Kamis, 16 April 2026

Tribunnews Update

Putin Dianggap Tak Respons Misi Perdamaian Jokowi, Ingin Lanjutkan Perang dan Cari Mitra Strategis

Minggu, 3 Juli 2022 09:01 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pada Kamis (30/6/2022) lalu, Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Moskow.

Kedatangan Jokowi tersebut dengan membawa misi perdamaian.

Namun, pengamat menyebut, Putin tak merespons terkait misi perdamaian yang dibawa Presiden Jokowi.

Hal itu diungkapkan oleh pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal di akun Twitternya.

Baca: Tidak Ada Pemimpin Negara di Dunia Selain Jokowi yang Diterima secara Terbuka oleh Rusia dan Ukraina

Dino menyebut, Putin hanya ingin membicarakan soal hubungan ekonomi antara Rusia dan Indonesia.

Putin menganggap, kunjungan Jokowi tersebut hanya sebagai pertemuan bilateral.

Bahkan, Presiden Rusia tersebut tetap ingin melanjutkan perang dengan Ukraina.

"Sementara Pres (Presiden) tidak responsif, ingin lanjutkan perang dan hanya ingin bicara hubungan ekonomi RI Rusia," tulis Dino.

Lain halnya dengan pandangan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Baca: Sosok Jenderal Tertinggi Rusia Turun ke Medan Perang di Ukraina, Lakukan Inspeksi terhadap Pasukan

Menurut Dino, Zelensky menganggap kunjungan Jokowi sebagai misi perdamaian.

Hal ini diperkuat dengan adanya pesan yang dititipkan Zelensky kepada Jokowi untuk disampaikan kepada Putin.

Kala itu, Presiden Jokowi sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi jembatan komunikasi antara pemimpin Ukraina dan Rusia.

Lebih lanjut, Dino menjabarkan kembali soal pandangannya mengenai kunjungan Jokowi di Rusia.

"Nah, di Ukraina diterima sebagai suatu misi perdamaian, tapi yang saya lihat di Rusia itu tidak dilihat sebagai misi perdamaian. Tujuannya sebagai kunjungan bilateral," ucap Dino.

Dino menyebut, saat Jokowi menemui Putin, topik yang dibahas adalah kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia berbasis perdagangan bebas.

Termasuk soal minat investasi Rusia di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).

"Jadi ada pertemuan, disinggung juga mengenai (kerja sama) Rusia-Indonesia di bidang ekonomi dan teknologi," katanya.

Menurutnya, kedua negara tidak membahas atau merujuk perang maupun perundingan perdamaian.

"Makanya Presiden Putin sama sekali tidak merujuk mengenai perang, mengenai perundingan damai, atau mengenai misi perdamaian," jelas Dino.

Lebih lanjut, Dino menuturkan, bahwa Indonesia memang memiliki hubungan sangat erat dengan Rusia sejak lama.

Rusia menjadi salah satu mitra strategis dalam kegiatan ekspor impor Indonesia.

Namun, porsi ekspor terhadap seluruh barang yang diimpor Indonesia masih kalah jauh dibanding China dan AS yang merupakan mitra terbesar.

Dino juga menilai, Rusia tengah mencari mitra strategis untuk menjalin hubungan perdagangan investasi dan lainnya.

Hal ini tidak dapat dipungkiri setelah Rusia dihantam sanksi Barat di bidang ekonomi maupun energi.

Menurutnya, kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Indonesia perlahan bisa membuat Rusia menguat.

"Hubungan di bidang ekonomi (antara Rusia-Indonesia) lemah sekali. Hubungan di bidang ekonomi itu sekitar 2 miliar dollar AS. Kalau AS sekitar 30 miliar dollar, Tiongkok hampir 100 miliar dollar bahkan sudah melebihi. Saya yakin mereka melihat Indonesia dari sisi itu," papar Dino.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Analisis Dino Patti Djalal: Zelensky Lihat Jokowi Bawa Misi Damai, Putin Anggap Kunjungan Bilateral Semata"

Host: Tini Afshin
VP: Ghozi Luthfi

#jokowi #jokowidodo #rusia #ukraina #putin #zelensky #ukraine #russia #ukrainewar #perangrusiaukraina2022 #rusiaukraina #presidenjokowi #indonesia #presidenindonesia #indonesian #dinopattidjalal

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Ghozi LuthfiRomadhon
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved