Kamis, 16 April 2026

Warga Turun ke Jalan Menyuarakan Kedaulatan Palestina, Begini Seruan yang Digaungkan

Sabtu, 30 Desember 2017 16:25 WIB
Tribun Kaltim

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUN-VIDEO.COM, BALIKPAPAN - Ribuan warga Kota Balikpapan turun ke jalan melakukan unjuk rasa, Kamis (29/12/2017). Mereka melakukan long march dari Masjid At Taqwa menuju simpang tiga Plaza Balikpapan.

Takbir berkumandang di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan A Yani.

Ribuan warga Balikpapan tersebut mengecam penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina.

Kemudian meminta pemerintah Indonesia berperan dalam memerdekakan Palestina sebagai negara yang berdaulat.

Saat ini bendera Palestina dan Indonesia seketika berkibar di jalan kota Balikpapan tersebut.

Di jembatan penyebarangan simpang tiga tersebut, juga tergantung bendera Palestina dan Indonesia.

Bahkan bendera hitam dengan lafadz arab berwarna putih berukuruan raksasa hadir di tengah ribuan massa.

Bendera dengan luas 15 x 10 meter tersebut, diarak warga yang tergabung dalam Aksi Warga Balikpapan Bela Palestina.

"Aksi Balikpapan Bela Rakyat Palestina menunjukkan di kota kecil ini menyerukan kepada dunia agar mengetahui bahwa kami mengecam.

Kemudian mengutuk tindakan biadab Israel sehingga harus segera dihentikan (penjajahan)," kata Presidium GNPF Balikpapan Abdul Rais kepada Tribunkaltim.co Jumat (29/12/2017).

Lebih jauh, Rais mewakili ribuan massa meminta PBB melakukan aksi militer terhadap Israel, juga menurunkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.

"Seperti perlakuan PBB pada Perang Teluk terhadap Irak sekalipun kenyataannya Irak tidak mempunyai senjata pemusnah massal seperti yang ditunjukkan oleh Amerika," jelasnya.

Mereka juga mengutuk pengakuan sepihak Amerika melalui presidennya Donald Trump, untuk segera mencabut pernyataan Yerusalem adalah ibu kota Israel.

"Kami meminta Israel segera keluar dari tanah Al Quds Palestina, Tanah Suci ke-3 umat Muslim dunia," serunya.

Selain itu pihaknya juga mengecam pengakuan PBB yang didalangi Amerika mengakui kemerdekaan negara Israel pada tahun 1947.

Kemudian PBB harus mencabut resolusi nomor 181 tahun 1947, karena dinilai sebagai sumber utama konflik yang berkepanjangan hingga sampai hari ini.

Saat ini rakyat Palestina dipaksa mengakui 55% wilayah Yerusalem untuk negara rampasan Israel.

Sementara wilayah yang hanya tersisa 35% (Al Quds) yang sekarang ini dimiliki rakyat Palestina mau dirampas lagi oleh Israel.

"Negara Israel adalah negara hasil rampasan dari tanah Al Quds Palestina.

Sehingga pengakuan PBB tersebut batal secara hukum internasional, karena tidak berperikemanusiaan dan perikeadilan sampai dengan sekarang," tegasnya.

Mereka berharap gerakan ini mampu menyadarkan pemerintah dan rakyat Indonesia, agarvharus tahu balas budi kepada rakyat Palestina.

Fakta yang coba diurai Rais adalah, bahwa sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan tahun 1945, Palestina adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

"Pengakuan itu bukan datang dari negara ASEAN, apalagi Amerika, Belanda, Inggris maupun Eropa untuk pertama kalinya. Negara Palestinalah yang pertama kali mengakui," serunya.

Sesuai petikan UUD 1945 Negara Indonesia yang menyatakan di dalamnya bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Maka pemerintah Indonesia tak boleh pasif atau diam menanggapi persoalan yang terjadi di Yerusalem.(*)

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Kaltim

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved