Terkini Daerah
Belum Lakukan Vaksinasi Ternak untuk Cegah PMK, Ini Alasan DPKP Kaltara
TRIBUN-VIDEO.COM - Pihak DPKP Kaltara menyampaikan belum akan melakukan vaksinasi terhadap ternak untuk mencegah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kasi Kesehatan Hewan DPKP Kaltara, Supardi, mengatakan, pemerintah pusat masih memprioritaskan vaksinasi untuk daerah yang sudah terinfeksi wabah.
"Kalau di Kaltara untuk saat ini kita belum ada," ungkap Supardi, Jumat (1/7/2022).
"Karena pertama kita masih bebas, dan dari pusat masih memprioritaskan daerah yang sudah tertular seperti di Jatim, Aceh," ujarnya.
Baca: Sapi Terjangkit PMK di Lhokseumawe Capai 1.065 Ekor, dari Mei 2022 Ada 11 Sapi yang Mati
Kendati belum ada vaksinasi PMK untuk daerah Kaltara, Supardi mengaku telah mengusulkan vaksinasi.
Di tahap awal, kata Supardi, pihaknya mengusulkan vaksinasi untuk hewan ternak sapi dan kerbau.
"Kita baru mempersiapkan, kita akan ajukan ke pusat untuk pelaksanaan vaksinasi," katanya.
"Besarannya yang kita ajukan sekitar populasi kita ada 20.000 itu untuk jenis sapi kerbau," tuturnya.
Lebih jauh pihaknya memastikan, vaksinasi PMK bagi ternak tidak akan dipungut biaya, "kalau vaksin gratis," ujar Supardi.
Baca: Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK, Kemenag Minta DPPP Tana Tidung Perketat Pemeriksaan Hewan
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
(*)
# vaksinasi # ternak # sapi # kambing # PMK # DPKP Kaltara
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribun Kaltara
Nasional
MBG BUTUH 19.000 EKOR SAPI SEHARI? Begini Penjelasan Kepala BGN Dadan Hindayana
3 hari lalu
LIVE UPDATE
Peternak Sapi di Pekanbaru Mulai Stok Hewan Kurban, Harga Sama dengan Tahun Lalu
4 hari lalu
LIVE UPDATE
Bangganya Peternak Dumai seuai Sapinya Terpilih Jadi Sapi Kurban 2025 Presiden Prabowo
6 hari lalu
LIVE UPDATE
4 Desa di Cilacap Masuk Kategori KLB Campak, Dinas Kesehatan Galakkan Vaksinasi
Kamis, 2 April 2026
LIVE UPDATE
Dramatis! Damkar Indramayu Berjibaku Evakuasi Seekor Sapi Besar yang Tercebur ke Sungai Plawira
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.