Terkini Nasional
Pihak Kemenkes Menyatakan Kabar Bahaya Makan Sate adalah Kabar Hoaks
TRIBUN-VIDEO.COM - Terkait beredarnya pesan WhatsApp soal bahaya makan sate, Kemenkes beri tanggapan.
Informasi terakit olahan sate berbahaya itu adalah informasi hoaks.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.
Nadia menjelaskan, wabah PMK hanya menular dari hewan ke hewan.
Baca: Soal Kabar Hoaks Menara Masjid Sriwedari Roboh saat CFD di Solo, Gibran: Kita akan Cari Pelakunya
Belum ada laporan penularan dari hewan ke manusia atau manusia ke manusia.
Diberitakan sebelumnya, Beredar kabar menggejutkan masyarakat terkait pesan WhatsApp yang menganjurkan larangan makan sate.
Hal itu terkait dengan maraknya kabar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Baca: Dikabarkan Meninggal Dunia, Begini Tanggapan Zinidin Zidan tentang Kabar Hoaks soal Dirinya
Dalam pesan itu bertuliskan anjuran untuk merebus daging 30 menit dan bukan diolah menjadi sate.
Isi pesan tersebut juga tertulis abhwa informasi itu merupakan hasil dari rapat Dinkes.
Pesan itu juga memberikan contoh layaknya penyakit SARS dan MERS yang sangat berbahaya ditularkan dari hewan ke manusia.(*)
Artikel ini telah tayang di kompas.tv dengan judul Viral Pesan Berantai Larangan Nyate karena Wabah PMK, Kemenkes dan IDI Beri Penjelasan
# Kemenkes # Siti Nadia Tarmizi # PMK # Kabar Hoaks
Sumber: Kompas TV
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Lancarkan Serangan Balasan Intensif ke Vital Israel, Kemenkes: 120 Orang Terluka dalam 24 Jam
Sabtu, 4 April 2026
LIVE UPDATE
Muhadjir Effendy Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Lebaran, Singgung Ketahanan Pangan
Jumat, 20 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Kemenkes Sediakan 7 Ribu Posko Mudik, Bisa Cek Kesehatan Gratis, Imunisasi Campak hingga Rontgen TB
Sabtu, 14 Maret 2026
Tribunnews Update
Kemenkes Klaim 7 Juta Warga Kelebihan Berat Badan, Obesitas Sentral Jadi Picu Diabetes & Hipertensi
Kamis, 5 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Dirjen Kemenkes Jawab Polemik Dokter Piprim Basarah Dipecat dari ASN, Bantah Pengakuan sang Dokter
Kamis, 26 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.