Jumat, 24 April 2026

Terkini Nasional

Susno Duadji Soroti Dokter yang Pertama Kali Autopsi Brigadir J, Diduga Periksa di Bawah Tekanan

Senin, 25 Juli 2022 16:06 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Proses autopsi terhadap Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dirasa janggal oleh pihak keluarga karena adanya beberapa keanehan, sehingga kini diputuskan untuk dilakukan autopsi ulang.

Selain dari pihak keluarga, proses autopsi Brigadir J juga menarik perhatian dari Mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji.

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Susno Duadji mengutarakan kecurigaannya bahwa dokter yang pertama kali mengautopsi Brigadir J berada di bawah tekanan.

Seperti yang diketahui, proses autopsi terhadap Brigadir J pertama kali dilakukan di RS Polri Kramat Jati.

Dari hasil autopsi pertama disimpulkan bahwa Brigadir J tewas karena luka tembak.

Susno Duadji memberikan catatan terhadap dokter yang mengautopsi Brigadir J karena dirasa janggal.

Ia juga meminta hasil visum Brigadir J dibuka ke publik.

Susno Duadji menanyakan apakah dokter yang melakukan autopsi itu memeriksa jenazah Brigadir J dalam kondisi di bawah tekanan atau benar-benar memeriksanya.

Baca: Namanya Ikut Terseret, Ahok Somasi Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J atas Pencemaran Nama Baik

Menurut Susno Duadji, jika memeriksa beneran, maka publik tidak akan ribut.

Misalnya, Brigadir J tewas terkena tembak peluru, luka sayat atau kena benda tumpul.

Selain Susno Duadji, dokter yang pertama kali mengautopsi Brigadir J juga disorot oleh Indonesia Police Watch (IPW).

IPW menduga dokter forensik yang pertama kali melakukan autopsi Brigadir J tidak profesional.

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan, dokter forensik ini perlu diperiksa bahkan dinonaktifkan jika terbukti tidak profesional saat melakukan autopsi.

Sugeng mulanya menyatakan dukungan dilakukannya penilaian oleh MKEK atas hasil autopsi pertama brigadir J oleg dokter forensik kehakiman Polri.

Sugeng menyampaikan, apabila proses autopsi terbukti dilakukan secara tidak benar maka dokter yang bertanggung jawab perlu ditindak.

IPW juga meminta pendalaman terhadap semua pihak yang diduga menghalangi ditemukannya kebenaran dalam pengungkapan kasus kematian Brigadir J.

Sementara itu, proses autopsi Brigadir J juga ditanggapi oleh Novianto Adi Nugroho, pakar forensik RS UNS Surakarta.

Baca: Jawaban Polri soal Sosok yang Disebut Pengacara Sudah Mengaku Jadi Pelaku Pembunuhan Brigadir J

Adi Nugroho menyebut, dugaan pihak keluarga Brigadir J soal rekayasa hasil autopsi pertama bisa saja terjadi.

Ia menerangkan bahwa hasil autopsi semata-mata merupakan penilaian dari dokter yang bergantung pada individu ahli tersebut.

Meskipun sudah disumpah, bukan tidak mungkin dokter yang melakukan pemeriksaan memiliki pendapat pribadi yang kurang objektif.

Jadi, jika mau dimanipulasi, ini bisa saja terjadi, namun hubungannya dengan hati nurani dan kepercayaan.

Novianto menilai potensi tersebut sangat minim karena biasanya petugas kesehatan masih akan mempertimbangkan berbagai hal terutama terkait spiritual.

Terkait kasus Brigadir J, Novianto membenarkan jika ada rekayasa pada hasil autopsi pertama maka ahli forensik lain bisa mengetahui hal tersebut.

Namun, ia tak mengesampingkan akan adanya kemungkinan perbedaan pendapat antara para ahli.

Bagaimana menurutmu terkait autopsi Brigadir J? Tulis di kolom komentar, dan semoga kasus ini segera terang benderang!

(TribunWow.com/Anung/Via)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Dokter Forensik yang Pertama kali Autopsi Brigadir J Jadi Sorotan, Diduga Tidak Profesional

# autopsi # Nofriansyah Yosua Hutabarat # Brigadir J # Komjen Susno Duadji # RS Polri Kramat Jati # jenazah # Indonesia Police Watch # Novianto Adi Nugroho

Video Production: Khoerunnisak
Sumber: TribunWow.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved