Minggu, 19 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Tanggapi Konflik Rusia-Ukraina, Ungkap Tujuan Operasi Militernya untuk Memerdekakan Donbass

Jumat, 1 Juli 2022 10:34 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Memasuki bulan ke-5, Presiden Rusia Vladmir Putin menyebut operasi militer spesial yang ia lakukan di Ukraina berjalan lancar sesuai rencana.

Kendati demikian Putin tidak menjawab kapan konflik Rusia-Ukraina akan berakhir.

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, ia hanya menjawab bahwa pasukan militer Rusia terus bergerak maju sesuai tujuan yang ditentukan.

Putin menegaskan, tujuan operasi militer spesial di Ukraina adalah memerdekakan Donbass dan melindungi rakyat yang tinggal di sana.

"Pasukan bergerak maju dan mencapai titik akhir yang telah ditentukan sebagai tugas," kata Putin, Rabu (29/6/2022).

"Semuanya berjalan sesuai rencana."

Baca: Serangan Rusia ke Uraina Meningkat Pasca-kunjungan Presiden Jokowi, Kecuali di Dua Wilayah Ini

Putin menyebut operasi militernya berjalan dengan tenang dan sesuai irama.

"Tidak perlu berbicara tentang tenggat waktu. Saya tidak pernah membicarakan tentang itu," kata Putin.

Putin menggarisbawahi yang terpenting adalah meminimalisir jumlah korban dan melindungi nyawa pasukannya.

Di sisi lain, pernyataan kontroversial disampaikan oleh seorang anggota pakta pertahanan NATO.

Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo meminta Ukraina untuk terus memerangi Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, pernyatan ini disampaikan oleh Alexander kepda jurnalis saat KTT NATO di Madrid, Spanyol, Rabu (29/6/2022).

"Kita menegaskan bahwa perang ini hanya bisa dimenangkan di medan perang," kata Alexander.

"Dan kita harus terus membantu Presiden Zelensky dan rakyat Ukraina sebanyak mungkin agar bisa memenangkan pertempuran di medan perang," ujarnya.

Anggota-anggota NATO diketahui telah memberikan pelatihan kepada pasukan militer Ukraina sejak tahun 2014 silam ketika terjadi pemberontakan di Kiev/Kyiv.

Baca: Jumpa Vladimir Putin, Presiden Jokowi Ungkap Indonesia Siap Jembatani Komunikasi Rusia Ukraina

Ukraina Siap Membayar Harga Tinggi

Sebelumnya NATO meyakini konflik antara Rusia dan Ukraina akan berakhir lewat negosiasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, Sabtu (25/6/2022).

"Kemungkinan besar, perang ini akan berakhir di meja negosiasi," kata Stoltenberg.

Stoltenberg menjelaskan, saat ini tanggung jawab NATO adalah untuk memastikan Ukraina memiliki posisi yang kuat saat melakukan perundingan dengan Rusia agar kedaulatan negara di Eropa tetap terjaga.

Menurut Stoltenberg, cara paling ampuh untuk membantu Ukraina adalah dengan mengirimkan bantuan militer, ekonomi, hingga sanksi terhadap musuh Ukraina yakni Rusia.

Saat ditanya kapan negosiasi damai akan terwujud, Stoltenberg menolak untuk berkomentar.

"Perdamaian selalu dapat dicapai jika Anda menyerah," kata dia.

"Namun Ukraina berperang demi kemerdekaannya, demi haknya untuk berdiri, demi hak untuk menjadi negara demokrasi tanpa menyerah kepada kekuatan Rusia."

"Dan Ukraina siap untuk membayar harga yang sangat tinggi untuk mengorbankan diri mereka demi nilai-nilai tersebut."

"Bukan hak kita untuk menjelaskan kepada mereka sejauh mana pengorbanan harus dilakukan," papar Stoltenberg. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Berjalan Sesuai Rencana, Putin Komentari Konflik Rusia-Ukraina: Pasukan Maju Mencapai Titik Akhir

 # UPDATE Konflik Rusia-Ukraina # Operasi militer Rusia # Donbass # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved