Pattimura dan pemusnahan orang-orang Belanda, menggoncangkan dan membingungkan pemerintah Belanda di kota Ambon.
Gubernur Van Middelkoop dan komisaris Engelhard mengutus militer yang besar ke Saparua di bawah pimpinan mayor Beetjes.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sejarah Kapitan Pattimura alias Thomas Matulessy, Pahlawan Maluku di Era Penjajahan Belanda
# Sejarah Kapitan Pattimura # Thomas Matulessy # Belanda # pahlawan # Peringatan HUT ke-77 RI
Video Production: Muhammad Askarullah
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Pemakaman Jenazah Eks Menhan Juwono di TMP Kalibata Jaksel Diiringi Prosesi Upacara Militer
Minggu, 29 Maret 2026
Tribunnews Update
Prosesi Pemakaman Eks Menhan Juwono Sudarsono di TMP Kalibata, Jenazah Disemayamkan di Kemhan
Minggu, 29 Maret 2026
Local Experience
Sejarah Kelam Sragen, Pertempuran Pangeran Mnagkubumi dan Mangkunegaran
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Jejak Sejarah Watu Gilang Strategi Perlawanan Diponegoro terhadap Belanda
Jumat, 27 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.