Terkini Daerah
Kisah Heroik Pria Arfak Hapus Buta Aksara di Pedalaman Papua Barat
TRIBUN-VIDEO.COM, MANOKWARI - Henok Ayaumen (26) merupakan seorang pemuda asal suku Sougb, yang memilih terjun ke dunia literasi di pelosok Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Dengan semangat ingin menghentikan jaringan buta aksara (tak tahu baca), ia resmi mendirikan sebuah rumah baca di tanah kelahirannya yakni Kampung Dugrijmog, Distrik Didohu, Arfak.
Untuk menuju ke rumah baca itu, dimulai dari Kabupaten Manokwari dengan waktu tempuh sekira delapan jam perjalanan.
Rumah baca itu diberi nama Sijo yang diambil dari bahasa Arfak, yang jika diartikan mengandung arti yakni terima kasih.
Sijo adalah satu-satunya rumah baca di Kampung Dugrijmog yang didirikan Henok setahun lalu.
Baca: Prakiraan Cuaca BMKG Rabu 13 Juli 2022, Waspada Papua Barat Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir
Henok mengaku, awalnya ia termotivasi dengan sosok Lamek Dowansiba pria asal Arfak yang kini menjadi founder 24 komunitas rumah baca di Papua Barat.
"Ketika saya ingin diwisuda di STKIP Muhammadiyah pada 2021, sempat berpikir setelah ini mau kerja apa," ujar Henok, kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (12/7/2022).
Kendati demikian, ketika melihat postingan Lamek yang selalu agresif dalam mendorong dunia literasi di Papua Barat, perasaannya pun ikut tergerak.
"Saya pun meminta Kakak Lamek untuk berdiskusi pada Januari 2021, dan beliau ikut mensuport kami agar bisa mendirikan rumah baca Sijo," ucapnya.
Awalnya, rumah baca ini didirikan di Kampung Soribo, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.
"Buku-buku yang kami dapatkan semuanya didonasikan dari Komunitas Suka Membaca (KSM) yang pendirinya adalah Kakak Lamek," jelas pria asal Arfak itu.
Baca: Pelepasliaran Satwa Sitaan Polda Papua di Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Ada Burung Cenderawasih
Ia berujar, waktu itu rumah baca Sijo sempat berjalan selama empat bulan di Soribo, Manokwari.
Setelah diwisuda pada Juni 2021, ia pun merasa terpanggil untuk menggerakkan pendidikan di tanah kelahirannya.
"Kampung saya sudah sejak berdiri tidak ada sekolah dan rata-rata anak-anak di sana belum tahu baca," ungkapnya.
"Adik-adik di atas sampai usia 15 tahun tidak sekolah dan belum tahu baca."
Sehingga, Henok pun merasa tergerak untuk membawa rumah baca Sijo agar didirikan di Kampung Dugrijmog.
"Saya koordinasi dengan Kakak Lamek untuk bisa membawa rumah baca Sijo dari Manokwari ke Kampung saya," imbuhnya.
Puji Tuhan, keinginan Henok pun mendapatkan respon positif dan dukungan dari Lamek.
"Ketika saya bawah ke kampung, hanya hitungan dua hari orang tua di sana pun mendukung gerakan ini," kayanya.
Ia mengaku, selama bergerak tidak ada pemerintah daerah yang mendukungnya dalam menghadirkan rumah baca di pelosok Pegunungan Arfak, Papua Barat.
"Selama berjalan saya hanya didukung oleh Kakak Lamek, kalau untuk yang lain sampai sekarang belum ada," ujarnya.
Buta Aksara
Sejak awal, di tanah kelahirannya itu mulai dari anak hingga orang tua tidak tahu membaca atau buta aksara.
Pasalnya, untuk akses ke ibukota Kabupaten Pegunungan Arfak, anak-anak harus menempuh perjalanan sepanjang 10 kilo meter.
Sehingga, rata-rata anak di Kampung Dugrijmog lebih memutuskan untuk tidak mengenyam pendidikan dasar hingga lanjutan.
"Anak-anak sampai orang tua mereka memang buta huruf tidak tahu baca," bebernya.
"Dengan hadirnya gerakan ini di Dugrijmog, puji tuhan satu persatu anak-anak mulai tahu baca dan tulis."
"Mereka senang karena kehadiran sejak rumah baca hadir di Dugrijmog, kurang lebih 32 anak sudah bisa baca dan tulis," imbuhnya.
Kini, para anak yang sudah lancar baca tulisan, telah lanjut dan mengenyam pendidikan di sebuah sekolah dasar.
Ia merasa bersyukur, karena dengan semangat terima kasih (Sijo) literasi telah berkontribusi untuk memutus buta aksara di Kampung Dugrijmog.
Ia berharap, anak Papua di daerah ini jangan terlalu terpaku pada pekerjaan ASN dan TNI-Polri.
"Ingat masih banyak tanggungjawab besar anak-anak dan adik kita di balik gunung dan lembah masih butuh kita untuk menuntun mereka agar bisa tahu baca tulis," pungkasnya.
(TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari)
Artikel ini telah tayang di Tribunpapuabarat.com dengan judul Kisah Heroik Pria Arfak Hapus Buta Aksara di Pedalaman Papua Barat: Adik di Balik Gunung Butuh Kita
#Aksi Heroik #Pria Arfak #Pedalaman #Papua Barat #Hapus Buta Aksara
Video Production: Puput Wulansari
Sumber: Tribun papuabarat
Local Experience
Keindahan Raja Ampat di Papua Barat, Surga Laut dan Panorama Alam yang Memukau
4 hari lalu
LIVE UPDATE
Eksistensi Lembaga Adat Diperkuat, LMA Malamoi Gelar Refleksi 28 Tahun Perjuangan di Kota Sorong
Kamis, 26 Maret 2026
LIVE UPDATE
Update Piala Gubernur Papua Barat Daya: Persikos Kota Sorong Tunjukkan Dominasi di Lapangan Hijau
Selasa, 24 Maret 2026
LIVE UPDATE
Semarak Idul Fitri di Papua Barat, PHBI Gelar Silaturahmi Akbar dengan Hadrat Keliling Kota
Selasa, 24 Maret 2026
Live Breaking News
Hasil Pemantauan Hilal di Fakfak Papua Barat, Ketinggian Masih Satu Derajat Belum Masuk Kriteria
Kamis, 19 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.