Terkini Daerah
Cegah Stunting & Dampingi Keluarga Berencana, Kepala BKKBN Jamin TPK Terlatih Berbagai Kemampuan
TRIBUN-VIDEO.COM - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo memastikan Tim Pendamping Keluarga (TPK) siap menjalankan tugasnya sebagai pendamping keluarga berencana di Kabupaten Kota, Kalimantan Utara.
"Hari ini kita melaunching tim pendamping keluarga yang jumlahnya 1.700 orang lebih di Kaltara, terwakili hampir 300 orang lebih yang sudah hadir di Gedung Wanita," ucapnya Kamis (2/6/2022).
Menurutnya, pesan dari Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan mengenai potensi kualitas ketrampilan sumber daya manusia (SDM) di Bumi Benuanta punya daya saing sseperti daerah lainnya.
"Seperti ditekankan pak Wakil Gubernur Kaltara Yansen, kualitas SDM Tim Pendamping Keluarga di Kaltara harus ditingkatkan terus, karena tugas utama mereka mulai mengurus dari mau hamil, hamil, supaya anaknya baru lahir itu tidak stunting, sehingga Insyallah SDMnya Kaltara juga punya berkualitas unggul," ucapnya Kamis (2/6/2022).
Tak hanya itu, menurut Hasto Wardoyo jumlah Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kaltara sebanyak 1.700 lebih itu, mampu melayani program para calon pengantin baru, ibu hamil dan ibu pascapersalinan, ibu menyusui, dan anak berusia 0-59 bulan.
Baca: IKN Nusantara di Kalimantan Dianggap Jadi Kota Potensial untuk Investasi Properti Selain Jabodetabek
"Jumlah pendamping sudah cukup banyak 1.700 orang, jumlah yang nikah setahun 4.200 orang, tidak banyak lah, 1.700 mendampingi 4.200 orang itu bisa, lah 1 orang saja bisa dampingi 12 orang dalam setahun," ucapnya.
Lebih lanjut, kata Hasto Wardoyo percaya melihat kondisi letak geografis Kaltara adanya masyarakat tinggal di pedalaman hingga perbatasan Kalimantan Utara, Tim Pendamping Keluarga (TPK) mampu melayaninya.
"Makanya 1 orang hanya mendampingi orang yang mau nikah kira-kira 3 orang dalam setahun kan tidak banyak," ucapnya.
Kemudian, berdasarkan dari data Pemprov Kaltara saat di presentasikan Yansen TP masih ada angka kasus stunting tinggi yang tinggal wilayah perbatasan Hasto Wardoyo memastikan TPK pun ada tinggal daerah tersebut.
"Sehingga mereka bisa menghadapi permasalahan tersebut, melayani mendampingi dari tim TPK," ucapnya.
Diketahui anggaran yang dikucurkan BKKBN untuk operasional pencegahan stunting sebesar Rp 15 miliar.
"Khusus untuk operasional kegiatan ini tahun 2022 kita berikan sebesar Rp 15 miliar untuk di Kaltara," ucapnya.
Bahkan, kata Hasto Wardoyo TPK akan memberi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mulai dari edukasi prakonsepsi untuk calon pengantin.
Baca: Seru-seruan Bareng Qasima Band Kumpulan Perempuan Tanggung Nge-Band dari Magelang hingga Kalimantan
"Termasuk kita berikan Pil, IUD, Implan, sesuai dengan apa yang diminta masyarakat, jangan sampai masyarakat yang ingin dilayani tapi kita tidak ada barangnya, dan kita gratiskan bagi mereka membutuhkan," ungkapnya.
Sebagai informasi hari Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan turut hadir pada acara launching pendampingan keluarga dan bulan pelayanan KB Tahun 2022 bersama para jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan di Gedung Wanita Tanjung Selor Kamis (2/6/2022).
(Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi)
#stunting #Keluarga Berencana #BKKBN #Hasto Wardoyo #Kalimantan Utara #Yansen Tipa Padan
Sumber: Tribunnews.com
Saksi Kata
Tak Tahan, Sakinah Bongkar Dugaan Kekerasan Psikologis yang Dialami Ibunya oleh Oknum Kepala Sekolah
Rabu, 25 Maret 2026
Ngabuburit Asyik
Menapak Jejak Islam di Bumi Tenguyun Kalimantan Utara, Kisah Syekh Ahmad Al Maghribi
Selasa, 3 Maret 2026
Berita Terkini
Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan Kaltara, Kepulan Asap Terlihat di Balik Pegunungan
Kamis, 19 Februari 2026
Tribunnews Update
Pilot Pelita Air Tewas dalam Laka Pesawat di Nunukan, Jatuh saat Mau Mendarat di Bandara Long Bawan
Kamis, 19 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.