Selasa, 14 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Finlandia Siapkan Pertahanan Militer Level Tinggi untuk Melawan Rusia

Kamis, 23 Juni 2022 17:34 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Konflik Rusia-Ukraina yang terus berlangsung sampai saat ini, turut melibatkan negara-negara lain.

Kali ini, negara Finlandia telah bersiap selama beberapa dekade untuk melawan serangan Rusia.

Pernyataan itu dikonfirmasi oleh Kepala Angkatan Bersenjata Finlandia, Jenderal Timo Kivinen.

Baca: Beberapa Media Asing Soroti Rencana Jokowi Temui Putin, Rusia Sebut Pertemuan Sangat Penting

"Garis pertahanan yang paling penting adalah di antara telinga seseorang, seperti yang dibuktikan oleh perang di Ukraina saat ini," kata Kivinen.

Dikutip dari Tribunnews.com pada Kamis (23/6), Finlandia punya sejarah konflik panjang dengan Uni Soviet, yang kemudian dikenal sebagai Rusia.

Negara ini berperang dua kali pada tahun 1940 an melawan tetangganya di timur.

Keduanya memiliki perbatasan langsung sepanjang 1.300 kilometer (810 mil).

Menyusul invasi Rusia ke Ukraina, Finlandia baru-baru ini membuat geram Moskow karena ingin bergabung dengan aliansi militer NATO.

Keputusan bersejarah ini, secara otomatis melepas status non-blok yang sudah dipegang selama bertahun-tahun.

Finlandia memilih untuk masuk ke dalam aliansi pimpinan Amerika Serikat karena khawatir Rusia akan menyerangnya sebagaimana menginvasi Ukraina.

Baca: Jerman Menuju Krisis Energi, Pasokan Gas Dari Rusia Terhenti Buntut Adanya Sanksi Ikut Campur Invasi

Sejak Perang Dunia II, Helsinki telah mempertahankan tingkat kesiapan militer yang tinggi.

"Kami telah secara sistematis mengembangkan pertahanan militer kami tepat untuk jenis peperangan yang sedang dilancarkan di sana (di Ukraina), dengan penggunaan besar-besaran senjata, pasukan lapis baja dan juga angkatan udara," kata Kivinen.

Diketahui sebelumnya, seratus ribu orang Finlandia terbunuh dalam dua perang melawan Uni Soviet.

"Ukraina telah menjadi gigitan yang sulit untuk dikunyah (untuk Rusia), dan begitu juga Finlandia," imbuhnya.

Selain itu, sepersepuluh wilayah Finlandia juga direbut oleh Rusia.

Negara berpenduduk 5,5 juta ini memiliki kekuatan pasukan masa perang sekira 280.000.

Diketahui, dengan 870.000 yang dilatih sebagai tentara cadangan.

Helsinki tidak menghapus wajib militer untuk laki-laki seperti yang dilakukan banyak negara barat lainnya setelah berakhirnya Perang Dingin.

Finlandia juga telah membangun satu diantara persenjataan artileri terkuat di Eropa dan menyimpan rudal jelajah dengan jangkauan hingga 370 kilometer.

Anggaran pertahanannya mencakup dua persen dari PDB, yang mana lebih tinggi daripada kebanyakan negara anggota NATO.

Belakangan ini, Finlandia memperkuat militer dengan memesan empat kapal perang baru.

Serta ada 64 jet tempur F-35 dari perusahaan AS, Lockheed Martin.

Finlandia juga berencana memesan hingga 2.000 drone.

Bahkan, pihaknya juga menyebarkan peralatan anti-pesawat ketinggiannya sendiri.

Serta, dikabarkan sedang membangun penghalang di perbatasannya dengan Rusia.

Menurut jajak pendapat oleh Kementerian Pertahanan pada 18 Mei lalu, 82 persen responden mengaku bersedia berpartisipasi dalam pertahanan nasional jika Finlandia diserang.

Meski begitu, Kivinen menyambut baik keputusan Finlandia untuk melamar di NATO.

Keanggotaan NATO akan memungkinkan Finlandia untuk meningkatkan kapasitas peringatan dini.

Terlebih, dengan menjadi bagian dari kontrol wilayah udara bersama aliansi, kata Kivinen.

Finlandia juga akan mendapat manfaat pencegahan, di mana serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.

Namun, ia menekankan bahwa pertahanan Finlandia ada di tangan warganya sendiri.

"Tanggung jawab utama pertahanan Finlandia akan tetap dipikul oleh Finlandia," ujarnya.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kepala Militer Finlandia Mengaku Siap Melawan Rusia, Motivasi Warga Tinggi

Editor: Danang Risdinato
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Rizaldi Augusandita Muhammad
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved