Konflik Rusia Vs Ukraina
Gubernur Odesa Bujuk Tentara Rusia agar Mau Berdamai, Ingatkan Tentang Keluarga di Kampung Halaman
TRIBUN-VIDEO.COM - Secara perlahan tapi pasti, pasukan militer Rusia terus maju menguasai semakin banyak wilayah Ukraina.
Terakhir pada Minggu (3/7/2022), pasukan militer Rusia telah berhasil menguasai seluruh wilayah Luhansk.
Dikutip TribunWow.com dari skynews, lewat media sosialnya, Gubernur Odesa, Maksym Marchenko membujuk tentara Rusia agar mau diajak berdamai.
Marchenko mendesak agar tentara Rusia menolak berpartisipasi dalam kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi di Ukraina.
Ia meminta para tentara Rusia memikirkan keluarga mereka yang ada di kampung halaman.
"Orang tersayang membutuhkan ayah, suami dan anak yang sehat," tulis Marchenko.
"Kehidupan tidak diberikan untuk menjalankan perintah kriminal dari rezim Putin."
Baca: Jika Sanksi untuk Rusia Bisa Sepenuhnya Diterapkan, Zelensky Yakin Invasi di Ukraina dapat Berhenti
"Selamatkan masa depan dan hidup anda-tolak ikut serta berpartisipasi dalam perang berdarah Putin! Letakkan senjata kalian demi keselamatan kalian dan masa depan yang damai!"
Marchenko juga meminta agar para tentara Rusia tidak perlu khawatir terhadap persekusi oleh otoritas Rusia karena akan disediakan perlindungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Ini bukan menyerah! Ini adalah aksi protes anda menolak berpartisipasi dalam kejahatan terhadap kemanusiaan."
"Dengan melakukan ini, Anda tidak mengkhianati rakyat Rusia dan Tanah Air. Justru sebaliknya, Anda memberikan Rusia kesempatan untuk menjaga kehormatan dan memberikan harapan untuk masa depan," papar Marchenko.
Pasukan militer Ukraina terpaksa mundur dari Lysychansk seusai kalah melawan gempuran tentara Rusia pada Minggu (3/7/2022) kemarin.
Namun pasukan Ukraina saat ini justru berada di posisi yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Dikutip TribunWow.com dari skynews, analisis ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Inggris.
Intelijen Kemenhan Inggris pada Selasa (5/7/2022) melaporkan bahwa saat ini Rusia telah menguasai seluruh wilayah Luhansk.
Menurut Kemenhan Inggris, kemenangan Rusia atas Ukraina terjadi karena koordinasi yang efektif antara pasukan militer Rusia.
Sementara itu Ukraina dinilai telah memilih langkah yang tepat untuk mundur dari Lysychansk.
"Ada kemungkinan realistis bahwa pasukan militer Ukraina saat ini akan mundur ke daerah yang lebih mudah dipertahankan," terang Kemenhan Inggris.
Mundurnya tentara Ukraina dari Lysychansk juga telah dikonfirmasi langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, detail mundurnya pasukan Ukraina dari Lysychansk dijelaskan langsung oleh Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.
Dijelaskan bahwa angkatan bersenjata Ukraina dipaksa untuk mundur dari posisi mereka setelah melakukan pertempuran melawan Rusia.
Diterangkan juga bahwa pasukan militer Rusia unggul dalam artileri, serangan udara, dan sistem peluncur roket.
Baca: Pasukan Makin Berkurang, Rusia Disebut Rekrut Narapidana Jadi Relawan Tambahan Pasukan di Ukraina
"Melanjutkan bertahan mempertahankan kota akan mengakibatkan konsekuensi fatal," tegas Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.
"Untuk menyelamatkan nyawa prajurit Ukraina, diputuskan untuk pergi."
Dilansir TribunWow.com, Lysychansk merupakan kota terakhir di provinsi Luhansk yang masih dikuasai Ukraina setelah jatuhnya Severodonetsk.
Namun, meski Rusia kini menguasai seluruh Luhanks, Ukraina menyatakan akan kembali merebut kota tersebut.
Seperti dilaporkan DW, Minggu (3/7/2022), dalam pidato video malamnya, Zelensky bersumpah untuk memulihkan kendali atas daerah itu.
Ia merasa yakin berkat prospek persenjataan baru yang lebih baik setelah mendapat bantuan militer dari Barat.
"Jika komandan tentara kita menarik orang dari titik-titik tertentu di depan, di mana musuh memiliki keuntungan terbesar dalam kekuatan tembakan, dan ini juga berlaku untuk Lysychansk, itu hanya berarti satu hal," kata Zelensky.
"Bahwa kami akan kembali berkat taktik kami, berkat peningkatan pasokan senjata modern."
Moskow mengatakan Minggu pagi bahwa Luhansk sekarang berada di bawah kendali Rusia setelah perebutan Lysychansk.
Pasukan Rusia sekarang dapat berkonsentrasi di wilayah tetangga Donetsk, di mana Kyiv masih menguasai sebagian besar wilayah. (*)
(TribunWow.com/Anung/Via)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Minta Pikirkan Keluarga di Rumah, Ini Cara Pejabat Ukraina Bujuk Tentara Rusia untuk Berdamai
# tentara Rusia # Odesa # kampung halaman # keluarga #
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: TribunWow.com
Regional
LIVE UPDATE: 1 Keluarga Tewas Kecelakaan di Probolinggo, Pelaku Curanmor Kendari Nangis Minta Maaf
Senin, 20 April 2026
Tribunnews Update
Sosok Sopir Avanza Penabrak Satu Keluarga hingga Tewas di Karimun Ditangkap, ABK Tugboat Asal NTT
Senin, 20 April 2026
Tribunnews Update
Tangis Keluarga Korban Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Penumpang Helikopter PK-CFX Jatuh di Kalbar
Jumat, 17 April 2026
LIVE UPDATE
Proyek Tanjung Carat Dorong Target Ekonomi Sumsel 7 Persen, Optimis Kemiskinan 8,4 Persen di 2027
Rabu, 15 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.