Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Intelijen Inggris Sebut Moral Pasukan Rusia Rendah: Mungkin Stres dalam Pertempuran dan Gaji Kecil

Senin, 20 Juni 2022 17:31 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Intelijen militer Inggris menilai, pasukan Rusia dan Ukraina sama-sama mengalami moral yang rendah seiring dengan lamanya perang.

Dalam pembaruannya yang dirilis di Twitter Kementerian Pertahanan Inggris pada Minggu (19/6/2022), intelijen memperkirakan unit tempur Rusia dan Ukraina menderita "moral yang berubah-ubah".

Di sisi Ukraina, beberapa pasukan meninggalkan medan perang.

Namun moral yang rendah ini lebih besar pengaruhnya terhadap pasukan Rusia.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, ada kasus seluruh unit Rusia melawan perintah dari atasannya.

Baca: Jatuh ke Tangan Rusia, Igor Konashenkov Ungkap Serangan ke Sievierodonetsk Sukses Besar

"Pihak berwenang Rusia kemungkinan besar berjuang untuk memberikan tekanan hukum untuk menanggung pembangkang militer, terhambat oleh status resmi invasi sebagai 'operasi militer khusus' daripada sebagai perang," tulis pembaruan intelijen itu, dikutip dari The Hill.

Dalam konflik ini, perang berjalan tanpa jaminan kemenangan bagi kedua belah pihak.

Walaupun pasukan Ukraina berhasil memukul mundur Rusia di sekitar Ibu Kota Kyiv pada awal invasi, sekarang pertempuran berpusat di Donbas, Ukraina timur.

Menurut intelijen Inggris, tentara Rusia memiliki moral yang rendah karena berbagai alasan.

Di antaranya persepsi kepemimpinan yang buruk, korban yang banyak, stres dalam pertempuran, dan gaji yang kecil.

"Banyak personel Rusia dari semua pangkat juga kemungkinan masih bingung tentang tujuan perang," jelas pembaruan.

Baca: Ukraina Larang Buku & Musik Rusia Diputar di Media, Tak Mau Ikut Aturan Harus Pindah Kewarganegaraan

Australia Kirim Senjata

Australia mengirim empat dari 14 kendaraan tempur lapis baja ke Ukraina, sebagai bagian dari paket bantuan senilai $285 juta.

Menurut laporan The Guardian, M113AS4 dimuat ke dalam pesawat Ukraina minggu lalu, setelah mantan Menteri Pertahanan Peter Dutton, menjanjikan kendaraan tempur lapis baja dan 20 kendaraan infanteri tambahan pada Mei.

Duta Besar Ukraina untuk Australia, Vasyl Myroshnychenko, menyerukan bantuan militer lebih lanjut.

Terutama rudal jarak jauh yang dapat menyerang sasaran pada jarak 150 km serta amunisi untuk persediaan.

"Kami akan terus mencari cara terbaik untuk membantu rakyat Ukraina. Australia mendukung Ukraina, dan sekali lagi menyerukan kepada Rusia untuk menghentikan invasi yang tidak beralasan, tidak adil dan ilegal ke Ukraina," kata Menteri Pertahanan Australia saat ini, Richard Marles.

Ukraina menuliskan ucapan terima kasih kepada Australia atas bantuan militer ini.

"Ini adalah empat dari 14 pengangkut personel lapis baja M113 yang dijanjikan oleh pemerintah Australia. Jembatan bantuan penerbangan sepanjang setengah dunia menyatukan orang-orang kami di masa-masa sulit bagi Ukraina," tulis Kementerian Pertahanan Ukraina di Twitter, Senin (20/6/2022).

Perdana Menteri Anthony Albanese turut mengutuk invasi Rusia ke Ukraina serta menjanjikan dukungan lebih lanjut.

Baca: Detik-detik Serangan Rusia Gunakan Rudal Iskander-M, Hancurkan Pos Komando Militer Ukraina

Update Perang Rusia-Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-117, per-Senin (20/6/2022) hari ini.

Berikut perkembangan peristiwa terkini:

- Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memperkirakan Rusia akan mengintensifkan serangan ke Ukraina dan mungkin menyerang negara-negara Eropa lainnya setelah Komisi Eropa mengusulkan Ukraina sebagai calon anggota Uni Eropa.

- Pasukan Ukraina tetap bertahan di wilayah Donbas timur, di mana pertempuran berlanjut di Sievierodonestsk.

- Para menteri luar negeri Uni Eropa akan membahas cara untuk membebaskan jutaan ton gandum yang terjebak di Ukraina dalam pertemuan di Luksemburg pada Senin.

- Parlemen Ukraina akan memberlakukan pembatasan ketat pada buku dan musik Rusia.

- The New York Times mengidentifikasi lebih dari 2.000 amunisi yang digunakan oleh pasukan Rusia di Ukraina sebagian besar tidak terarah.

- Pemerintah Austria akan membuka kembali pembangkit listrik tenaga batu bara, karena kekurangan listrik imbas berkurangnya pengiriman gas dari Rusia.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Intelijen Inggris: Moral Pasukan Rusia Rendah, Mungkin Bingung Tujuan Perang

Baca berita lainnya terkait Rusia dan Ukraina di sini.

# Intelijen Inggris # Moral # pasukan rusia # Invasi Rusia # perang ukraina

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Restu Riyawan
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved