Senin, 11 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Tak Ada Upaya Cari Perdamaian, Diplomat Rusia Ungkap Sikap Ukraina hingga Negosiasi Buntu

Kamis, 16 Juni 2022 23:59 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Perilaku Ukraina dalam negosiasi dengan Rusia membuat orang berpikir bahwa Kiev tidak menginginkan perdamaian, Vladimir Medinsky, kepala delegasi Rusia dan ajudan Presiden Vladimir Putin, mengatakan kepada wartawan, Kamis.

"Sudah dua bulan, tetapi Ukraina tidak mau repot-repot memberikan tanggapan resmi, memberi tahu kami secara lisan bahwa sedang ada jeda," kata Medinsky di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg.

"Karena itu saya merasa bahwa kepemimpinan Ukraina tidak menginginkan perdamaian," ujarnya dikutip oleh TASS.

Perundingan Rusia-Ukraina dimulai pada 28 Februari. Kedua pihak mengadakan beberapa pertemuan di Belarus, kemudian melanjutkan diskusi melalui tautan video.

Putaran terakhir pembicaraan berlangsung di Istanbul pada 29 Maret.
Pada 12 April, Putin mengatakan bahwa Kiev menyimpang dari kesepakatan Istanbul, membuat negosiasi menemui jalan buntu.

Moskow telah mempresentasikan rancangan perjanjiannya ke Kiev dan menunggu tanggapannya, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada 20 April.

Baca: Sosok Volodymyr Grotskov, Tentara Rusia yang Membelot & Gabung dengan Ukraina, Kecewa dengan Putin

Langkah PBB

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan pernyataan pertamanya terkait invasi Rusia ke Ukraina.

Dengan suara bulat, Badan tersebut menyatakan dukungan kuat seruan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antionio Guterres untuk menemukan solusi damai "perselisihan" di Ukraina.

Dilansir Al Jazeera, pernyataan singkat yang diadopsi selama pertemuan sangat singkat itu tidak menggunakan kata-kata 'perang', 'konflik', atau 'invasi'.

Seperti diketahui, banyak anggota Dewan menyebut aksi militer Rusia yang berkelanjutan di Ukraina dengan kata-kata itu.

Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Keamanan menghadiri pertemuan tentang situasi yang sedang berlangsung di Ukraina pada 05 Mei 2022 di New York City.

António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, telah menekankan perlunya mengakhiri perang di Ukraina dan untuk memulihkan produksi pertanian Ukraina serta produksi pangan dan pupuk Rusia sebelum negara-negara menghadapi krisis pangan yang parah.

Baca: Detik-detik Armada Laut Hitam Rusia Luncurkan 4 Rudal Jelajah Salvo, Diklaim Hancurkan Markas Kiev

Sedangkan Moskow menjulukinya sebagai "operasi militer khusus".

Anggota tetap Dewan Keamanan PBB di antaranya AS, China, Prancis, Inggris, termasuk Rusia.

"Dewan Keamanan menyatakan dukungan kuat untuk upaya Sekretaris Jenderal (Antonio Guterres) dalam mencari solusi damai," kata pernyataan itu.

Dikutip The Guardian, pernyataan Dewan Keamanan PBB juga mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai pemeliharaan perdamaian dan keamanan Ukraina.

"Dewan Keamanan menyatakan keprihatinan mendalam mengenai pemeliharaan perdamaian dan keamanan Ukraina," bunyinya.

"Dewan Keamanan mengingatkan bahwa semua Negara Anggota telah melakukan, di bawah Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, kewajiban untuk menyelesaikan perselisihan internasional mereka dengan cara damai."

Rusia yang memegang hak veto di Dewan Keamanan, sebelumnya menghalangi semua upaya

Duta Besar Meksiko untuk PBB Juan Ramon De La Fuente, yang negaranya membantu menyusun pernyataan itu, ditanya tentang kritik bahwa butuh dua bulan untuk menyusun dan hanya mendukung Sekretaris Jenderal PBB.

Juan Ramon De La Fuente mengatakan kepada Associated Press harus ada awal di suatu tempat dan merupakan "langkah awal yang sangat pertama tetapi itu menunjuk ke arah yang benar.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diplomat Rusia Ungkap Sikap Ukraina Hingga Negosiasi Buntu, Tak Ada Upaya Cari Perdamaian

# Rusia # Ukraina # Vladimir Putin

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Riko Pulanggeni
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Rusia   #Ukraina   #Vladimir Putin

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved