Viral Video
Viral Wanita Beranak 4 Diduga Bersuami 2 Diusir Warga dari Kampung di Kuansing Riau
TRIBUN-VIDEO.COM - Ibu muda di Kabupaten Taluk Kuantansingingi (Kuansing), Provinsi Riau yang diduga bersuami dua membuat heboh warga Desa Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah.
Selain diduga punya dua suami, ibu beranak empat itu juga diduga punya banyak pria simpanan.
Wanita berinisial S (38) itu juga dikenal warga sebagai perempuan yang doyan gonta-ganti pasangan.
Perilaku S itu pun membuat resah warga desa karena bertentangan dengan adat dan agama.
Warga menggeruduk rumah wanita tersebut lalu mengusirnya dari kampung.
Warga desa itu juga menyoraki dan mencaci S saat keluar rumah menuju mobil polisi.
Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata membenarkan adanya warga melakukan pengusiran terhadap wanita itu.
Baca: Videonya Ditarik Orang Utan Viral, Pria Asal Riau Sampaikan Permintaan Maaf
"Benar, ada warga yang melakukan pengusiran atau penolakan terhadap seorang wanita. Tapi, bukan masalah bersuamikan dua pria. Yang bersangkutan sudah bersuami sah, namun ditengarai sering bawa laki-laki lain ke rumahnya dan dianggap berzina," ujar Rendra melalui keterangan tertulis, Rabu (8/6/2022).
Rendra menjelaskan, pengusiran wanita itu dilakukan warga pada Selasa (7/6/2022), sekitar pukul 20.30 WIB. Warga ramai-ramai datang ke rumah ibu rumah tangga (IRT) berinisial S (38) itu.
S diusir warga karena dianggap telah mendatangkan bala atau musibah.
"S diduga telah melakukan zina dengan salah seorang warga Desa Beringin Taluk," kata Rendra.
Menanggapi dugaan perbuatan S, ninik mamak atau lembaga adat yang terdiri dari beberapa orang penghulu sepakat untuk menolak keberadaan wanita itu di Desa Seberang Taluk.
Setelah adanya penolakan dari warga dan ninik mamak, S bersama suami serta anaknya berangkat ke Kota Pekanbaru.
"Sekitar pukul 22.15 WIB, wanita tersebut pergi bersama suami sah dan anaknya menggunakan mobil. Situasi dalam keadaan aman terkendali," sebut Rendra.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan pihak kepolisian, S dikenal sering gonta ganti pasangan.
Padahal, dia sudah punya seorang suami sah dan memiliki anak.
"S diduga memiliki simpanan atau selingkuhan lebih dari satu orang," tutup Rendra.
Baca: Nasib Buruh yang Dibanting Oknum Polisi di Riau, Kini Malah Ditetapkan Tersangka, Berikut Faktanya
Sementara itu, Kepala Desa Seberang Taluk, Kuswanto mengatakan, pengusiran wanita itu dilakukan karena S diduga melakukan tindak asusila.
Saat ditanya apakah benar wanita itu diusir karena bersuami dua, Kuswanto mengaku tak memiliki bukti untuk mengatakan hal itu.
"Warga bilang ke saya memang macam itu (bersuami dua). Tapi kalau saya yang bilang tentu harus ada data. Saya tak ada bukti mengatakan dia punya dua suami," kata Kuswanto saat diwawancarai Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu.
Kuswanto juga mendapat informasi bahwa S diduga selingkuh dengan pria lain di desa tetangga.
"S ini memang warga Desa Seberang Taluk. Tapi, dia diduga berbuat asusila di desa lain. Kalau di desa saya tentu sudah lama saya ambil tindakan.
Jadi, tadi malam ratusan warga mendatangi rumah S agar pergi dari kampung. S diberikan sanksi adat, yaitu tidak boleh berada di kampung kami," jelas Kuswanto.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Video Viral Wanita Diduga Bersuami Dua Diusir Warga Desa di Kuansing
# Viral Video # poliandri # Kuansing # Riau # Diusir Warga
Sumber: Tribun Pekanbaru
tribunnews update
Eks Ajudan Gubernur Riau Tampung Uang Miliaran Hasil Pemerasan 'Jatah Preman', Sempat Tantang KPK
Selasa, 14 April 2026
LIVE UPDATE
Geram! Ratusan Orang Geruduk Kantor Gubernur Riau, Tolak Relokasi dari Taman Nasional Tesso Nilo
Senin, 13 April 2026
Tribunnews Update
Warga Rusak Rumah Diduga Bandar Narkoba di Riau, Kapolda Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim
Senin, 13 April 2026
Tribunnews Update
Tepergok Maling, Remaja di Bengkalis Bunuh Toke Sawit Pakai Parang hingga Tewas Bersimbah Darah
Minggu, 12 April 2026
Regional
Warga Geruduk Rumah Diduga Bandar Narkoba! Lempari Batu hingga Rusak Pagar, Situasi Sempat Memanas
Minggu, 12 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.