Sabtu, 11 April 2026

Tribunnews Update

ACT Jadi Trending Topik Diduga Tilep Donasi, Transparansi Dipertanyakan, Tahun 2021 Belum Dirilis

Senin, 4 Juli 2022 21:37 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Lembaga donasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) kini tengah menjadi perbincangan publik.

Hal ini terkait adanya dugaan penilapan donasi umat yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

Transparansi dana ACT kini disorot, terlebih pada 2021 belum ada rilis laporan keuangan.

Dikutip dari Tribunnews.com, pada Senin (4/7/2022), tagar #JanganpercayaACT dan nama ACT menjadi trending topic di Twitter.

Sebagaimana yang diketahui, ACT merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Lembaga tersebut berdiri sejak 21 April 2005.

Dengan demikian, lembaga ini telah menerima banyak donasi dari masyarakat untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Dalam memperoleh donasi, ACT didukung masyarakat dan perusahaan melalui program kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Terkait pengelolaan keuangan, ACT sendiri telah rutin melaporkannnya di situs resminya act.id.

Namun, pada tahun ini transparansi donasi dipertanyakan.

Memasuki pertengahan tahun 2022, ACT belum merilis laporan keuangan untuk 2021.

Padahal, laporan-laporan sebelumnya dirilis biasanya per 31 Desember atau akhir tahun periode.

Sebelumnya, menurut data, jumlah donasi yang diterima ACT mengalami peningkatan tiap tahunnya.

Terhitung sejak 2005 hingga 2020.

Pada tahun 2005, ACT menerima donasi senilai Rp 47,5 juta dan dana kemanusiaan sebesar Rp 4,2 miliar.

Dari jumlah tersebut sebanyak Rp 900 ribu disalurkan ke masyarakat dalam bentuk zakat dan sumbangan kemanusiaan digelontorkan sebesar Rp 2,7 miliar untuk.

Sisanya dana untuk biaya operasional perusahaan ACT.

Termasuk gaji karyawan hingga relawan.

Pada tahun 2020, ACT telah menerima donasi dengan besaran yang fantastis mencapai Rp 373 miliar.

Lantas besaran yang disalurkan mencapai Rp 323 miliar.

Sebagaimana informasi terkini, lembaga donasi ACT diketahui sedang menjadi sorotan.

Hal ini lantaran diduga adanya permasalahan soal transparansi donasi.

Banyak tudingan donasi yang diterima ACT justru dipakai untuk kepentingan pribadi.

Sementara itu, Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi ikut angkat bicara dalam kasus tersebut.

Melalui akun Twitternya, Eko menyindir gaji CEO ACT sebesar Rp 250 Juta per bulan.

Menurutnya besaran gaji itu jauh lebih besar dari gaji komisaris dan dirut BUMN.

Bahkan disebutkan, CEO mendapatkan fasilitas mobil mewah Alphard dan Fortuner.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul ACT Dipermasalahkan soal Transparansi Donasi, Ini Laporan Donasi yang Diterima dan Disalurkan

# donasi # Aksi Cepat Tanggap (ACT) # ACT

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Dyah Ayu Ambarwati
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Aksi Cepat Tanggap (ACT)   #ACT   #donasi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved