Internasional
Update Nasib Anak-Anak Ukraina di Rusia yang Diculik, UNICEF Khawatir Terjadi Adopsi Paksa
TRIBUN-VIDEO.COM - Selama Invasinya di Ukraina dilaporkan ratusan ribu anak-anak di paksa pindah ke Rusia.
Perseikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini menyoroti isu kemungkinan terjadinya adopsi paksa yang dilakukan warga Rusia terhadap anak-anak tersebut.
Hal ini dibahas oleh Afshan Khan selaku Direktur Regional (UNICEF) untuk Eropa dan Asia Tengah.
Dikutip dari Kompas.com, Khan menegaskan bawhwa anak-anak Ukraina tidak boleh diadopsi di Rusia.
“Kami menegaskan kembali, termasuk kepada Federasi Rusia, bahwa adopsi tidak boleh terjadi selama atau segera setelah keadaan darurat,” ungkap Asfhan Khan kepada wartawan.
Dia kembali menegaskan anak-anak itu tidak dapat dianggap sebagai yatim piatu.
Baca: Armada Laut Mematikan Rusia, Kapal Selam Dmitry Donskoy Berlayar Siapkan Serangan Besar ke Ukraina?
Afshan menjelaskan, kebijakan mengadopsi anak harus selalu didasari kepentingan sang anak.
"Orang tua perlu memberikan persetujuan," kata Asfhan Khan, yang baru saja kembali dari kunjungan ke Ukraina, dikutip dari AFP.
"Terkait anak-anak yang telah dipindahkan ke Rusia, kami bekerja dengan ombudspersons dan jaringan untuk bagaimana kita dapat mendokumentasi kasus-kasus tersebut," ujar Afshan.
Dia mengatakan, pihaknya bersama ombudspersons dan jaringan untuk mencari informasi kasus tersebut.
Dikatakan Afshan, saat ini tidak akses menuju anak-anak tersebut.
PBB telah menyatakan keprihatinannya pada awal Maret tentang risiko adopsi paksa anak-anak Ukraina.
Terlebih pada sekitar 91 ribu orang yang tinggal di institusi atau sekolah asrama sejak awal perang.
Disebutkan, mayoritas mereka berada di Ukraina timur.
Baca: 9 Pesawat Ukraina Ditembak Jatuh Tentara Rusia & PM Rusia Sebut Perang Bisa Terjadi Sampai 2 Tahun
(Tribun-Video.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UNICEF: Anak-anak Ukraina Tak Boleh Diadopsi di Rusia "
# nasib # anak # Ukraina # Rusia # diculik # adopsi # Paksa # Unicef # PBB
Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Sumber: Kompas.com
Mancanegara
Israel Terancam Lumpuh! Rusia Bocorkan Data Rahasia Israel Kepada Iran untuk Serangan lanjutan
13 jam lalu
Tribunnews Update
Rusia Tegas Tolak Resolusi Selat Hormuz, Sebut Preseden Berbahaya untuk Hukum Internasional
18 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.