Senin, 27 April 2026

Terkini Daerah

Satgas Marinir Ambalat Masih Selidiki Dugaan Spionase 3 WNA Asal Malaysia dan Tiongkok

Senin, 25 Juli 2022 16:38 WIB
Tribun Kaltara

TRIBUN-VIDEO.COM - Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL masih menyelidiki dugaan tindakan spionase yang dilakukan oleh 3 WNA asal Malaysia dan Tiongkok.

Sebelumnya, Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL Guspurla Koarmada II mengamankan 6 orang yang terdiri dari 3 WNI dan 3 WNA di Pos TNI AL Sei Pancang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Rabu (20/07/2022).

Adapun ketiga WNI yang dimaksud antara lain Elwin (23), Thomas Randi Rau (40), dan Yosafat Bin Yusuf (40).

Namun belakangan diketahui Elwin dan Thomas Randi Rau hanya berperan sebagai sopir yang membawa 3 WNA tersebut berkeliling dengan kendaraan roda empat (mobil sewa).

Baca: Satgas Marinir Ambalat TNI AL Dalami soal Dugaan Spionase 3 WNA yang Masuk Perbatasan Nunukan

Sementara itu, WNI atas nama Yosafat diduga telah mengajak 3 WNA tersebut masuk ke Indonesia.

Identitas 3 WNA tersebut antara lain Leo Bin Simon (39) warga Tawau, Malaysia, Ho Jin Kiat (40) warga Kota Kinabalu, Malaysia, dan Ji Dong Bai (45), warga Provinsi Shanxi, Tiongkok

Danki Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL, Kapten Marinir Andreas Manalu mengatakan, setelah berkoordinasi dengan Imigrasi Nunukan untuk pemeriksaan awal, v

Hal itu dikaitkan dengan aktivitas yang mereka lakukan di wilayah Sebatik saat itu.

"Mereka beralasan mau meninjau lokasi yang rencana akan dibangun jembatan penyeberangan Tawau-Sebatik, Malaysia. Imigrasi sampaikan izin tinggal atau visa yang digunakan tiga WNA itu tidak sesuai dengan aktivitas mereka," kata Andreas Manalu kepada TribunKaltara.com, Minggu (24/07/2022), pukul 11.00 Wita.

Sehingga kata Andreas, sebagai penanganan awal pihaknya menyerahkan keenam orang tersebut ke Imigrasi Nunukan untuk diproses lebih lanjut.

Saat ini, Imigrasi Nunukan hanya melakukan pendetensian terhadap 3 WNA asal Malaysia dan Tiongkok.

Terhadap dua sopir yang merupakan WNI dilepas. Sedangkan WNI bernama Yosafat diminta untuk wajib lapor di Imigrasi Nunukan.

"Tugas pokok kami amankan 6 orang itu, karena berkaitan dengan masalah keamanan di perbatasan. Selanjutnya kami serahkan kepada pihak Imigrasi Nunukan. Sembari kami juga akan follow up terus perkembangan penyelidikan oleh Imigrasi Nunukan," ucapnya.

Baca: Sosok 3 WNA Diduga Lakukan Spionase, Gelagat Aneh Terlihat Lewati Pos Marinir Sei Pancang Kaltara

Mengenai dugaan tindakan spionase oleh 3 WNA itu, Andreas menuturkan pihaknya masih harus mengumpulkan sejumlah bukti-bukti terlebih dahulu.

Kendati begitu, dia mengakui bahwa pada saat personel Satgas Mirinir Ambalat melakukan pemeriksaan handphone, ada sejumlah foto kompleks militer ditemukan pada galeri milik warga Tiongkok.

"Ada 10-15 foto yang sebagian besar berhubungan dengan kompleks militer. Foto itu diambil sembunyi-sembunyi. Itu yang jadi dasar kami amankan mereka. Soal spionase masih sebatas dugaan dan perlu pendalaman," ujar Andreas.

Lanjut Andreas,"Kami tidak mau berikan statement terlalu prematur. Yang jelas dokumentasi oleh warga sipil tanpa izin di kompleks militer itu dilarang," tambahnya.

Menurutnya, keenam WNI dan WNA itu memiliki gelagat yang mencurigakan saat kendaraan mereka melewati Pos TNI AL.

"Sesuai prosedur mereka harus turun memperlihatkan kartu identitas. Tapi mereka tidak kooperatif malah mengalihkan pembicaraan. Setelah diperiksa Hpnya, kami temukanlah sejumlah foto-foto yang memperkuat rasa curiga kami," tuturnya.

Sampai saat ini pihak Imigrasi Nunukan masih mengumpulkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran izin tinggal oleh 3 WNA itu di Indonesia.

(TribunKaltara/Febrianus Felis)

# TNI AL # WNA # spionase # Malaysia # China # Nunukan

Baca berita lainnya terkait spionase

Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribun Kaltara

Tags
   #TNI AL   #WNA   #spionase   #Malaysia   #China   #Nunukan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved