Sempat Bersiteru karena Wayang Kulit, Gus Miftah Unggah Kebersamaannya dengan Khalid Basalamah
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana
TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Momen tak terlupakan terjadi saat jemaah haji asal Indonesia telah berkumpul di Padang Arafah saat pelaksanaan puncak haji atau wukuf.
Penceramah yang sempat viral gara-gara Wayang Kulit haram itu dipertemukan saat momen ibadah haji di Tanah Suci.
Ustaz Khalid Basalamah bersilahturahmi dengan Gus Miftah di salah satu tenda jemaaah haji saat pelaksanaan wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi, Jumat (8/7/2022) kemarin.
Dalam foto yang diunggah Gus Miftah lewat akun Instagram pribadinya Sabtu (9/7/2022), keduanya bercengkerama dengan saling melempar senyum. Keduanya juga sempat berpelukan dan berfoto bersama.
"Suatu senja di arofah. Allah yang Atur, Allah yang design, Allah yang pertemukan di tempat yang baik. Hari yang baik, Momment yang Baik, Bulan yang baik, Dan komentar lah yang baik," tulis keterangan foto yang diunggah akun @gusmiftah.
Gus Miftah juga melanjutkan caption foto itu dengan pesan damai. Ia menyebut pertemuannya dengan Ustaz Khalid merupakan ajang untuk saling bertoleransi dan berintrospeksi diri.
“Pentingkan introspeksi, bukan interpretasi. Mawas diri, bukan harga diri. Toleransi bukan arogansi. Amanah, bukan amarah. Meminta maaf, bukan meminta perhatian,” tulis Gus Miftah.
Unggahan itu pun mendapat komentar positif oleh netizen. Banyak netizen yang mengapresiasi pertemuan keduanya tanpa melihat lagi silang pendapat soal wayang yang terjadi sebelumnya.
"Dami dan adem lihatnya. Semoga membawa kebaikan bagi semuanya," kata akun @nursyif**.
"Semoga bisa saling memaafkan atas kesalahan yang lampau dan semoga Ustadz Khalid, Gus Miftah, dan kita semua senantiasa mendapat hidayah dan ampunan Allah," timpal akun @fkrham**.
Diberitakan sebelumnya, ustaz Khalid Basalamah mengklarifikasi potongan ceramahnya terkait ramainya persoalan wayang yang disebut bertentangan dengan tradisi islam.
Akibat potongan ceramah itu, Khalid banyak dikritik karena dituduh mengharamkan budaya wayang karena dianggap melanggar syariat.
Merespons hal itu, ustaz kondang yang memiliki jutaan follower fan subscriber itu menyampaikan permohonan maaf atas potongan pertanyaan yang diajukan salah satu jamaahnya terkait wayang.
Melalui akun resmi Instagram-nya, @khalidsasalamahofficial, Senin (14/2/2022) malam, dai yang memiliki restoran Timur Tengah itu meminta maaf.
Khalid menegaskan bahwa jawaban atas pertanyaan jemaah di potongan video yang tidak ada kata-katanya yang mengharamkan wayang.
Khalid meluruskan bahwa ada tiga bagian yang menjadi polemik netizen dalam menanggapi ceramahnya. Hal itu terkait dengan pengajian di mana seorang dai menanggapi pertanyaan jemaah dan memberikan jawaban sesuai konteks.
"Saya akan coba mengklarifikasi jawaban kami. Saya coba bagi menjadi tiga bagian saudaraku seiman juga sebangsa dan setanah air. Yang pertama adalah lingkupnya adalah pengajian kami dan jawaban seorang dai Muslim kepada penanya Muslim. Itu dulu batasannya."
"Dan saya pada saat ditanyakan masalah wayang, saya mengatakan alangkah baiknya dan kami sarankan, kami sarankan agar menjadikan Islam sebagai tradisi. Jangan menjadikan tradisi sebagai Islam. Dan tidak ada kata-kata saya di situ mengharamkan. (*)
Sumber: Tribunnews.com
Regional
Warganet Tak Suka Gus Miftah ke Pakansari Bogor, Akun Instagram Bupati Rudy Susmanto Digeruduk
Minggu, 28 Desember 2025
Live Update
Pakai Dana Pribadi, Gus Miftah Kirim Donasi Rp1 M untuk Korban Banjir & Longsor di Aceh dan Sumbar
Selasa, 2 Desember 2025
Live Update
LIVE UPDATE SORE: Fakta Temuan Kerangka di Wonogiri, Pelaku Pembunuhan Sopir di Palembang 5 Orang
Selasa, 2 Desember 2025
Terkini Nasional
Gus Miftah Sumbang Rp 1 Miliar dari Kantong Pribadi untuk Korban Banjir Aceh & Padang
Selasa, 2 Desember 2025
Tribunnews Update
Gus Miftah Donasikan Rp 1 Miliar dari Dana Pribadi untuk Korban Banjir di Aceh dan Padang
Selasa, 2 Desember 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.