Selasa, 7 April 2026

Terkini Nasional

Jalani Proses Autopsi Ulang, Tim Forensik Turuti Permintaan Keluarga Brigadir J

Kamis, 28 Juli 2022 11:29 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM- Tim dokter forensik dalam mengotopsi akan fokus dengan permintaan keluarga mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, untuk mencari luka selain bekas tembakan.

"Kita lakukan pemeriksaan secara umum (otopsi) juga fokus pada bekas-bekas luka selain tembakan," kata Ketua Tim Dokter Forensik, Ade Firmansyah Sugiharto dalam komferensi pers di RSUD Sungai Bahar, Rabu (27/7/2022).

Ia mengatakan untuk mendapatkan hasil yang akurat, maka sampel akan melalui tahapan pemeriksaan mikroskopis.

Untuk itu, tim dokter sendiri yang akan membawa sampel menuju laboratorium Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Mengapa RSCM, ya karena tempat yang memadai dan memiliki integritas untuk hasil yang independen dan imparsial," kata Firmansyah.

Untuk pemeriksaan bekas luka selain tembakan memang membutuhkan waktu empat sampai delapan pekan.

Waktu selama itu, kata Firmansyah karena ada bagian luka yang butuh pemeriksaan mikroskopis, untuk menentukan apakah luka terjadi setelah atau sebelum kematian.

Baca: Kendala yang Dialami Dokter Forensik saat Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Ini yang Diperiksa

Baca: Kapolri Listyo Sigit Didesak Publik agar Segera Umumkan Hasil Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

"Dengan pemeriksaan mikroskopis, dapat mengetahui jenis kekerasan dan efek yang ditimbulkan akibat kekerasan," kata Firmansyah.

Terkait kendala dalam otopsi, Firmansyah mengaku telah menduga akan menemui sejumlah kendala karena kondisi jenazah sudah terkena formalin dan sudah mengalami pembusukan dengan derajat tertentu.

"Walau ada kesulitan karena formalin dan pembusukan, kita tetap menemukan beberapa titik yang teridentifikasi sebagai luka," kata Firmansyah.

Selain itu, dia mengatakan untuk transparansi ada perwakilan dari keluarga yang memiliki latar belakang medis, yang memantau jalannya otopsi.

"Baru pertama kali ini, saya temukan otopsi ada pengamatnya," sebut Firmansyah.

Tidak hanya itu, otopsi juga diawasi lembaga Komnas HAM dan Kompolnas.

Otopsi yang dilakukan 10 orang ahli forensik dari berbagai latar belakang lembaga ini, mulai dari akademisi sampai praktisi.

Proses itu dilakukan sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB atau sekitar 6 jam. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fokus Otopsi Brigadir J Sesuai Permintaan Keluarga, Cari Luka Selain Bekas Tembakan"

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved