Kesehatan
Para Atlet Rentan Alami Serangan Jantung, Ini Penjelasan Ilmiahnya
TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Aktivitas fisik berlebihan dan latihan yang berat dapat memicu serangan jantung.
Hal itu diungkap Dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah DR. dr. M. Yamin, Sp.JP(K) dalam webinar RS Eka Hospital, Jumat (22/7/2022).
Ia menyebut, olahragawan atau atlet misalnya, rentan terkena serangan jantung meski mereka menerapkan pola hidup sehat.
Alasannya, jantung atlet akan menebal karena adanya latihan fisik yang berat dan intensif.
Terlebih lagi, jika seseorang punya kelainan struktural pada jantung sebelumnya.
"Penebalan otot jantung dengan latihan itu akan semakin tebal, otot jantung yang tebal itu beresiko untuk terjadinya konslet listrik yang bisa menyebabkan kematian mendadak," kata dia.
Baca: Manfaat unik Kopi untuk Kesehatan, Kontrol Depresi hingga Baik untuk Daya Tahan saat Olahraga
Oleh karena itu di negara-negara maju semua atlet profesional harus mengikuti skrining khusus untuk mengidentifikasi siapa-siapa yang berisiko tinggi untuk mengalami kematian mendadak.
"Saya sarankan untuk orang-orang yang punya faktor resiko misalnya ada saudara kandungnya meninggal mendadak usia muda atau setiap dia melakukan aktivitas atau olahraga ada keluhan sesak, berdebar atau lemas, jangan dipaksa. Lakukan cek up dulu apakah anda akan beresiko untuk tidak," terangnya.
Dokter Yamin menyebut bahwa serangan jantung memang lebih rentan menyerang usia 40 tahun ke atas.
Adapun memicu serangan jantung yang bisa mengakibatkan kematian sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko lain.
Baca: Waspadai Bahaya Olahraga bila Kurang Tidur, Bisa Sebabkan Kematian
"Kalau dia di atas 40 tahun kematian mendadak itu biasanya sering disebabkan oleh penyakit jantung koroner yang kita kenal dengan serangan jantung. Jadi kalau terjadi biasanya serangan jantung tentu ada faktor resikonya," ujar dia.
"Selain usia, faktor risiko lainnya adalah merokok, diabetes, hipertensi, kegemukan kolesterol tinggi," tambah dokter Yamin.
Namun demikian ia menerangkan, kematian mendadak juga tidak semata-mata hanya disebabkan penyakit jantung, ada penyakit di luar jantung yang bisa memperburuk kondisi jantung misalnya Covid-19.
"Selain mengenai paru-paru itu virusnya bisa juga langsung menyerang otot jantung jadi sering pasien-pasien Covid-19 meninggal karena gagal jantung ada virusnya selain reaksi-reaksi peradangan akibat dari Covid-19 itu sendiri," jelas dokter yang berpratik di RS Eka Hospital ini. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Aktivitas Fisik Berlebihan Picu Serangan Jantung, Atlet Rentan Mengalaminya
# atlet # serangan jantung # Ilmiah #
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Update Kasus Pelecehan Atlet: FPTI Layangkan Panggilan Ketiga untuk Terduga Pelaku
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Atlet Muda Wushu Indonesia Noach Banggakan RI, Berhasil Raih 2 Emas & 1 Perak di Kejuaraan Dunia
Rabu, 1 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Inovasi IBL All-Stars 2026: Voting Fans Tentukan Kapten hingga Duel Yudha vs Prastawa
Rabu, 18 Maret 2026
Sinopsis dan Jadwal Film
SINOPSIS Film Ikatan Darah: Aksi Brutal Eks Atlet Silat Selamatkan Kakak dari Balas Dendam Mematikan
Sabtu, 14 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
NOC Indonesia Buat Regulasi Terbaru demi Lindungi Pata Atlet dari Tindakan Pelecehan
Sabtu, 14 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.