Sabtu, 11 April 2026

Tribunnews Update

Kesaksian Sekuriti Dengar Letusan Brigadir J-Bharada E, Polisi Tanpa Seragam Datang Pasca Kejadian

Kamis, 14 Juli 2022 14:10 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua RT lingkungan kediaman Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Seno Sukarto membeberkan kesaksian sekuriti yang mendengar suara tembakan di rumah Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo.

Tak hanya itu, sekuriti mengaku pasca kejadian aksi baku tembak Brigadir J dan Bharada E, sejumlah polisi tanpa seragam mendatangi rumah tersebut.

Dikutip Kompas.com, sekuriti Kompleks Perumahan Polri itu membeberkan kejadian dan pasca kejadian kepada ketua RT, Seno Sukarto melalui telepon.

"Itu katanya satpam. Saya sendiri karena kaki saya begini (sakit) tidak langsung ke sana. Saya hanya telepon aja, tanyain satpam bagaimana dan ada apa," kata Seno, Rabu (13/7/2022).

Sekuriti mengaku sempat mendengar suara letusan di rumah Ferdy Sambo.

Baca: Kesaksian Ketua RT soal Kejanggalan di Hari Tewasnya Brigadir J, Suara Letusan hingga Mendadak Ramai

Sebagaimana aksi baku tembak itu terjadi pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.

Namun sekuriti mengira suara itu hanya suara petasan.

Terlebih, saat itu bersamaan sebagian umat Islam merayakan momen malam takbir Idul Adha.

Diungkapkan Seno, selama ini Kompleks Polri memang sering merayakan momen hari besar dengan membunyikan petasan.

"Itu (suara petasan saat jelang hari besar) biasa. (Petasan) saya taruh di pos saya bilang, sudah untuk diledakkan, sehingga sekitar masyarakat sekitar kompleks pada lihat," tukas ketua RT.

Lantas, pasca kejadian, sekuriti juga membeberkan kesaksian dengan adanya sejumlah polisi yang datang ke rumah Ferdy Sambo.

Baca: Irjen Ferdy Sambo akan Dipanggil Komnas HAM untuk Proses Pengusutan Kasus Tewasnya Brigadir J

Namun, polisi yang berdatangan itu tanpa seragam.

"Iya, itu rata-rata anggota," kata Seno.

Saat itu sekuriti tidak memeriksa alasan kedatangan mereka.

Hal ini lantaran sekuriti tersebut mengaku takut dan khawatir salah jika menanyakan hal itu.

Selain itu, Seno Sukarto juga kesal terhadap sejumlah polisi yang datang pasca kejadian itu.

"Terus terang saya juga ya kesal. Saya ini dianggap apa sih, maaf saja saya ini jenderal loh, meskipun RT," ucap Seno.

Dikatakan, mereka juga mengganti dekoder CCTV kompleks tanpa izin pasca kejadian .

CCTV itu terletak di pos kompleks.

Baca: Irjen Ferdy Sambo akan Dipanggil Komnas HAM untuk Proses Pengusutan Kasus Tewasnya Brigadir J

Seno memastikan, sebelum polisi datang sejumlah kamera CCTV yang berada di kompleks Polri aktif dan tidak rusak.

Sejumlah kamera CCTV mengarah ke jalan perumahan.

"Kamera CCTV di luar masih aktif. Tidak tahu kalau di dalam (rumah warga). Kecuali kalau yang punya CCTV di dalam rumah mati, kita yang memperbaiki," ucap Seno.

Diketahui, Seno sendiri pensiunan polisi.

Ia seorang mayor jenderal purnawirawan bintang 2 polisi.

(Tribun-Video.com/ Kompas.com)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Misteri Seputar CCTV di Rumah Irjen Ferdy Sambo: Disebut Rusak, Dekoder Kamera di Pos Diganti Tanpa Izin RT" 

#brigadirj #penembakanpolisi #irjenferdysambo #ferdysambo #cctv #beritapopuler #beritaterkini #beritaterbaru #beritahariini #polisi #penembakan

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Ghozi LuthfiRomadhon
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved