Kamis, 9 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Krisis Energi Sri Lanka, Dua Menteri Dikirim ke Rusia untuk Minta Diskon Minyak

Senin, 27 Juni 2022 20:17 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kondisi ekonomi yang bangkrut membuat Sri Lanka mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu terakhir.

Ratusan ribu warga harus mengantre selama berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Untuk mengatasi hal ini, Sri Lanka mengutus menterinya ke Rusia dan Qatar untuk mencoba mendapatkan diskon minyak.

Menteri Energi Sri Lanka Kanchana Wijesekera mengatakan, dua menteri akan mengunjungi Rusia pada Senin (27/6).

Tujuannya untuk membahas pengiriman minyak lebih banyak menyusul pembelian 90 ribu ton minyak mentah Siberia bulan lalu.

Baca: Megawati Rahasiakan Nama Capres dari PDIP, Sri Lanka Krisis & Bangkrut, Perceraian Dewi Perssik

Dikutip dari AFP via Kompas.com, pengiriman itu diatur melalui Coral Energy, perantara yang berbasis di Dubai.

Namun, para politisi Sri Lanka mendesak untuk bernegosiasi langsung dengan pemerintah Presiden Vladimir Putin.

Selama dua menteri bertugas ke Rusia, Wijesekera sendiri akan bertolak ke Qatar terkait persyaratan konsesi.

"Dua menteri akan pergi ke Rusia dan saya akan ke Qatar besok untuk melihat apakah kami dapat mengatur persyaratan konsesi," kata Wijesekera kepada wartawan di Colombo, dikutip dari AFP.

Sebelumnya, Wijesekera mengumumkan bahwa Sri Lanka kehabisan bensin dan solar akhir pekan lalu.

Penyebabnya adalah pengiriman bahan bakar tertunda tanpa batas waktu karena alasan perbankan.

Baca: Krisis Sri Lanka Makin Parah Tak Sekadar Kekurangan, Perdana Menteri: Ekonomi Benar-benar Ambruk

Menurutnya, cadangan bahan bakar hanya cukup untuk memenuhi permintaan kurang dari dua hari dan itu pun dikhususkan untuk layanan penting.

Sebagai informasi, Ceylon Petroleum Corporation (CPC) yang dikelola negara mengumumkan kenaikan BBM pada Minggu (26/6).

Harga solar naik sebesar 15 persen menjadi 460 rupee (Rp 18.900) per liter dan bensin sebesar 22 persen menjadi 550 rupee (Rp 22.600) per liter.

Untuk mengatasi situasi ini, Sri Lanka akan membatasi pembelian BBM bagi setiap kendaraan.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sri Lanka Bangkrut, Minta Diskon Minyak Rusia Usai Kehabisan Bensin"

# Sri Lanka #  Rusia # Qatar

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Agung Tri Laksono
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved