Liputan Khusus
Peternak Muda Bikin Obat PMK untuk Sembuhkan Sapinya di Pariaman, Hasil dari Belajar dari YouTube
TRIBUN-VIDEO.COM - Sejak penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pertama terdeteksi di Kota Pariaman, Minggu (15/5/2022). Peternak asal Batang Tajongkek, Pariaman Selatan Rio Saputra (22) pusing bukan kepalang.
Sudah beternak sejak usia belasan tahun, ini kali pertama ia bersua dengan PMK. Baginya ini adalah penyakit baru yang mengejutkan.
Ternaknya juga pertama terjangkit PMK di Kota Pariaman, ternak itu ia dapat dari pasar ternak Sungai Sariak sebanyak 1 ekor.
Ternak ini menurut Rio jadi awal mula virus PMK menyebar di kandangnya.
"Awalnya membeli ternak di Pasar Sungai Sariak, awalnya saya beli satu ekor. Namun saat dibawa ke kandang tiga hari kemudian terpapar ternak lain. Tidak ternak tersebut yang terpapar awalanya," ujarnya.
Ia mengetahui ternaknya terpapar penyakit, karena kondisi kaki dan mulut ternak yang tidak normal. Bagian kaki dan mulut tersebut melepuh dan rusak, sehingga ia sangat cemas.
"Baru dua hari setelah ternak lain terpapar, ternak yang saya beli di Pasar Sungai terpapar. setelah itu 5 hari selanjutnya baru terpapar semuanya," imbuhnya.
Total dalam waktu 5 hari sudah ada 5 ekor sapi dikandangnya terpapar PMK. Tapi penyebaran virus itu tidak berhenti sampai disana, setiap hari penyakit ini terus menyambar.
Angka ternak terpapar juga terus bertambah setiap harinya. Penyebaran yang cepat dari virus PMK ini menyerang lebih dari setengah ternak Rio yang berjumlah 50 ekor.
Baca: Pemprov Jateng Distribusi Vaksin PMK, Salatiga Dapat Kiriman 1 Botol Vaksin untuk 100 Hewan Ternak
"Sampai saat ini total ternak yang terpapar itu lebih dari 50 ekor termasuk kerbau," kata Rio.
Melihat kondisi ternak yang tidak mau makan dan beberapa bagian tubuhnya rusak, Rio panik. Dari pada ternak ya meninggal begitu saja, pada pekan pertama penyebaran penyakit ini, ia menjual 2 ekor ternaknya.
Ternak yang ia jual ini sudah bisa dijual untuk kurban dengan usia 3 tahunan. Harganya, menurut Rio belasan juta rupiah kalau dijual saat kurban.
"Awalnya saya cemas karena ini penyakit baru yang saya dapat, terlebih melihat di daerah lain banyak sapi mati," katanya.
Kecemasan ini membuatnya menjual dua ekor sapi dengan setengah harga, sehingga Rio harus menelan kerugian belasan juta rupiah.
PMK adalah penyakit menular pada hewan berkuku genap di Sumbar dominan terjadi pada sapi karena jumlahnya banyak. Dampak paling terasa pada sapi usia kurang dari 2 tahun.
Pada sapi usia kurang dari 2 tahun, dampaknya bisa menyebabkan kematian, sedangkan sapi dewasa dampaknya akan terjadi penyebaran dengan cepat.
Baca: Peternak di Padang Rutin Mandikan Sapi Setiap Hari Ternak Segar, Daging Berkualitas dan Bebas PMK
Sedangkan pada peternak, jika ternaknya seperti sapi terdampak maka produksinya akan menurun.
Kalau sapi perah produksi susunya pasti menurun, dan jika sapi potong beratnya akan berkurang.
Dampak itu yang akhirnya akan berujung pada kerugian secara ekonomi pada peternak.
Namun agar peternak tidak merugi, peternak bisa melakukan antisipasi dengan memperhatikan kebersihan kandang dan kesehatan ternak.
Sehingga peternak harus pintar dengan meningkatkan kebersihan kandangnya dan harus melakukan disinfeksi melalui penyemprotan disinfektan untuk pembunuhan hama.
Lalu kalau ada ternak yang sudah terinfeksi PMK bisa segera diisolasi dan memisahkannya.
Pertama terpapar PMK sebagai peternak muda, Rio coba belajar sendiri untuk mencari obat alternatif dari penyakit ini. Ia mengaku sering mencari tahu informasi dari pemberitaan, media sosial dan platform YouTube untuk pengobatan pada ternaknya.
"Akhirnya dari YouTube dan orang dinas saya menemukan obat tradisionalnya, seperti kunyit, telur dan gula anau. Kunyit dan telur itu saya blender baru saya tambahkan gula Anau," ucapnya.
Jumlah telur yang ia gunakan tidak dipatok hanya seusai kebutuhan saja. Campuran dari obat itu ia minumkan melalui botol sirup agar bisa langsung disalurkan ke tenggorokan ternak.
Obat ini rutin ia minumkan pada ternak satu kali sehari, selama 20 hari saat ternak terpapar PMK. Alhasil banyak kemajuan dari ternaknya yang terpapar, bahkan sudah lebih setengah ternaknya dari 50 ekor yang terpapar.
Melalui pemberian obat ini, Rio harus memberikan perawatan yang ekstra pada ternaknya. Sehingga ongkosnya juga naik lebih dari 30 persen saat ternak tidak terpapar PMK
[10.55, 25/6/2022] Panji Rahmat Tribun Padang: "Biarlah habis-habisan yang penting sapi sembuh,"
Ia juga berpesan, peternak harus memperhatikan kesehatan ternaknya dengan memberi makanan bernutrisi tinggi dan bervitamin.
Tujuannya agar stamina dan kondisi ternak lebih prima tidak mudah terpapar PMK. Serta peternak untuk selektif dalam membeli dan menjual hewan ternak.
(*)
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Padang
Sinopsis dan Jadwal Film
TRENDING di YouTube! Sinopsis Film Semua akan Baik-Baik Saja: Reza Rahadian Ungkap Luka Keluarga
5 hari lalu
Tribunnews Update
JK Duga Akun Youtube yang Dilaporkan soal Tuduhan Makar dan Dalang Kasus Ijazah 'Terafiliasi Solo'
7 hari lalu
Sinopsis dan Jadwal Film
BOCORAN Trailer Final dan Sinopsis Film Horor Danur : The Last Chapter, Sedang Trending di YouTube!
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
PDIP Siap Polisikan Pemilik Channel YouTube Tuduh Puan Jadi Koordinator Kasus Ijazah Jokowi
Jumat, 27 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.