Konflik Rusia Vs Ukraina
Pimpinan Intelijen Ukraina Memprediksi Akhir Hidup Putin akan Digulingkan dan Dibunuh oleh Rakyat
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin disebut-sebut akan memiliki akhir hidup yang tragis dan mengenaskan.
Bahkan Putin disebut akan berakhir seperti Presiden Irak kelima Saddam Hussein yang pemerintahannya digulingkan oleh rakyatnya sendiri kemudian dieksekusi mati dengan cara hukuman gantung.
Prediksi ini disampaikan oleh Kyrylo Budanov selaku Kepala Direktorat Intelijen, Kementerian Pertahanan Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Budanov juga meyakini bahwa Putin saat ini tengah menderita sakit keras termasuk kanker.
Prediksi ini disampaikan oleh Budanov tak lama setelah Budanov membeberkan bahwa Putin sempat hampir dibunuh seusai mengumumkan operasi militer spesial di Ukraina.
"Lihatlah sejarah seluruh diktator dari abad ke-20 dan 21," ujar Budanov.
"Mereka semua berakhir sama. Tidak ada dari mereka yang berakhir berbeda. Pada banyak kasus, mereka mati di luar keinginan mereka."
Baca: Detik-detik Agen Rahasia Ukraina Ditembak Mati, Ketahuan saat Nyamar Mata-matai Pasukan Rusia
Budanov mencontohkan kasus Saddam Hussein dan pimpinan Libya Muammar Gaddafi.
Serupa seperti Saddam Hussein, Muammar Gaddafi tewas mengenaskan setelah kekuasaannya digulingkan lalu dieksekusi mati oleh para pemberontak.
Namun Budanov menyatakan, meskipun Putin menderita penyakit keras, Putin masih akan memimpin Rusia untuk beberapa tahun ke depan.
Diketahui, Putin dikatakan telah berhasil selamat dari lima upaya pembunuhan.
Ia kini dilaporkan telah mengelilingi dirinya dengan tim elit penembak jitu untuk melindungi nyawanya.
Mengingat invasi Rusia ke Ukraina telah membuat Putin menjadi sasaran bagi sejumlah pihak yang berkepentingan.
Dilansir TribunWow.com dari The Sun, Selasa (24/5/2022), upaya pembunuhan terbaru diperkirakan terjadi pada awal invasi Rusia ke Ukraina.
Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina Kyrylo Budanov mengatakan telah terjadi percobaan pembunuhan yang gagal terhadap Putin.
"Putin telah diserang. Dia bahkan diserang di barisan, seperti yang dikatakan perwakilan Kaukasus belum lama ini," kata Budanov.
"Ini adalah informasi non-publik. Upaya yang sama sekali tidak berhasil, tetapi itu benar-benar terjadi. Itu terjadi sekitar dua bulan yang lalu."
Baca: Detik-detik Agen Rahasia Ukraina yang Mata-matai Pasukan Rusia Ditembak Mati, Ketahuan saat Nyamar
"Sekali lagi, ini tidak berhasil. Tidak ada publisitas tentang insiden ini, tetapi itu terjadi."
Tidak jelas siapa yang berada di balik dugaan serangan atau di mana itu terjadi.
Putin sekarang dikatakan paranoid akan upaya lain untuk membunuhnya sehingga dia telah mengelilingi dirinya dengan penembak jitu.
Ia juga diperkirakan bepergian ke mana-mana bersama mereka.
Bahkan, Putin dilaporkan lebih sering mengisolasi diri di dalam bunker.
Tentara yang disewa untuk melindunginya adalah satu-satunya yang diizinkan berada cukup dekat dengannya.
Kabarnya, ia juga mempekerjakan sekelompok orang untuk mencicipi makanannya agar terhindar dari racun.
Ada desas-desus bahwa mantan mata-mata KGB bahkan memesan sarung tangan khusus untuk melindungi kulitnya dari kemungkinan paparan zat berbahaya.
Bahkan sebelum berenang, ia menguji air kolamnya beberapa kali sehari untuk memeriksa kadar adanya kimia yang mencurigakan.
Ketakutan Putin bisa beralasan karena setidaknya ada empat upaya pembunugan lain sebelumnya dalam hidupnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Pimpinan Intelijen Ukraina Yakini Putin akan Dibunuh oleh Rakyat Rusia seusai Rezimnya Digulingkan
Video Production: Tia Kristiena
Sumber: TribunWow.com
Mancanegara
KAPAL RUSIA TIBA DI INDONESIA, Kolaborasi Maritim Penguatan Hubungan Militer Bilateral
Senin, 30 Maret 2026
Tribunnews Update
Kolaborasi Maritim Kapal Rusia Bersandar di Jakarta, Simbol Ketegasan Penguatan Hubungan Militer
Senin, 30 Maret 2026
Mancanegara
Perang Nuklir di Depan Mata? Rusia Peringatkan AS, Timur Tengah Siaga!
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Citra Satelit Rusia Mata-matai Pangkalan AS, Berbagi Data ke Iran hingga Sukses Bom Aset Washington
Minggu, 29 Maret 2026
Konflik Timur Tengah
313 Ton Bantuan Rusia Diterima Iran di Tengah Memanasnya AS Israel Vs Teheran di Timur Tengah
Minggu, 29 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.