Selasa, 28 April 2026

Mancanegara

Krisis BBM Terburuk, Harga Bensin Tembus Rp 80 Ribu Per Liter di Sri Langka, Warga Diminta WFH

Rabu, 25 Mei 2022 19:38 WIB
Tribun Banten

TRIBUN-VIDEO.COM - Harga bahan bakar minyak di Sri Langka melonjak naik, pada Selasa (24/5/2022) waktu setempat.

Harga bensin naik sebesar 24,3 % dan solar sebesar 38,4 % .

Ini merupakan rekor kenaikan harga bahan bakar di tengah krisis ekonomi terburuk negara itu karena kekurangan cadangan devisa.

Melansir Telegraphindia.com, dengan kenaikan harga bahan bakar kedua sejak 19 April, sekarang bensin Octane 92 yang paling banyak digunakan akan berharga 420 rupee (US$ 1,17) dan diesel 400 rupee (US$ 1,11) per liter, harga tertinggi sepanjang masa.

Jika dikurskan ke rupiah, maka 420 rupee itu setara dengan Rp 79.431.

Keputusan menaikkan harga bensin Octane 92 sebesar 24,3 % atau 82 rupee dan solar sebesar 38,4 % atau 111 rupee per liter diambil oleh entitas bahan bakar negara, Ceylon Petroleum Corporation (CPC).

Harga BBM akan direvisi lagi ke depannya. Menurut Menteri Tenaga dan Energi Kanchana Wijesekara di Twitter, formula harga bahan bakar yang disetujui oleh Kabinet diterapkan untuk merevisi harga.

Revisi harga mencakup semua biaya yang dikeluarkan dalam impor, pembongkaran, distribusi ke stasiun dan pajak.

Baca: Salah Isi BBM, Mobil Terbakar di SPBU Batoh, Operasional SPBU Sempat Terhenti

Kabinet juga menyetujui revisi biaya transportasi dan layanan lainnya. Formula itu akan diterapkan setiap dua minggu atau bulanan, katanya.

Warga diimbau bekerja dari rumah

Mengutip Daily Sabah, Wijesekera juga mengatakan bahwa masyarakat akan didorong untuk tinggal dan bekerja dari rumah untuk meminimalkan penggunaan bahan bakar dan untuk mengelola krisis energi.
Sementara, pejabat sektor publik akan bekerja di kantor hanya jika diinstruksikan oleh kepala lembaga.

Namun, model kerja hybrid telah menyebabkan peningkatan konsumsi daya di negara lain, termasuk di negara tetangga India.

Inflasi tahunan di Sri Lanka naik ke rekor 33,8 % di bulan April, menurut data pemerintah yang dirilis pada hari Senin. Adapun tingkat inflasi makanan bahkan lebih tinggi sebesar 45,1 %.

Baca: Harga BBM Pertalite Dikabarkan akan Naik, Belum Terjadi Berkat Subsidi hingga Rp 502 T dari Jokowi

Namun, seorang ekonom di Universitas Johns Hopkins, Steve Hanke, yang melacak harga di titik-titik masalah dunia, mengatakan inflasi Sri Lanka bahkan lebih tinggi dari yang dilaporkan secara resmi.

"Inflasi menghancurkan kelompok yang termiskin di Sri Lanka," tambahnya.

Sri Lanka berada dalam pergolakan krisis ekonomi terburuknya sejak kemerdekaan pada tahun 1948, karena kekurangan devisa yang parah telah menghentikan impor dan membuat negara itu kekurangan bahan bakar dan obat-obatan, dan berjuang dengan pemadaman listrik bergilir.

Tulisan ini sudah tayang di Kontan.co.id berjudul Sri Langka Kerek Harga BBM ke Rekor Tertinggi, Warga Diimbau Tinggal di Rumah. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Sri Langka Alami Krisis, Harga Bensin Tembus Rp 80 Ribu Per Liter, Warga Diminta WFH

#BBM #Sri Langka #WFH #Bahan Bakar Minyak #Cadangan Devisa #Inflasi 

Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Tribun Banten

Tags
   #BBM   #Sri Langka   #WFH   #Bahan Bakar Minyak   #Cadangan Devisa   #Inflasi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved